Jaga Keaslian Mobil yang Sarat Nilai Sejarah

Mengenal Komunitas Gorkovsky Avtomobilny Zavod (GAZ) Indonesia

2576
MOBIL JADUL: Komunitas Gorkovsky Avtomobilny Zavod (GAZ) Indonesia saat mengunjungi Akmil Magelang, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN PRIBADI)
MOBIL JADUL: Komunitas Gorkovsky Avtomobilny Zavod (GAZ) Indonesia saat mengunjungi Akmil Magelang, beberapa waktu lalu. (DOKUMEN PRIBADI)

Komunitas Gorkovsky Avtomobilny Zavod (GAZ) Indonesia merupakan wadah bagi pencinta mobil produksi Rusia. Mobil klasik yang dirancang untuk medan perang ini memiliki nilai sejarah tinggi.

MIFTAHUL A’LA

MOBIL jadul produk Gorkovsky Avtomobilny Zavod kini tinggal dimiliki segelintir warga Indonesia. Ada tiga jenis mobil GAZ, yakni seri GAZ 69 berjenis SUV atau jeep, seri GAZ 21 Volga sejenis sedan, serta truk Zil. Selain antik dan unik, mobil merek GAZ memiliki sejarah penting bagi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

”Mobil GAZ ini memiliki sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Mobil ini dulunya banyak digunakan TNI untuk mengangkut personel serta peluncur roket dan lain-lain,” kata Ketua Komunitas Gorkovsky Avtomobilny Zavod (GAZ) Indonesia, Haryo Prabowo, kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Haryo mengatakan, saat ini anggota Komunitas GAZ se-Indoensia mencapai 150 orang. Mereka  belum lama lalu menggelar kongres dan berkumpul sesama pencinta mobil GAZ di Magelang, Sabtu-Minggu (22-23/4) lalu.

Melihat nilai sejarah bagi TNI, Haryo bersama sejumlah rekannya membuat Komintas GAZ. Ia ingin ikut berperan dalam menjaga serta melestarikan mobil-mobil produk GAZ di Indonesia. Sebab, bagaimanapun dulu GAZ pernah memperkuat TNI, atau menjadi bagian dari sejarah bangsa Indonesia. ”Bahkan, saat itu Indonesia sempat disegani bangsa lain, dan mendapat julukan Macan Asia,” ujarnya.

Pemilik mobil GAZ 69 (GAZ pengangkut pasukan) dan GAZ 69A (GAZ komando) ini menambahkan, semua mobil produk GAZ yang ada di Indonesia merupakan mobil eks militer. Mobil ini tidak dijual umum, terutama jenis GAZ 69 dan truk Zil. Sedangkan mobil GAZ jenis sedan Volga rata-rata berasal dari hibah pemerintah Rusia.

Dikatakan Haryo, sebagian besar anggota GAZ mendapatkan mobil dari proses lelang atau DUM dari TNI. ”Karena sebagian besar mobil-mobil GAZ sudah tidak difungsikan dan digantikan dengan yang lebih canggih  sesuai tuntutan zaman,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, Komunitas GAZ fokus mengumpulkan pemilik mobil GAZ di Indonesia. Mereka berkomitmen untuk bisa berguna bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. ”Kami sempat melakukan kunjungan ke Akmil dan Candi Borobudur sekaligus mempromosikan pariwisata. Selain itu, kami melakukan bakti sosial penanaman pohon Albasia di Desa Treko, Mungkid, Magelang,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya merasa prihatin melihat mobil eks militer merek GAZ yang mangkrak dan tidak terurus. Karena itulah, anggota komunitas ini ingin membuat GAZ yang ndongkrok itu tampil lebih baik dan bisa dipakai lagi. ”Bisa dibilang, kami ingin membangunkan mobil GAZ dari tidur panjangnya,” ucapnya.

Korwil Komunitas GAZ Indonesia, Semarang, Isma Yanuar, mengatakan mobil GAZ memiliki keunikan karena setirnya masih di sebelah kiri. ”Beberapa mobil memang sudah ada yang dimodif setirnya di kanan, tapi sebagian besar masih asli, termasuk mobil GAZ milik saya,” katanya.

Isma merasa menemukan sensasi tersendiri ketika mengendarai mobil GAZ di jalanan. Bodi mobil yang bongsor, setir di sebelah kiri, dan bentuknya yang klasik khas Soviet, jelas tidak semua orang memiliknya.  ”Memang jadul, tetapi tetap sangat nyaman dan stabil saat dikendarai di semua medan,” ujarnya. (*/aro/ce1)

Silakan beri komentar.