33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Berulangkali Bangkrut, Berulangkali Bangkit Lagi

Lebih Dekat dengan Pemilik Entok Gobyos dan Warung Makan Harmoni

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mental wirausaha nyata melekat dalam diri Eko Pujianto. Selama 18 tahun ia menggeluti berbagai usaha dan berulangkali mendapatkan kegagalan. Tapi ia tak pernah menyerah.

EKO tidak kapok setiap kali gagal. Ia terus berusaha sampai bergonta-ganti jenis usaha. Mulai membuka toko elektronik, distro helm, rental mobil hingga pabrik cat tembok yang pernah mencapai omset miliaran rupiah dalam sebulan.

“Dari yang saya sebutkan tadi tinggal toko elektronik yang tersisa,” kelakar Eko membuka percakapan. Toko elektronik Bintang Mas yang ia maksud.

Bagi Eko, kegagalan seorang wirausahawan adalah sebuah keniscayaan. Kegagalan merupakan hal lumrah bagi wirausahawan. Yang salah, ketika menjumpai kegagalan lantas nglokro. Tak mau bangkit dan berinovasi lagi.

“Makanya setiap saya mengalami kegagalan, saya pasti lari ke Pasar Induk. Di situ saya mendapat pemahaman baru. Semangat baru. Sekaligus tahu peluang-peluang usaha yang mungkin saya lakukan,” kata pria yang sering disapa Eko Harmoni ini.

Sejak 2015 silam, Eko mulai menekuni usaha baru. Kuliner. Usaha ini diambil setelah pabrik cat tembok miliknya bangkrut. Ia memilih usaha membuat toko makanan dan oleh-oleh karena yakin sektor wisata di Wonosobo akan terus berkembang. Warung makan Entok Gobyos dan Rumah Makan Harmoni menjadi pilihannya. Entok Gobyok menjual masakan berbahan baku dari entok yang dimasak pedas. Sedangkan Rumah Makan Harmoni menyediakan berbagai macam oleh-oleh.

“Pemahaman saya wisatawan berkunjung ke suatu tempat itu mencari 3 hal. Mencari objek untuk dilihat, pemandangan; mencari yang dapat dirasakan, semisal makanan; dan mencari apa yang dibawa pulang, oleh-oleh. Saya menggarap ke 2 dan 3 itu,” katanya.

Kecerdikan membaca peluang membuat 2 usahanya itu terus berkembang pesat. Entok Gobyos semakin melebarkan sayap dengan membuka depot warung makan di banyak tempat yang menjadi akses wisatawan. “Awalnya, sasaran market dari Entok Gobyos ini adalah masyarakat. Sekarang sudah tidak, wisatawan juga sudah banyak yang mampir ke Entok Gobyos,” katanya.

Berkat keuletannya menjalin kerjasama dengan pelaku-pelaku travel, Rumah Makan Harmoni yang beralamat di Jalan Raya Kertek KM 6, Siono, Bojasari, Kretek, menjadi favorit para wisatawan untuk makan dan santai sejenak. Setiap pekan, ratusan bahkan ribuan wisatawan mampir di Harmoni. “Untuk Harmoni memang sengaja kita sediakan parkir luas. Dan sebisa mungkin memenuhi seluruh kebutuhan wisatawan. Makanya di situ kita sediakan makanan, jajanan sampai oleh-oleh untuk dibawa pulang,”

Terlepas dari perkembangan usahanya saat ini, ia ingin membagi tips kepada calon wirausahawan, khususnya kalangan muda. Menurut dia, seorang wirausahawan tidak boleh putus asa setiap kali mengalami kegagalan. “Gagal, siapapun pasti mengalami. Perbaiki diri kemudian action lagi. Kalau masih bingung, datanglah ke pasar tradisional, di situ akan dapat banyak pengetahuan baru,” jelasnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menuju World Heritage Kota Lama Terus Dibenahi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang menargetkan kawasan Kota Lama Semarang dapat diakui Unesco sebagai warisan budaya dunia pada 2020 mendatang. Saat ini, Kota...

Perlu Perbaikan untuk Tingkatkan Capaian IPM Jateng

Oleh: Mohamad Miftah Peneliti Bidang Pendidikan pada Bappeda Provinsi Jawa Tengah RADARSEMARANG.COM - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya...

Kemarau, Potensi Kebakaran Meningkat

BATANG – Potensi kebakaran di wilayah Kabupaten Batang meningkat. Paling banyak saat ini terjadi di hutan dan kebun tebu. Sejumlah faktor penyebab kejadian kebakaran...

Lupa Matikan Kompor, Rumah Ludes Terbakar

SEMARANG- Diduga lupa mematikan kompor saat pergi,  rumah Kasimin, 70, warga Gang Sidoro II RT 1 RW 3 Kelurahan Jabungan, Banyumanik ludes terbakar. Peristiwa...

Terus Belajar Alquran

WONOSOBO - Sebanyak 292 wisudawan dan wisudawati Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo menjalani prosesi wisuda di Gedung Sasana Adipura, Senin (15/5). Dalam wisuda yang...

Ke Tambora Lewat Pulau Moyo

Oleh: Dahlan Iskan Saya baru saja sarapan soto kambing di Sumbawa Besar. Saya memang suka kangen soto Sumbawa ini. Terutama kepala kambingnya. Disajikan utuh. Di...