33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Uang Jasa Gelapkan Perkara

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sistem penegakan hukum dikupas secara gamblang dalam buku berjudul ’Advokat dan Penegakan Hukum’ karangan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep Parera, yang dibedah dalam acara berkonsep Law Season Conference, di gedung Fakultas Kedokteran Universitas Semarang (USM), Kamis (27/4).

Buku setebal 142 halaman tersebut diurai dalam 6 bab, di antaranya tentang prosesi advokat, penegakan hukum, isu-isu utama dalam penegakan hukum, krisis penegakan hukum, prinsip-prinsip moral yang relevan bagi penegak hukum, dan tanggung jawab advokat sebagai penegak hukum.

”Krisis penegakan hukum saat ini semakin mengkhawatirkan. Bahkan tidak hanya dalam subsistem tertentu, melainkan hampir seluruh sistem penegakan hukum dari pra ajudikasi hingga tahap eksekusi,” kata Theodorus Yosep Parera dalam bukunya.

Menurutnya mafia hukum bekerja sebagai jejaring yang mengatur dan memperdagangkan perkara serta sampai menentukan bentuk putusan. Sehingga nasib keadilan sudah ditentukan bagaimana mafia hukum berpikir tentang hukum.

”Sebagai sebuah jaringan, mafia hukum bergerak diam-diam. Bahkan kerahasiaan sangat dijaga, tidak hanya dari intipan publik, tetapi juga dari kolega mereka dalam korp penegak hukum,” ungkap Yosep saat mengurai buku pada bagian topik Krisis Penegakan Hukum.

Yosep memberikan contoh pada tahap penyelidikan, modus yang mengemuka adalah permintaan uang jasa dan penggelapan perkara. Ia menyampaikan, dalam kasus tersebut laporan perkara hanya akan ditindaklanjuti setelah menyerahkan uang jasa.

”Demikian halnya dalam penggelapan perkara, penanganan perkara dihentikan setelah ada kesepakatan menyerahkan sejumlah uang kepada oknum aparat. Sama halnya pada tahap penyidikan atau penuntutan, namun modusnya lebih beragam seperti negosiasi perkara, pemerasan, negosiasi status, pelepasan tersangka, penggelapan perkara, serta pengurangan tuntutan,” jelasnya.

Dalam acara bedah buku tersebut, juga dihadirkan dua narasumber yakni, nominator 2 besar calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Bernard L Tanya dan dosen magister ilmu hukum USM, Kadi Sukarna.‎

Menanggapi buku tersebut, Bernard menyampaikan tanggung jawab sebagai penegak hukum, mengharuskan seorang advokat untuk tetap menjunjung tinggi tegaknya hukum melalui pendampingan klien. Namun demikian, lanjut Bernard, dalam pendampingan seorang klien, tidak boleh membuat seorang advokat membenarkan segala kesalahan klien.

”Tapi klien yang bersalah juga harus dibela hak-haknya dalam kerangka peradilan yang adil. Itulah tanggung jawab sebagai seorang advokat, yang juga bagian dari penegak hukum, bukan sebagai pembela klien,” kata Bernard.

Sedangkan, Kadi Sukarna menyatakan, sebagai seorang advokat maka harus cerdas. Menurut kalau di luar negeri menjadi advokat maka keilmuannya harus benar-benar teruji. Ia juga menyampaikan, membahas masalah hukum bagi calon sarjana hukum maka tidak harus difokuskan berpikir setelah lulus menjadi apa. (jks/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Aset Pemprov Harus Dipercantik

SEMARANG – DPRD mendesak Badan Penghubung Pemprov Jateng berupaya keras memperkenalkan aset Pemprov yang berada di Jakarta kepada masyarakat luas. Langkah tersebut sebagai upaya...

Buntu, Reskrim Limpahkan ke Laka

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang belum menemukan unsur pidana yang diduga dilakukan Nur Chamid, 51, kepada istrinya, Sri Rahayu 40, warga Dusun Macanan RT...

Sistem Jemput Bola, Percepat Rekam Data E-KTP

UNGARAN–Percepatan proses rekam data E-KTP terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Semarang. Percepatan ini, menyasar usia 17 tahun ke atas di...

23 Kabupaten di Jateng Alami Kekeringan

TEMANGGUNG- Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah bersama BPBD Kabupaten Temanggung melakukan droping air bersih di Dusun Dusun Keniten Desa Tepusen Kecamatan...

Saudara Yuliyanto Dukung Rudi-Dance

SALATIGA - Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga nomor urut satu, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) semakin gencar melakukan sosialisasi dan...

BMI Jateng Siap Amankan Rekomendasi

SEMARANG - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) bakal melantik pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Banteng Muda Indonesia (BMI) Jateng. Ketua Komisi D DPRD...