33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Mantan AMOL BRI Divonis 5 Tahun

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Mantan Asisten Manajer Operasional (AMOL) BRI Cabang Pattimura dan Pandanaran Semarang, Kaplink Samijan, divonis hukuman lima tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (27/4). Kaplink terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil korupsi dana BRI Cabang Pattimura dan Pandanaran Semarang 2013-2016 senilai Rp 2,1 miliar. Dugaan korupsi itu terjadi atas dana di 18 rekening BRI.

Majelis hakim yang dipimpin Sulistyono SH menjelaskan, uang hasil kejahatannya itu sebagian ditampung di sejumlah rekening yang disiapkan Kaplink, dan sebagian lagi untuk usaha rental mobil. Majelis hakim tidak sependapat dengan JPU terkait penyitaan uang di sejumlah rekening terdakwa yang diblokir senilai Rp 290 juta sebagai pengembalian kerugian negara.

Menurut majelis, sejak awal penyidik tidak menyita aset, baik rekening atau uang lain di dalamnya. Majelis juga menilai uang yang diblokir tidak dapat diperhitungkan untuk besaran beban kerugian negara. ”Terlepas bagaimana dan untuk apa, terdakwa harus dibebankan Rp 2.132.236.903.65 atas kerugian negara,” ujar Sulistyono.

Dia menyatakan, Kaplink terbukti bersalah sesuai dakwaan ke-1 subsider, pasal 3 jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Yakni, perbuatan menguntungkan diri sendiri, dan merugikan negara dengan membobol rekening BRI. Selain itu, Kaplink terbukti dakwaan kedua primer, pasal 3 UU TPPU jo asal 64 ayat 1 KUHP, yakni melakukan perbuatan menyembunyikan uang hasil korupsi untuk usaha lain.

”Menjatuhkan pidana lima tahun penjara. Denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan, serta dibebani membayar Uang Pengganti (UP) kerugian negara Rp 2.132.239.903.65 subsider satu tahun penjara,” katanya.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyebutkan hal-hal memberatkan, tindakan terdakwa tidak mendukung program pemberantasan korupsi pemerintah, dapat mengurangi kepercayaan masyarakat ke BRI dan tidak berterus terang. ”Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama dalam persidangan,” ujarnya.

Mendengar vonis tersebut, baik terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng, Slamet Widodo, menyatakan pikir-pikir. ”Saya masih pikir-pikir majelis,” kata Kaplink. (jks/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BUMN Sebaiknya Kuasai Bisnis yang Eksploitasi SDA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pemerintah diminta menggenjot pendapatan nonpajak melalui eksplorasi bonus demografi Indonesia yang kaya raya. Baik gas bumi, tambang, minyak, kapur sebagai bahan baku semen,...

Kembangkan Potensi Wisata Religi

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk mendongkrak ekonomi lokal, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menegaskan pemerintah dan masyarakat bisa terus menggali potensi ekonomi yang ada di sekitar...

Prof Ridwan Tekankan Melek Media

SEMARANG–Mempertahankan capaian yang telah dibangun oleh pendahulunya, menjadi tantangan berat bagi Rektor Universitas Katholik (Unika) Soegijapranata yang baru, Prof Frederick Ridwan Sanjaya. Menurutnya, terobosan...

Mengambil Hikmah dari Kesombongan Iblis (2)

RADARSEMARANG.COM - KALAU ditelusuri tentang fungsi salat itu sendiri yang seharusnya dapat menjadikan pelakunya  sebagai orang yang jauh dari perbuatan keji dan mungkar, tentu...

PT Simoplas Berharap Ada Perdamaian

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Gugatan terhadap PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) ternyata sudah lima kali diajukan oleh sejumlah penggugat maupun pemohon di Pengadilan Niaga (PN)...

Menyaru Tamu, Gasak Laptop Tuan Rumah

MUNGKID— Aksi kejahatan yang dilakukan Efs, 34, warga Depok, Jawa Barat, perlu diantisipasi. Dia menyaru (berpura-pura) bertamu dan numpang tidur. Rupanya, itu modus pelaku...