33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Terpikat Musik Reggae

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BAGI Dahyu Afni Rahmah, reggae adalah aliran musik yang membawa ketenangan jiwa. Kecintaannya pada musik reggae berawal dari ketidaksengajaannya bergabung dengan band reggae teman-teman semasa SMA.

”Tahun 2011 ditawarin temenku buat gabung, dulu sama sekali nggak tahu lagu reggae. Trus dikasih beberapa materi lagu reggae dari mereka. Setelah saya dengerin ternyata asyik,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Daae –sapaan akrabnya—mengatakan, reggae telah mengalir dalam darahnya sejak saat itu. Ia menuturkan, sejak menjadi vokalis beraliran musik reggae, banyak pengalaman yang dirasakan. Salah satunya bertemu dengan musisi reggae Indonesia, Tony Q.

Vokalis reggae perempuan di Indonesia yang masih terhitung sedikit, membuatnya semakin mudah untuk dikenal di kalangan penikmat musik Bob Marley ini. ”Taruh kata di Semarang , ada vokal reggae cewek tuh bisa di hitung pake jari. Jadi, sukanya itu gampang dikenal sama orang,” ujarnya.

Dara kelahiran Klaten, 19 Oktober 1992 ini mengaku, beberapa pengalaman selama menekuni jenis musik ini, antara lain bisa mengenal sama musisi-musisi reggae lainnya. Sharing bersama teman-teman musisi reggae, sampai akhirnya sekarang dipercaya jadi lead vocal cewek untuk SRC All Star. ”Paling berkesan waktu sama band Kontras diundang buat nyanyi di nikahan keponakannya Om Tony Q, dedengkotnya reggae Indonesia,” akunya.

Meski reggae kerap dikaitkan dengan mereka yang berpenampilan sekenanya, serta cenderung semrawut, dan tidak lepas dari ganja, Daae mengatakan hal itu merupakan perilaku yang salah, karena tidak mengerti asal-usul dan sejarah musik reggae.

Alhamdulillah nggak pernah dapet omongan aneh-aneh, justru teman-teman reggae menghormati saya. Kalau yang semrawut itu menurutku mereka nggak paham sama musik reggae,” tuturnya yang mengidolakan Sara Lugo, musisi reggae perempuan berkebangsaan Jerman.

Ia mengaku, ingin memberi warna berbeda dengan musik reggae yang dibawakannya, yakni perpaduan reggae dan jazz. ”Kebetulan aku juga suka jazz,” katanya. (tsa/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Wali Kota dan DPRD Terancam Tidak Gajian

SALATIGA – Rapat paripurna penandatangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga yang digelar DPRD kembali gagal dilaksanakan, Senin (20/11). Penyebabnya masih sama,...

Pelatihan Jurnalistik

PARA guru SMAN 2 Ungaran Kabupaten Semarang meningkatkan kemampuan menulis artikel dengan mengikuti Pelatihan Menulis Artikel bersama Redaktur Jawa Pos Radar Semarang, Ida Nor...

Warga Genuk Krajan Diburu Polisi

SEMARANG - Aparat kepolisian tengah memburu warga Genuk Krajan VII RT 03 RW 04, Kecamatan Candisari bernama Hariyanto. Dia diduga terlibat aksi penembakan seorang...

Pengisian Pangkalan Data Siswa Banyak Ditanyakan

SLEMAN - Pengisian dan verifikasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dalam tahapan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) paling banyak ditanyakan. Direktur...

SFC Santuni Panti Asuhan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Semarang Fortuner Community (SFC) mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan anak-anak dari panti asuhan pada Minggu (27/5) lalu. Kegiatan buka bersama diikuti 40...

Proyek Kampung Bahari Belum Selesai

RADARSEMARANG.COM - Pembangunan taman dan jalan untuk proyek Kampung Bahari Tambaklorok Semarang sudah lama berhenti. Belum diketahui kapan proyek tersebut akan kembali dilanjutkan, sementara...