33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Ganjar Siap Maju Lagi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

TEMANGGUNG – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 tinggal sekitar 1 tahun lagi. Sejumlah tokoh mulai digadang-gadang untuk maju mencalonkan diri. Partai juga mulai mencari sosok yang bisa diusung sebagai calon Jateng 1.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga masih memiliki kesempatan untuk mencalonkan kembali. Tapi ia masih menunggu keputusan resmi dari partainya, PDI Perjuangan.

“Sesuai tradisi, di PDI Perjuangan itu clear. Biasanya kalau daerah-daerah penting seperti di Jawa dan Bali, semua ditentukan oleh ketua umum,” ucap Ganjar usai meresmikan Kampung KB di Desa Wonosari Kecamatan Bulu Temanggung, Kamis (27/4) petang.

Ia juga mempersilakan kader PDI Perjuangan lainnya yang ingin maju Pilgub. Seperti Bupati Kudus Musthofa yang mendapatkan dukungan dari kader Partai Banteng Moncong Putih Kudus untuk maju Pilgub. “Silakan saja, siapapun boleh maju,” ujar Ganjar.

Ditanya kesiapannya untuk maju lagi pada Pilgub Jateng 2018, Ganjar menyatakan masih menunggu putusan ketua umum. “Kalau ada putusan atau perintah (maju Pilgub), ya siap saja,” tegas Ganjar.

Sementara dalam peresmian Kampung KB Desa Wonosobo, Ganjar menyosialisasikan program Jateng Gayeng, Nginceng Wong Meteng. Menurutnya, ini bukan program yang saru atau tabu. Program ini dimaksudkan untuk nginceng atau memantau perkembangan ibu hamil serta selalu memantau ke mana ibu hamil pergi.

Teng peken di-keker atau pantau, kandutane sehat mboten, lahire kapan dan dipastikan semuanya harus siap. Jangan sampai tidak terpantau, menyebabkan kematian ibu saat melahirkan,” pinta Ganjar dalam acara yang juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atiqoh, Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan Wakil Bupati Irawan Prasetyadi.

Ganjar juga meminta masyarakat Desa Wonosari untuk mengikuti program KB. Hindari 4 terlalu. Yakni terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu rapat jarak kelahiran dan terlalu sering melahirkan. “Jangan terlalu dini untuk menikah, alangkah lebih baik waktu digunakan untuk belajar untuk mengejar cita-cita. Saya berharap keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dua anak lebih baik,” ujar pria asal Purworejo itu.

Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Wagino melaporkan, Kampung KB sudah dibentuk di hampir semua kabupaten/kota di Jateng. “Tahun 2017 diharapkan 573 kampung KB terbentuk,” jelasnya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bentengi Masjid dan Kampus dari Radikalisme

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Gerakan terorisme dan radikalisme masih mengancam bangsa Indonesia.  Untuk itu, gerakan radikalis yang anti-Pancasila dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI)  harus...

Pemilik KIA Baru 26 Persen

MAGELANG – Hingga kini, tercatat baru 26 persen dari sekitar 30 ribu anak di Kota Magelang yang sudah memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Dinas...

Dua Diringkus, Lainnya Masih Buron

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Dua anggota komplotan pencuri generator dan diesel, milik PT HK dan PT Casakti yang ada di area Pembangkit Listrik Mikro Hidro...

Tak Minta Royalti, Diterima Masyarakat Yoyok Bahagia

Para seniman Semarang punya andil untuk mengenalkan kota kelahirannya di kancah nasional. Salah satunya lewat karya. Sudah banyak tarian yang diciptakan, melekat di jagat...

Harga Beras Terus Naik

RADARSEMARANG.COM, PURBALINGGA – Harga beras di tingkat eceran mengalami kenaikan. Padahal pada 2017 lalu, Purbalingga surplus beras hingga 53 ribu ton. Di Kios Agus Pasar...

Ajak Bangun Persaudaraan, demi Keutuhan Bangsa

  SEMARANG - Perayaan Kamis Putih umat Katolik menjelang Paskah di Gereja Katedral Semarang, Kamis malam (13/4) kemarin, berlangsung khidmat. Ribuan umat Katolik menjalankan Misa...