33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Situs Batu Bale, Potensi Wisata Yang Terlupakan

Tak Dilengkapi Fasilitas Penunjang, Pengunjung Minim

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui dinas terkait, seharusnya dapat menggarap dan mengelola situs Situs Batu Bale, yang tak jauh dari Kota Semarang. Sehingga bisa mendatangkan banyak wisatawan. Seperti apa kondisinya sekarang?

AHMAD ABDUL WAHAB, Demak

SITUS Batu Bale merupakan salah satu potensi wisata di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Situs ini dianggap sebagai peninggalan purbakala zaman megalitikum, oleh karenanya diakui sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

Situs Batu Bale terdiri atas susunan beberapa batu besar yang dinaungi oleh pohon besar, sehingga terkesan memiliki aura mistis. Namun sayang, terkait dengan penamaan situs tersebut, tak banyak data yang bisa didapat.

Menurut pengakuan warga sekitar, Bale sendiri diartikan sebagai rumah, tetapi kebanyakan sepakat Bale mempunyai arti tempat tidur, karena bentuknya yang menyerupai ranjang tempat tidur.

Salah satu warga, Imam Baihaqi, mengatakan, dulu banyak wisatawan yang berduyun-duyun datang yang didorong rasa keingintahuan dan penasaran mereka. Tetapi, saat ini sudah jarang pengunjung yang datang, lantaran tidak adanya fasilitas yang mendukung di lokasi tersebut. Sementara itu, lokasi situs yang berada di tengah area pertanian warga juga turut menyamarkan pengunjung yang hendak datang. “Sekarang hanya anak-anak kecil yang datang. Itupun hanya untuk bermain dan mencorat-coret batu,” katanya.

Dia berharap, situs tersebut bisa mendapat perhatian dan penanganan yang lebih serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui dinas terkait, salah satunya dengan membuatkan taman di sekitar situs tersebut .“Agar semakin ramai, apalagi letaknya di kawasan perumahan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Batursari, Sutikno, mengatakan bahwa pihaknya saat ini belum mengalokasikan dana untuk sarana dan prasarana situs yang ada di desanya tersebut. Meski demikian, komunikasi dengan Balai Pelestarian Purbakala Jawa Tengah sering dilakukan. “Anggaran desa sangat terbatas, tetapi kami komunikasikan dengan dinas terkait agar ke depan bisa lebih baik lagi,” paparnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...