No Flare No Problem

  • Bagikan

KEHADIRAN suporter sebagai pemain ke-12 tim PSIS Semarang memang sangat dibutuhkan di stadion. PSIS punya dua kelompok suporter setia yang selalu memberikan dukungan saat tim berjuluk Mahesa Jenar berlaga di rumah maupun tandang keduanya seolah menghadirkan ruh di setiap kemenangan-kemenangan Johan Yoga dkk.

Di kompetisi tahun ini ini ada sejumlah aturan yang harus dipatuhi oleh kelompok suporter maupun penonton. Kalau dilanggar, sanksi tegas akan dijatuhkan operator kompetisi.

Dalam manual Liga 2 disebutkan bahwa operator melarang adanya hal-hal yang mengganggu jalannya pertandingan seperti flare, fireworks, smoke bomb, laser, spanduk yang bernada rasis, yel-yel serta hal lain yang dapat dikategorikan sebagai sebuah pelanggaran disiplin dan terhadap hal tersebut akan dikenakan sanksi sesuai kode disiplin.

Sanksi material maupun non material menghantui tim mulai dari denda Rp 10 juta hingga Rp 200 juta. Selain itu tim juga bisa terkena hukuman bertanding tanpa penonton atau bertanding di tempat yang netral.

Panpel laga kandang PSIS, Pujianto, mengatakan, sanksi terhadap tuan rumah atas insiden yang berakibat gangguan terhadap pertandingan itu bisa datang dari suporter tuan rumah maupun suporter tamu. “Gangguan yang datang dari suporter tuan rumah yang terkena sanksi tim tuan rumah, namun kalau gangguan yang datangnya dari suporter tamu yang terkena sanksi tim tuan rumah dan tim tamu. Makanya sebisa mungkin kami berharap suporter untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan tim,” beber Pujianto.

Sejumlah sosialisasi hingga sweeping telah dilakukan oleh Panpel PSIS untuk meminimalisir atau bahkan sama sekali menghilangkan kebiasaan menyalakan flare, fireworks, smoke bomb dan laser di setiap pertandingan. “Di dua pertandingan awal yaitu saat kami tandang di Purwodadi dan kandang menjamu Persipon sudah tidak ada flare, fireworks, smoke bomb. Kami harap bisa terus seperti ini hingga akhir kompetisi besok,” sambungnya.

Salah satu ketua kolektif Snex, Doni Kurniawan mengakui, hadirnya flare, smoke bomb dan fireworks memang cukup mengganggu jalannya pertandingan bahkan di beberapa pertandingan terpaksa harus dihentikan lantaran gangguan tersebut. “Memang baiknya sepanjang pertandingan tidak ada yang menyalakan flare, smoke bomb maupun fireworks karena mengganggu pertandingan,” beber Doni.

Senada dengan Doni, dirigen master Panser Biru, Ferry Guntoro alias Ferry Opel juga mengaku siap untuk terus sosialisasi ke pasukkannya agar meminimalisir hal-hal yang dapat merugikan tim kesayangan mereka. “Memang hal-hal itu di kalangan suporter sebenarnya bisa menambah semarak. Namun mau bagaimana lagi karena sudah ada aturan dari operator kompetisi dan juga FIFA sebisa mungkin kami juga akan ikut sosialisasi agar teman-teman bisa memberikan support yang positif untuk tim,” beber Opel. (bas/smu)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *