33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Hilang 7 Hari, Ternyata Dibunuh Penghuni Kos

Dokter RS Telogorejo Ditemukan Tewas di Parit

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DIOTOPSI : (Kiri atas) Korban pembunuhan Dr Nanik Trimulyani Arifin, 72, semasa hidupnya. (Kiri bawah) mobil Honda Freed putih yang dibawa pelaku pembunuhan ke Wonosobo. (Kanan atas) keluarga sedang menunggu otopsi jasad korban di RSUP dr Kariadi. (Kanan bawah), rumah kos milik korban di Jalan Plampitan nomor 58 Kecamatan Semarang Tengah. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIOTOPSI : (Kiri atas) Korban pembunuhan Dr Nanik Trimulyani Arifin, 72, semasa hidupnya. (Kiri bawah) mobil Honda Freed putih yang dibawa pelaku pembunuhan ke Wonosobo. (Kanan atas) keluarga sedang menunggu otopsi jasad korban di RSUP dr Kariadi. (Kanan bawah), rumah kos milik korban di Jalan Plampitan nomor 58 Kecamatan Semarang Tengah. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Seorang dokter spesialis jantung dan pemilik rumah kos di Jalan Plampitan nomor 58 Kecamatan Semarang Tengah, diduga menjadi korban pembunuhan dan perampokan, Minggu (23/4) sekitar pukul 14.00. Korban bernama Dr Nanik Trimulyani Arifin, 72, kesehariannya bertempat tinggal di Puri Anjasmoro Kecamatan Semarang Barat. Jasad korban ditemukan di parit di Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara, dalam kondisi mengenaskan, Sabtu (29/4) dini hari kemarin. Yakni dalam posisi tengkurap di dalam selokan, muka dilakban serta tangan dan kaki terikat.

Selain telah menemukan jenazah korban, petugas kepolisian juga menemukam mobil milik korban beserta satu orang pelaku yang terlibat dalam kejahatan pembunuhan tersebut. Adalah Supardi, 22, laki-laki yang tak lain orang kerpercayaan korban, menjadi penjaga tempat kos. Sedangkan otak pelaku kejahatan, tak lain adalah penghuni kos milik korban bernama Suparman, 22, yang saat ini masih diburu petugas. Kedua pelaku kejahatan ini merupakan warga Dusun Banyu Kembar, Desa Krangen Wetan, Watu Malang, Kabupaten Wonosobo.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso Seno Aji menegaskan bahwa pihaknya telah menangkap salah satu pelaku yang juga penjaga tempat kos milik korban di Jalan Plampitan 58 Semarang Tengah.  “Atas nama Supardi, berhasil diamankan. Setelah ditangkap di daerahnya di Wonosobo. Sedangkan Suparman masih dalam pengejaran,” ungkapnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (29/4) kemarin.

Abiyoso membeberkan, kronologi pembunuhan ini terjadi pada Minggu (23/4) sekitar pukul 14.00. Sedangkan lokasi pembunuhan terhadap Nanik berada di tempat kos miliknya di Jalan Plampitan 58 Semarang Tengah. Kala itu, korban pulang dari Jakarta. Sesampai di rumah kos tersebut, korban langsung masuk ke dalam kamar pribadinya. Tak disangka, korban memergoki pelaku Suparman, sedang mengacak-ngacak barang di dalam kamar pribadinya.

“Ketika Dokter Nanik kembali dari Jakarta, Suparman ini sudah berada di dalam kamar mengacak-ngacak kamar korban. Ketika melihat itu, korban melawan, tapi langsung dicekik oleh pelaku Suparman,” jelasnya.

Perempuan lanjut usia yang kalah tenaga dan tak berdaya itu, tak lagi mampu melawan pelaku hingga akhirnya tewas di tangan Suparman. Kemudian, jenazahnya dibiarkan di dalam kamar korban. Sementara pelaku Suparman, keluar dari kamar. “Pas keluar dari kamar, Suparman ditanya sama Supardi. Ibu, tadi kamu apakan? Terus dijawab sama Suparman, saya bunuh. Kemudian Suparman punya gagasan untuk mengubur jasad di dalam kamar,” ujarnya.

Namun pelaku masih terus mencari ide, hingga akhirnya menemukan kunci beserta surat tanda nomor kendaraan mobil milik korban. Akhirnya pelaku mencari keberadaan mobil yang sudah diketahuinya dititipkan di RS Telogorejo. Lantas mobil tersebut diambil oleh Suparman dan Supardi dan dibawa menuju tempat kos di Plampitan tersebut.

“Kemudian Minggu (23/4) sekitar pukul 18.00, jasad korban dimasukkan ke bagasi belakang. Kemudian tempat duduk di tengah diisi barang curian berupa televisi, handphone, uang tunai Rp 2 juta dari tempat korban,” jelasnya.

Selanjutnya, kedua pelaku mengemudikan mobil tersebut menuju Wonosobo. Sesaat di tengah perjalanan, tiba di daerah Banjarnegara, mayat korban dibuang di selokan atau parit. Setelah meninggalkan mayat tersebut, keduanya melanjutkan perjalanan lagi menuju Wonosobo. “Sesampai di Wonosobo, keduanya (pelaku) berinisiatif menjual mobil milik korban. Namun tidak laku-laku. Kemudian diparkir di sekitaran Rumah Sakit Umum (RSU) Wonosobo,” terangnya.

Hilangnya korban ini sempat dicari oleh pihak keluarga lantaran tidak meninggalkan pesan dan sudah berhari-hari. Hingga akhirnya, lapor ke kepolisian. Petugas yang mendapati laporan ini, langsung melakukan pencarian. Akhirnya, petugas mendapat informasi dan berhasil menemukan korban dalam keadaan sudah meninggal, termasuk mobil Honda Freed.

“Mobil berhasil kami temukan, Supardi bisa kami tangkap. Sementara Suparman masih dalam pengejaran. Dari pengakuan Supardi itulah, kami bisa menemukan jenazah korban,” katanya.

Abiyoso mengungkapkan bahwa Supardi merupakan orang yang dipercaya oleh korban untuk menjaga rumah kos tersebut. Bahkan, sudah bekerja sebagai penjaga kos kurang lebih 2 tahun. Sedangkan pelaku Suparman tak lain pemuda yang indekos di tempat korban.

“Kalau Supardi ini jaga kos-kosan. Kalau Suparman ngekos di situ informasinya. Keduanya orang Wonosobo. Jadi status Supardi itu membantu, tapi dia tahu kalau Si Suparman masuk ke dalam kamar Ibu Nanik. Dan yang menunjukkan kamar Bu Nanik adalah Supardi,” terangnya.

Abiyoso menambahkan status Supardi sudah ditetapkan sebagai tersangka lantaran ikut membantu kejahatan membuang jenazah. Saat ini, Supardi telah diamankan dan ditahan di Polrestabes Semarang. Sedangkan pelaku Suparman masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), karena menjadi otak utama dalam tindak kejahatan ini. “Kasus ini murni motif perampokan sehingga menyebabkan hilangnya nyawa korban. Kalau bisa, para pelaku ini dihukum berat,” tegasnya.

Sementara itu, jenazah korban yang ditemukan di Banjarnegara langsung dibawa ke RSUP Dr Kariadi Semarang untuk dilakukan otopsi, Sabtu (29/4) kemarin, sekitar pukul 18.00. Setelah itu, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di daerah Puri Anjasmoro Kecamatan Semarang Barat.

Salah satu anak korban, Budi Raharjo Legowo mengakui orangtuanya baru pulang dari luar negeri. Setiba dijemput di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang langsung tolak ke Semarang. Namun setelah itu, pemuda tersebut tidak bisa lagi menghubungi orangtuanya.

“Sampai di Semarang sudah tidak ada kabarnya. Dicari juga tidak ada, kemudian kami lapor polisi,” katanya singkat saat menunggu kedatangan jenazah di kamar jenazah RSUP Dr Kariadi Semarang.

Sementara itu, dalam pantauan Jawa Pos Radar Semarang di sekitar rumah kos milik korban di Jalan Plampitan 58 Semarang Tengah terlihat sepi. Bangunan bertingkat tersebut terlihat tertutup. Salah satu tetangga korban bernama Gunawan, mengakui sosok korban dikenal baik. Selama ini, korban juga bekerja sebagai dokter di RS Tlogorejo Semarang dan RSUP Dr Kariadi. “Bu Nanik orangnya baik. Kalau gak salah, beliau kan dokter jantung di Rumah Sakit Telogorejo dan di RSUP dr Kariadi,” terangnya.

Menanggapi kejadian tersebut, Gunawan mengaku tidak ada tetangga yang mendengar keributan. Bahkan, pihaknya juga baru mengetahui adanya kejadian tersebut baru-baru ini. “Pas kejadian tidak ada yang tahu. Seperti biasa saja tidak ada ribut-ribut. Kalau yang kos disitu sekitar 15 orang pekerja,” jelasnya.

Sedangkan terkait sosok pelaku penjaga tempat kos tersebut, Gunawan juga mengaku tidak mengenal. Hanya saja, pihaknya sepintas pernah melihat wajah pemuda tersebut. “Orangnya masih muda. Tapi gak kenal,” pungkasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban merupakan dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di RSUP dr Kariadi yang telah pensiun. Korban juga dokter di RS Telogorejo. “Waktu aktif di RSUP Kariadi, dulunya bertugas di Unit Pelayanan Jatung merehabilitasi pasien pos operasi jantung. 2016 ketemu beliau, tapi sudah pensiun,” kata seorang laki-laki yang enggan disebut namanya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lippo Gelontor Dana Pendidikan Rp 1,5 M

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Lippo Group memberikan bantuan dana pendidikan kepada ratusan siswa berprestasi di Indonesia sebesar Rp 1,5 miliar. Bantuan ini dibagikan kepada 10...

Sempat Ditentang Keluarga, Ingin Banyak Buka Lapangan Pekerjaan

RADARSEMARANG.COM - Ririh Ayu Widiyastuti adalah alumnus Politeknik Negeri Semarang (Polines). Begitu lulus kuliah, ia mencoba menciptakan lapangan pekerjaan dengan menjadi seorang enterpreneur. Ia...

Satgas Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Amankan Aset PTPN IX

SEMARANG-Sebanyak 300 anggota Satgas Federasi Serikat Pekerja Perkebunan IX Tanaman Tahunan (FSPBUN IX TT) mengamankan aset PT Perkebunan Nusantara (PTPN)  IX yang ada di...

Arbani Tak Naikkan Biaya Umrah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kenaikan biaya perjalanan umrah dan haji tak bisa dihindari lagi. Seiring dengan pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 5 persen yang...

Disinformasi dari Debat Capres, Djoko Santoso Disebut Dilarang Masuk

JawaPos.com - Debat perdana pemilihan umum presiden masih saja menyisakan disinformasi. Tiba-tiba beredar kabar bahwa pendukung paslon 02 tidak boleh masuk ke arena debat....

Tafsir Wapres untuk Nasib Sendiri

Oleh: Dahlan Iskan Multi tafsir. Mengapa Jokowi pilih Ma’ruf Amin. Dan mengapa Prabowo pilih Sandiaga Uno. Tafsir 1: Dua-duanya percaya diri. Berani tidak ambil tokoh dengan rating...