33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Rastra Jamuran dan Bau Busuk

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

TEMANGGUNG– Pembagian beras sejahtera (rastra) Kabupaten Temanggung 2017 menuai polemik. Di Desa Mandisari Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, beras yang dibagikan ada yang sudah tidak layak konsumsi. Beras berwarna kuning bercampur hijau seperti jamur, menggumpal, beraroma busuk dan sebagian dihinggapi lalat.

Dari hasil pengecekan lapangan sementara oleh petugas kantor desa setempat, di RT 02 RW 03 Dusun Karangpanjang, dari 50 karung rastra yang diberikan Bulog, 7 karung berkualitas buruk. Kerusakan serupa juga terjadi di RT 03 dan 04 RW 03 Dusun Karang Wetan, dari 95 karung ada sekitar 10 karung rusak.

“Baunya penguk (apek) kaya tempe busuk. Bebek saja kalau makan mungkin bisa mati. Entah kenapa beras ini rusak, bisa jadi kena air atau memang sudah terlalu lama disimpan di gudang,” kata Siti, 55, salah seorang penerima rastra dari Dusun Karangpanjang, Rabu (26/4).

Siti mengatakan, setiap tahun ia selalu menerima jatah rastra. Selama ini ia menerima beras selalu dalam kondisi bagus dan layak konsumsi. Baru kali ini rastra yang ia terima dalam kondisi tidak layak konsumsi. Melihat kondisi ini, ia dan beberapa warga lain mengaku enggan mengambil jatah yang sejatinya segera dibagikan. “Kalau begini wujudnya ya gak mau, karena tidak layak dimakan manusia,” ungkapnya.

Kepala Desa (Kades) Mandisari Isrofi mengatakan, pihaknya dibantu para perangkat akan terus mengecek kualitas rastra ke seluruh warga yang masuk dalam daftar penerima. Menurutnya, meski jatah rastra yang diterima pada periode pertama, sekitar 2 minggu lalu sebagian juga kurang baik, namun rastra yang dibagikan kali ini kualitasnya jauh lebih buruk.

“Beberapa bulan kan pembagian jatah rastra memang vakum, entah apa ini menjadi salah satu faktor penyebab buruknya kualitas rastra atau tidak. Yang jelas, kualitasnya lebih buruk dari yang kemarin,” akunya.

Sebagai upaya penanganan awal, ia akan berkoordinasi dengan Bulog setempat untuk menarik rastra yang tidak layak konsumsi tersebut dan segera menggantinya dengan yang berkualitas baik. “Tahun lalu jumlah penerima rastra di desa kami mencapai 247 orang, sedangkan tahun ini turun menjadi 224. Artinya terdapat perubahan data, namun yang patut disesalkan,72 orang yang diganti itu tanpa melalui konfirmasi dengan pihak desa,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Gudang Bulog Kabupaten Temanggung Ikhsan Karisma mensinyalir penyebab utama kerusakan rastra yang diterima oleh warga Desa Mandisari Kecamatan Parakan adalah karena terkena air saat dilakukan proses distribusi barang. “Pengaruh air terhadap kualitas beras memang sangat cepat,” ujarnya.

Ikhsan melanjutkan, kerusakan rastra ini merupakan yang pertama di Kabupaten Temanggung untuk alokasi tahun 2017. Atas temuan ini, Bulog akan mendata serta mengganti seluruh beras yang berkualitas buruk dengan beras yang berkualitas baik, tanpa adanya biaya tambahan sepeserpun.

Menurutnya, Bulog sejatinya telah menyortir agar rastra yang dibagikan kepada masyarakat memang beras yang benar-benar berkualitas atau layak untuk konsumsi. “Rastra ini merupakan alokasi untuk bulan Februari dan telah sampai di Desa Mandisari pada tanggal 20 April 2017 atau sudah seminggu lalu,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Temanggung Sunardi menambahkan, proses distribusi rastra di Kabupaten Temanggung secara resmi telah dimulai Selasa (11/4) silam. Tahun ini, jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ada 49.186 keluarga atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 51.816 keluarga. Sedangkan untuk alokasi rastra yang akan dibagikan hanya sebesar 737 ton per bulan atau menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai 800 ton.

Untuk program ini, pemerintah memberikan alokasi subdisi sebesar Rp 5.700 per kilogram sehingga rastra dapat ditebus oleh KPM terdaftar dengan harga Rp 1.600 per kilogram. “Untuk pembagian rastra bulan Januari jatuh pada tanggal 11-18 April, Februari 20-28 April, serta periode Maret sampai April jatuh pada bulan Mei. Di mana dalam satu hari akan dibagikan ke lima titik kecamatan berbeda,” bebernya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...