33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Jelang Ramadan, Polres Akan Gelar Razia

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL—Polres Kendal akan menggalakkan kembali razia terhadap penyakit masyarakat dan tempat-tempat hiburan malam. Mengingat sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan.

Penyakit masyarkat yang dimaksud adalah, peredaran minuman keras, judi terutama toto gelap (togel) yang selama ini oknumnya kucing-kucingan dengan petugas kepolisian. Selain itu, praktik prostitusi yang marak di batas Kota Kendal. “Selain tempat hiburan malam, seperti hotel-hotel dan tempat karaoke,” kata Kapolres Kendal, AKBP Firman Darmansyah, Kamis (27/4) kemarin.

Selain itu, pihaknya akan memperketat keamanan dengan melakukan patroli. Menyusul, angka kejahatan tiap Ramadan selalu meningkat karena transaksi ekonomi dan perbankan meningkat.

Razia maupun patroli, menurutnya penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Terutama umat muslim, sehingga menjalankan ibadahnya dengan tenang. “Kami ingin kondisi Kendal bisa kondusif, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman beraktivitas,” jelasnya di sela acara Coffee Morning dengan sejumlah awak media yang tergabung dalam PWI Kendal.

Kapolres Firman juga meminta kepada awak media untuk ikut memerangi berita Hoax. Terutama berita-berita di sosial media (medsos) yang sulit dikendalikan karena muncul dari akun abal-abal. “Saat ini, medsos sudah menguasai masyarakat yang dampaknya sangat besar, sehingga harus diantisipasi,” katanya.

Kapolres Firman menegaskan bahwa media memiliki tugas untuk menyampaikan program dan kegiatan kepolisian kepada masyarakat. Dengan demikian, masyarakat menjadi mengerti kerja polisi.

Hal senada dikatakan Wakapolres Kendal, Kompol Dili Yanto. Tugas media adalah mendidik masyarakat untuk memberikan informasi yang benar sesuai fakta. Sebab, jika informasi yang diberikan salah dan merugikan masyarakat lain, bisa dijerat dengan Undang-Undang (UU) Informasi Teknologi dan Elektronik.

Pelaku penyebar hoax bisa dianggap melanggar Pasal 28 Ayat 1 UU ITE. Yakni setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp1 miliar. “Jadi kami mengingatkan masyarakat berhati-hati sebelum menggerakan jari dan menyebarkan pesan berantai lewat perangkat elektronik. Jika kabar tersebut bohong, pelakunya bisa kena UU ITE dan dapat dilakukan penahanan,” tandasnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...