33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Bupati Klaten Akui Terima Rp 270 Juta

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Bupati Klaten non-job, Sri Hartini mengakui menerima uang syukuran Rp 270 juta dari Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kebumen Bambang Teguh Satya saat diperiksa sebagai saksi dalam kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang menjerat Kepala Seksi SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Suramlan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (26/4).

”Uang itu saya terima sekitar Desember 2016. Pemberian Pertama Rp 100 juta dan kedua Rp 170 juta. Uang itu dari Bambang, saya menerima cuma 2 tahap. Itu memang uang syukuran dan sudah tradisi,” katanya

Dia menduga tradisi menerima uang syukuran tersebut sudah ada saat masa jabatan bupati-bupati sebelumnya. ”Yang membuat istilah syukuran siapa, saya kurang paham, cuma saya tahu mungkin dari dulu-dulu sudah begitu, khususnya kalau akan ada penerimaan jabatan. Mungkin juga sudah dari bupati-bupati sebelumnya,” kata Sri saat dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Antonius Widijantono.

Sri juga mengaku karena sifatnya diberi, sehingga uangnya langsung diterima. Ia juga mengaku kalau uang tersebut saat diberikan Bambang cuma dikatakan, sisanya akan diserahkan nanti untuk kekurangannya karena Suramlan baru memberikan Rp 100 juta untuk menjadi Kabid SMP.

”Waktu Bambang datang sendiri dan cuma menyerahkan uang saja, katanya untuk jadi Kabid SMP, sisanya tidak saya tanya. Pak Bambang mengatakan Bu, ini titip nanti kekurangannya besok sowan lagi,” ungkapnya.

Atas penyerahan uang tersebut, Sri mengaku langsung memanggil Slamet (Sekretaris Baperjakat), selaku yang mendata tentang kenaikan jabatan. Sri juga langsung menyerahkan dan memperlihatkan nama-nama yang akan naik jabatan di Dinas Pendidikan. Ia juga mengaku kalau besaran uang syukuran antara Kasi dan Kabid berbeda. Dari Rp 200 juta dan Rp 300 juta. Sri menegaskan kalau untuk promosi SOTK tersebut semuanya sudah diserahkan ke dinas masing-masing.

”Saat memberi data-data itu tim Baperjakat sudah dibentuk, suratnya agak lupa nomornya. Baperjakat mau bekerja mendekati SOTK saja. Kriteria seseorang menduduki jabatan pertama untuk pengisian jabatan, karena tidak hafal dan tidak tahu jadi saya perintahkan dinas masing-masing, dengan begitu jabatannya tepat, makanya diambil dari usulan dinas masing-masing,” tandasnya.

Dia mengatakan, untuk Dinas Pendidikan khusus job penempatan SD-SMP, seingatnya ada pada September atau Oktober. Ia mengaku mengetahui dari laporan BKD yang secara langsung dilapori Satiasto dan Slamet, kemudian ia memanggil pegawai Dinas Pendidikan yakni Dirno dan Bambang.

Selain Sri Hartini juga ada 3 saksi lainnya yang diperiksa secara terpisah, yakni dua di antaranya dari pihak swasta Ponidi dan Dandi Ivan Choiry, sedangkan 1 lagi saksi dari PNS Kabupaten Klaten, Jaka Salwadi. Dalam perkara tersebut, JPU KPK, Dodi Sukmono mendakwa Suramlan telah melakukan suap kepada Bupati Klaten Sri Hartini untuk mendapat jabatan tersebut. Suap diberikan sebesar Rp 200 juta melalui mantan Kepala Bidang Sekolah Dasar Disdik Kebumen Bambang Teguh Satya. Suramlan juga didakwa bersalah melakukan tindak pidana suap dan gratifikasi sebagaimana pasal 5 dan pasal 13 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. (jks/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Syukuran Arab Hays

Saya dapat kiriman buka puasa. Dari Rochman Budiyanto. Wartawan intelektual. Humoris. Satiris. Kirimannya berupa hadits. Via WA. Sohih Bukhori Muslim. Intinya: harusnya saya memang begitu....

Akses Jalan Rogoselo Pedawang Dibuka

KAJEN–Warga masyarakat Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, kini tidak lagi harus berputar menempuh jarak yang cukup jauh ketika harus ke Desa Rogoselo dan...

Latih Disiplin Siswa dengan Salat Berjamaah

RADARSEMARANG.COM - MEMILIKI Anak yang bersikap disiplin merupakan idaman bagi orang tua. Salah satu tujuan orang tua menyekolahkan anak supaya bisa memiliki sikap disiplin....

Beri Penghormatan, Pugar Makam Pahlawan

BATANG - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, sebagai bentuk bakti dan penghargaan kepada para pahlawan bangsa, Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Gringsing, sepakat mempugar beberapa...

Pendidikan Berbudaya Jadi Metode Ideal Pembelajaran

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPR merasa bahwa jawaban atas pencarian bentuk dari model pendidikan di Indoneisa telah ditemukan. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul...

Manfaatkan Asimilasi, Warga Binaan Kabur

PEKALONGAN-Seorang warga binaan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIB Kota Pekalongan yang mendapatkan asimilasi atau proses pembinaan narapidana di luar tembok penjara, justru dimanfaatkan...