32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Ganjar Siap Maju Lagi

TEMANGGUNG – Pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018 tinggal sekitar 1 tahun lagi. Sejumlah tokoh mulai digadang-gadang untuk maju mencalonkan diri. Partai juga mulai mencari sosok yang bisa diusung sebagai calon Jateng 1.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga masih memiliki kesempatan untuk mencalonkan kembali. Tapi ia masih menunggu keputusan resmi dari partainya, PDI Perjuangan.

“Sesuai tradisi, di PDI Perjuangan itu clear. Biasanya kalau daerah-daerah penting seperti di Jawa dan Bali, semua ditentukan oleh ketua umum,” ucap Ganjar usai meresmikan Kampung KB di Desa Wonosari Kecamatan Bulu Temanggung, Kamis (27/4) petang.

Ia juga mempersilakan kader PDI Perjuangan lainnya yang ingin maju Pilgub. Seperti Bupati Kudus Musthofa yang mendapatkan dukungan dari kader Partai Banteng Moncong Putih Kudus untuk maju Pilgub. “Silakan saja, siapapun boleh maju,” ujar Ganjar.

Ditanya kesiapannya untuk maju lagi pada Pilgub Jateng 2018, Ganjar menyatakan masih menunggu putusan ketua umum. “Kalau ada putusan atau perintah (maju Pilgub), ya siap saja,” tegas Ganjar.

Sementara dalam peresmian Kampung KB Desa Wonosobo, Ganjar menyosialisasikan program Jateng Gayeng, Nginceng Wong Meteng. Menurutnya, ini bukan program yang saru atau tabu. Program ini dimaksudkan untuk nginceng atau memantau perkembangan ibu hamil serta selalu memantau ke mana ibu hamil pergi.

Teng peken di-keker atau pantau, kandutane sehat mboten, lahire kapan dan dipastikan semuanya harus siap. Jangan sampai tidak terpantau, menyebabkan kematian ibu saat melahirkan,” pinta Ganjar dalam acara yang juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siti Atiqoh, Bupati Temanggung Bambang Sukarno dan Wakil Bupati Irawan Prasetyadi.

Ganjar juga meminta masyarakat Desa Wonosari untuk mengikuti program KB. Hindari 4 terlalu. Yakni terlalu muda melahirkan, terlalu tua melahirkan, terlalu rapat jarak kelahiran dan terlalu sering melahirkan. “Jangan terlalu dini untuk menikah, alangkah lebih baik waktu digunakan untuk belajar untuk mengejar cita-cita. Saya berharap keluarga kecil bahagia dan sejahtera, dua anak lebih baik,” ujar pria asal Purworejo itu.

Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah Wagino melaporkan, Kampung KB sudah dibentuk di hampir semua kabupaten/kota di Jateng. “Tahun 2017 diharapkan 573 kampung KB terbentuk,” jelasnya. (san/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here