31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Perlu Dibuat Cluster dan Melibatkan Masyarakat

KOTA Lama bagi Kepala Kantor Pertanahan Nasional  Kota Semarang, Sriyono adalah bagian dari sejarah hidupnya. Sebab, dia lahir dan menghabiskan masa kecil di Purwodinatan, Kelurahan Semarang Tengah, tak jauh dari kota tua peninggalan Kolonial Belanda tersebut. Dia  biasa bermain di kawasan Kota Lama, sebelum akhirnya pindah ke Ngaliyan hingga saat ini.

”Waktu kecil saya suka bermain di Jalan Kepodang, Bank Bumi Daya, Bank Niaga, dan di Jalan Sendowo. Jadi, saya tahu betul daerah saya. Itu banyak gentho, kampung nakal lah. Alhamdulillah, saya tidak termasuk, buktinya bisa jadi seperti sekarang,” ucap kata Sriyono penuh semangat ketika FGD Kota Lama yang digelar Jawa Pos Radar Semarang.

Karena memiliki history khusus dengan Kota Lama, sehingga dirinya sangat tertarik dan senang ketika diajak membahas tentang kemajuan Kota Lama. ”Bahkan, dari dulu saya menunggu gregetnya terkait pengembangan Kota Lama ini,” cetus mantan Kepala BPN Solo yang baru sebulan pindah ke Kantor Pertanahan Nasional Kota Semarang ini.

Sriyono mengaku merasa terpanggil untuk menggeliatkan Kota Lama. Ia melihat Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang masih belum banyak melibatkan masyarakat setempat dalam upaya menghidupkan Kota Lama. ”Di masyarakat belum tampak gregetnya. Sehingga perlu diajak untuk nyengkuyung pengembangan Kota Lama sebagai pusat budaya. Bahkan, kalau perlu masyarakat sekitar diberdayakan untuk turut menjaga kebersihan wilayah Kota Lama. Ini sangat penting,” tandas pria yang telah 21 tahun mengembara ke berbagai kota, dan sekarang bermukim di Ngaliyan ini.

Jika ada event, menurutnya, perlu sosialisasi hingga ke tingkat kampung. Masyarakat perlu dilibatkan. ”Selama ini, kalau ada event, kurang komunikatif dengan masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat setempat merasa yang terjadi di Kota Lama milik warga kawasan elite,” tuturnya menyayangkan.

Padahal jika memberdayakan masyarakat serta para remaja atau Karangtaruna setempat, akan ada rasa memiliki, handarbeni terhadap Kota Lama. Itu juga menjadi bagian sosialiasi dan promosi strategis dalam menghidupkan Kota Lama. Selain itu, perlu membentuk komunitas peduli kebersihan. ”Orang Semarang, inginnya digatekke atau diuwongke (diperhatikan dan dimanusiakan),” tandasnya.

Selain pelibatan masyarakat setempat, Sriyono juga mengusulkan perlunya dikembangkan cluster-cluster di setiap gang seperti di Bandung. Ada cluster kuliner, ada cluster penjual baju jins seperti di Cihampelas Bandung, dan lainnya. ”Kalau perlu, di setiap cluster dibuatkan event seperti pentas musik keroncongan atau lainnya. Dan anak muda, bisa menjadi sasaran market,” usulnya.

”Pada prinsipnya, bagaimana pengunjung nyaman, kebersihan dijaga, kalau haus ada penjual minuman, kalau lapar bisa langsung kulineran. Pengunjung yang dipikirkan, mau beli apa di Kota Lama, dan rasa nyaman hingga waktu serasa kurang untuk berada di Kota Lama. Sehingga gaungnya tak seremonial, tapi nyata,” tambahnya.

Sriyono membandingkan event Imlek di Solo dengan Semarang sangat berbeda jauh. Kalau di Solo, semua stakeholder nyengkuyung, termasuk masyarakat. Bahkan seluruh SKPD terlibat di dalamnya. Sehingga jalanan itu benar-benar hidup, ada banyak lampion di sepanjang jalan protokol di Kota Solo, bahkan sampai di sepanjang sungai di sekitar Pasar Gede. ”Ini berbeda dengan di Semarang, kurang disengkuyung bareng,” kritiknya.

Dia juga mengingatkan, pentingnya membina juru parkir, para sopir taksi, kepastian kebersihan termasuk makanan halal. ”Karena wisatawan luar, akan terganggu dengan para juru parkir dan sopir taksi yang tidak profesional. Misalnya, harusnya memakai argometer, tapi ternyata argonya tidak dipasang. Hal demikian akan membuat wisatawan kesal,” tuturnya.

Sriyono juga siap membantu memastikan proses status tanah gedung-gedung tua di kawasan Kota Lama. ”Nanti akan saya teliti data kami. Kami siap membantu yang menjadi keinginan Bu Wakil Wali Kota Semarang,” tandasnya. (ida/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here