28 C
Semarang
Sabtu, 12 Juni 2021

Masakan Nusantara Harus Kaya Bumbu

MAKANAN laut atau seafood punya banyak penggemar. Menu ini mudah dijumpai, mulai warung kaki lima hingga restoran papan atas. Apalagi di daerah yang punya wilayah laut seperti Kota Semarang, tak sulit mencari olahan makanan laut ini.

Salah satu jenis sea food yang cukup banyak digemari berbagai kalangan adalah kerang. Di Semarang, makanan berbahan kerang termasuk yang cukup populer. Nah, bagi penggemar kuliner kerang di Kota Semarang, Kedai 46 menyediakan menu ini dengan berbagai varian.

Kedai 46 yang terletak di Kawasan Kota Lama Semarang, Jalan Letjend Suprapto 46. Sebenarnya, tidak hanya kerang, Kadai 46 menyajikan menu masakan nusantara mulai dari opor hingga seafood. Tapi yang menjadi primadonanya adalah olahan kerang yakni kerang ijo dan kerang srimping.

Sintiana, pemilik Kedai 46 mengatakan, kerang ijo dan srimping olahannya memang banyak diburu pelanggan. Rahasianya terletak pada rasa yang khas pada bumbu atau sausnya.

Sintiana mengatakan, awalnya dirinya berjualan masakan Manado. Namun di Semarang peminatnya kurang, yang membuatnya langsung putar otak untuk menjual seafood. “Dulu sempat beberapa bulan kita jual masakan Manado, tapi ternyata yang suka sedikit dan pada nanyain seafoodnya. Ya, kita putuskan untuk teruskan seafoodnya dan kita tambahkan masakan nusantara,” ungkapnya.

Sintiana menuturkan, kerang di kedainya dimasak khusus oleh chef yang telah bertahun-tahun mengolah hasil laut itu. “Chefnya Bu Indri, ahlinya soal masak kerang, sebelum jual disini dia sudah lebih dulu jualan di Taman KB,” ujarnya.

Kerang Hijau Rica.(NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kerang ijo dan kerang srimping yang dimasak bumbu rica-rica oleh Indrianingsih, 43, memang berbeda dengan kerang lainnya. Bau amis tidak tercium karena pencucian 3-4 kali sebelum proses memasak, dan itu menjadi kuncinya. “Kalau secara umum, tidak beda bahan-bahannya, tapi dalan proses sebelum memasak memang kami cuci sampai 4 kali, tujuannya untuk menghilangkan pasir di dalam kerang dan bau amisnya,” kata Indri, yang tinggal di Jalan Kakap Semarang Utara ini.

Indri mengungkapkan, selain memperhatikan proses mencuci, kerang yang dimasak juga harus masih fresh dia ambil dari nelayan di Tambak Lorok. “Biasanya kan kalau jual kerang itu belinya di pasar, kalau kami sudah ada nelayan langganan,” imbuhnya.

Resep yang digunakan juga menurut Indri tidak rahasia. Namun dikatakan, rempah-rempah lebih ditonjolkan dalam bumbu dan saus masakannya. “Kalau resep sudah turun temurun dari ibu saya, tapi tidak banyak yang beda misalnya jahe, sereh, kunyit. Intinya harus berani bumbu, karena itu ciri khas masakan nusantara,” bebernya.

Kerang Srimping. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Kerang Srimping. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dari beragam jenis seafood, kerang dipilih dengan alasan yang paling ringan bagi kantong konsumen. Selain itu, kerang juga mengandung asam lemak omega 3 rantai panjang yang baik bagi kesehatan jantung. “Orang kan banyak yang pengin dan suka makan seafood, kami disini tawarkan murah meriah tapi tetap berkualitas,” ujarnya tertawa.

Indri mengatakan, dalam satu hari Kedai 46 bisa menyajikan sedikitnya 40 porsi kerang hijau dan kerang srimping. Beberapa jenis saus di sediakan antara lain saus asam manis, mentega dan rica-rica. “Kalau yang pengin pedas pesannya rica, kalau yang doyannya asin gurih ya saus mentega, disesuaikan seleranya,” katanya.

Satu porsi Kerang Hijau dihargai Rp 15 ribu sedangkan kerang srimping Rp 20 ribu. Kedai 46 buka setiap hari mulai pukul 08.30 – 18.00. (tsa/smu)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here