33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Usia Muda pun Rentan Terkena Penyakit Diabetes

Dari Seminar Mencegah Komplikasi Diabetes di RSI Sultan Agung

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit berbahaya yang sering tidak dihiraukan oleh sebagian masyarakat. Padahal penyakit yang bisa diderita seumur hidup ini sekarang menjadi penyakit paling diwaspadai di dunia kesehatan.

ABDUL MUGHIS

PENDERITA diabetes yang tidak segera mendapatkan penanganan rentan menimbulkan penyakit komplikasi, seperti jantung, ginjal, kulit, mata, hingga stroke mematikan. Berdasarkan tingkat prevalensi, penyakit diabetes ini telah menempati peringkat ketiga.

”Penderita diabetes menduduki urutan ketiga yang memeriksakan diri ke rumah sakit di Semarang,” kata dr Nur Anna Chalimah Sa’dyah saat menjadi narasumber seminar ’Mencegah Komplikasi Diabetes dengan Pola Makan’ di RSI Sultan Agung Semarang, kemarin (25/4).

Ia mengakui, jumlah penderita diabetes meningkat tajam. Bahkan, Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk penderita diabetes. Hal yang memprihatinkan, sejauh ini masih banyak yang tidak memeriksakan diri karena tidak sadar bahwa penyakit diabetes itu merupakan penyakit berbahaya. ”Usia yang rentan terkena diabetes 40 tahun ke atas, tapi juga memungkinkan bagi usia muda,” ujar dokter RSI Sultan Agung ini.

Karena itu, lanjut dia, tenaga kesehatan perlu melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Terlebih penderita diabetes ini, baik yang diklaim asuransi maupun tidak, menghabiskan biaya tidak sedikit. Bahkan telah banyak menyerang usia produktif.

”Karenanya, perlu upaya pencegahan supaya masyarakat tidak terkena diabetes. Bagi penderita diabetes supaya tidak terjadi komplikasi. Termasuk bagi yang sudah terjadi komplikasi supaya tidak timbul kecacatan ataupun timbul kematian. Komplikasi diabetes bisa ke jantung, ginjal, kulit, mata, stroke dan lain-lain. Tentu, itu biayanya juga sangat besar,” katanya.

Dijelaskannya, diabetes dikenal sebagai penyakit ’dasamuka’, karena memiliki keluhan yang sangat banyak. Tapi keluhan yang khas adalah banyak minum dan mudah haus, mudah lapar, banyak kencing, serta penurunan berat badan secara drastis. Untuk gula darah dikatakan penderita diabetes itu banyak kencing, mudah haus, mudah lapar, kemudian dia cepat kurus. Gejala yang tidak khas di antaranya luka sulit sembuh, penglihatan kabur, dan kesemutan.

”Tapi juga bisa juga ada keluhan lain, seperti kesemutan, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, impotensi, keputihan, cepat capek dan lain sebagainya,” bebernya.

Dikatakan, upaya pencegahannya sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun perlu upaya menyadarkan masyarakat supaya gemar berolahraga, mengonsumsi makanan yang sesuai, kemudian berkonsultasi kepada dokter.

Nur Anna menjelaskan, untuk menghindari penyakit ini, perlunya menormalkan berat badan, rutin berolahraga, kebiasaan hidup sehat, dan mengecek gula darah secara rutin. ”Seseorang dikatakan diabetes kalau gula darahnya tinggi, kalau dicek di atas 200, atau kalau sedang puasa di atas 126. Itu perlu dilakukan antisipasi,” katanya.

Diabetes merupakan penyakit seumur hidup, lanjut dia, karena itu perlu dilakukan kontrol secara terus-menerus atau rutin. Termasuk meminum obat secara teratur. Selain itu juga perlu konsultasi dokter secara teratur agar jangan sampai menimbulkan komplikasi yang serius.

”Ternyata penderita gagal ginjal itu terbanyak penyebabnya adalah diabetes yang tidak terkontrol. Jika parah, akan mengalami ketergantungan cuci darah, kan kasihan. Tidak hanya itu, diabetes yang tidak terkontrol juga bisa mengakibatkan komplikasi penyakit jantung koroner hingga stoke. Ini perlu diwaspadai,” tegasnya.

Secara bijak, lanjutnya, orang awam harus mengetahui cara diet secara benar. Bukan masalah pantangan, tapi pembatasan makan. Tentunya dengan memilih makanan yang sesuai. Sebelumnya, bisa konsultasi ke dokter dan ahli gizi terlebih dulu untuk menentukan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes.

Makanan untuk penderita diabetes yang harus diatur adalah 3J: jumlah, jadwal dan jenis. Maka dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung sayur-sayuran dan buah-buahan. Bukan karbohidratnya. Penyebab diabetes selama ini dianggap sebagai gula saja. Padahal sebenarnya tidak hanya gula, tapi juga karbohidrat. ”Jadi, perlu pembatasan karbohidrat, dengan pemilihan jenis makanan secara benar. Misalnya, memilih nasi yang mengandung serat maupun gandum berserat tinggi,” katanya.

Zabidah, 60, mengaku selama ini awam soal identifikasi penyakit diabetes. Dia mengaku bukan penderita diabetes. ”Saya baru butuh seluk-beluk penanganan diabetes setelah suami saya terkena penyakit ini. Pengetahuan seperti ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, biar paham. Apalagi suami saya penderita diabetes,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

HFLA Siap Dorong Kemajuan Wisata

RADARSEMARANG.COM, PEMALANG – Salah satu organisasi profesi dalam bidang perhotelan, Hotel Front Liners Association (HFLA) siap membantu pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan iklim wisata...

375 Anak Terima Santunan

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Pemkab Temanggung memberikan santunan tali asih kepada  375 orang anak yatim piatu dan kaum duafa serta penyandang tunanetra. Tali asih  diserahkan oleh Pjs...

Olah Menu Nusantara dengan Konsep Western

Bertepatan dengan tahun kedua berdirinya Nestcology sejak 2015 lalu, kafé ini menawarkan konsep baru dan sejumlah varian menu dengan tema Gastroversity. Kafé yang berada...

Pengembangan Karimunjawa Berkonsep Ecotourism

SEMARANG – Destinasi wisata andalan Jawa Tengah, Kepulauan Karimunjawa akan dikembangkan dengan konsep ecotourism. Sejumlah fasilitas akan dibangun di objek wisata di Kabupaten Jepara...

Pernah Perbaiki Motor Milik Mantan Presiden BJ Habibie

RADARSEMARANG.COM - Bagi Herman Ngadihartanto, sepeda motor mungkin adalah sebagian dari nafasnya. Ya, selain hobi menunggangi motor gede (moge), Herman juga memiliki usaha bengkel...

Bioedukasi Off to Online

RADARSEMARANG.COM -PERKEMBANGAN teknologi dari Offline ke Online (off to ol) membawa dampak signifikan terhadap proses pembelajaran Biologi. Sehingga pembelajaran Biologi  tidak tergerus perkembangan zaman...