33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

LIBAS Kandang Tandang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

DUA kali berlaga, dua kali poin absolut diraih. Ya, PSIS mengawali kompetisi Liga 2/2017 dengan hasil positif. Setelah mempermalukan Persipur Purwodadi 2-1 dalam laga yang digelar di Stadion Krida Bakti Purwodadi, Sabtu (22/4), lawan kedua PSIS yakni Persipon Pontianak digasak 1-0 dalam laga di Stadion Jatidiri Semarang, Kamis (27/4) malam.

Donasi 6 poin ini membuat PSIS “nyicil ayem”. Maklum, kompetisi bakal superketat. Babak penyisihan grup atau babak awal kompetisi Liga 2 menjadi pertaruhan tim-tim peserta kompetisi kasta kedua Tanah Air ini untuk memastikan langkah selanjutnya yang masih sangat panjang untuk mewujudkan mimpi promosi. Kemenangan tak boleh hanya di saat laga kandang, namun tiga poin tetap harus dibidik saat laga tandang.

“Yang penting, di awal kompetisi ini kita harus mengumpulkan poin dulu sebanyak mungkin. Kalau bisa dengan gol yang banyak pula, karena ini kompetisi. Jangan hanya berfikir kita harus menang di laga kandang, tapi pertandingan tandang juga harus dioptimalkan, jangan hanya merebut satu poin tapi tetap harus poin penuh,” tandas Setyo Agung Nugroho, direktur teknik PSIS.

Ya, raihan tiga poin tersebut membuat Johan Yoga Utama dkk mendapat modal yang berharga untuk menyongsong pertandingan berikutnya di Grup 4. Namun Agung mengingatkan, permainan PSIS di dua pertandingan awal belum begitu meyakinkan. Dilihat dari skor di dua laga tersebut, meski menang namun skor terpaut tipis. 2-1 dan 1-0.

Dua gol Mahesa Jenar saat mengalahkan Persipur dicetak oleh Haudi Abdillah di menit ke 6 dan Johan Yoga (65’), sedangkan gol balasan tuan rumah dicetak melalui penalti M Fathkul Manan (53’). Sementara PSIS nyaris ditahan imbang Persipon di Jatidiri, sebelum pemain senior M Ridwan menjadi pahlawan kemenangan PSIS melalui gol tendangan bebasnya yang akurat di menit ke 83.

Karena itu Agung meminta baik pelatih maupun pemain tidak terlena. Banyak hal dari sisi teknis yang harus dibenahi dan dievaluasi. “Ingat, masih banyak lawan di Grup 4 yang mungkin lebih tangguh dari Persipur atau Persipon. Mungkin kita belum begitu teruji saat melawan Persipur maupun Persipon, jadi kita harus tetap fokus. Masih ada tim-tim bagus yang akan kita hadapi seperti Sragen FC, Persis Solo atau PSIR Rembang,” tegasnya.

Sragen United, lawan berikut PSIS sudah menunggu. Performa tim yang diakuisisi dari Laga FC ini cukup meyakinkan. Tim polesan pelatih papan atas Jaya Hartono ini mampu menjungkalkan tuan rumah Persipon di Stadion  Sultan Syarif Abdurahman, Minggu (23/4) lalu 2-1. Hari ini, Minggu (30/4) jajaran pelatih PSIS berencana akan “mengintip” kekuatan Sragen United yang akan bertanding melawan Persis Solo di Stadion Taruna, Sragen. (smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pembuat Motor Itu Bukan Pekerja Bengkel, melainkan Seniman

ANAK-anak muda ini punya cara tersendiri membuat orang menggandrungi motor custom. Mereka tak sekadar mengutak-atik motor, tapi juga menggairahkannya lewat gerakan. Bikin semacam museum...

Ibu dan Anak Tewas Terpanggang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Kebakaran rumah di Jalan Raya Bugangan 25 Kelurahan Rejosari Semarang Timur merenggut nyawa ibu dan anak sekaligus, Minggu (8/7), pukul 18.30. Keduanya terperangkap dalam...

Incar Anak-Anak SMA untuk Diajak Kencan

Fenomena sosial terselubung, Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT), ternyata tumbuh subur di negeri religius seperti Indonesia, termasuk di Kota Semarang. Mereka menyebut ini hak...

Siswi TK Pamekar Budi Juara 1 Lomba Mewarnai Generasi Emas

DEMAK-Afiqotun Ni’mah-akrab disapa Fifi-, siswi TK Pamekar Budi, Minggu (24/9) kemarin, berhasil meraih juara 1 dalam lomba menggambar tingkat Kabupaten Demak. Prestasi Fifi patut diacungi jempol....

Ribuan Warga Turut Ramaikan Pengundian

MUNGKID—Pengundian hadiah tabungan nasabah Bank Bapas 69, berlangsung meriah di lereng gunung Sumbing, akhir pekan kemarin. Sedikitnya 6000 warga turut memeriahkan acara yang digelar...

PKL Taman KB Tolak Direlokasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan Taman KB Semarang menuntut kejelasan nasib kepada Pemerintah Kota...