33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Usia Muda pun Rentan Terkena Penyakit Diabetes

Dari Seminar Mencegah Komplikasi Diabetes di RSI Sultan Agung

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

Diabetes Melitus (DM) termasuk penyakit berbahaya yang sering tidak dihiraukan oleh sebagian masyarakat. Padahal penyakit yang bisa diderita seumur hidup ini sekarang menjadi penyakit paling diwaspadai di dunia kesehatan.

ABDUL MUGHIS

PENDERITA diabetes yang tidak segera mendapatkan penanganan rentan menimbulkan penyakit komplikasi, seperti jantung, ginjal, kulit, mata, hingga stroke mematikan. Berdasarkan tingkat prevalensi, penyakit diabetes ini telah menempati peringkat ketiga.

”Penderita diabetes menduduki urutan ketiga yang memeriksakan diri ke rumah sakit di Semarang,” kata dr Nur Anna Chalimah Sa’dyah saat menjadi narasumber seminar ’Mencegah Komplikasi Diabetes dengan Pola Makan’ di RSI Sultan Agung Semarang, kemarin (25/4).

Ia mengakui, jumlah penderita diabetes meningkat tajam. Bahkan, Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk penderita diabetes. Hal yang memprihatinkan, sejauh ini masih banyak yang tidak memeriksakan diri karena tidak sadar bahwa penyakit diabetes itu merupakan penyakit berbahaya. ”Usia yang rentan terkena diabetes 40 tahun ke atas, tapi juga memungkinkan bagi usia muda,” ujar dokter RSI Sultan Agung ini.

Karena itu, lanjut dia, tenaga kesehatan perlu melakukan upaya pencegahan sedini mungkin. Terlebih penderita diabetes ini, baik yang diklaim asuransi maupun tidak, menghabiskan biaya tidak sedikit. Bahkan telah banyak menyerang usia produktif.

”Karenanya, perlu upaya pencegahan supaya masyarakat tidak terkena diabetes. Bagi penderita diabetes supaya tidak terjadi komplikasi. Termasuk bagi yang sudah terjadi komplikasi supaya tidak timbul kecacatan ataupun timbul kematian. Komplikasi diabetes bisa ke jantung, ginjal, kulit, mata, stroke dan lain-lain. Tentu, itu biayanya juga sangat besar,” katanya.

Dijelaskannya, diabetes dikenal sebagai penyakit ’dasamuka’, karena memiliki keluhan yang sangat banyak. Tapi keluhan yang khas adalah banyak minum dan mudah haus, mudah lapar, banyak kencing, serta penurunan berat badan secara drastis. Untuk gula darah dikatakan penderita diabetes itu banyak kencing, mudah haus, mudah lapar, kemudian dia cepat kurus. Gejala yang tidak khas di antaranya luka sulit sembuh, penglihatan kabur, dan kesemutan.

”Tapi juga bisa juga ada keluhan lain, seperti kesemutan, luka sulit sembuh, penglihatan kabur, impotensi, keputihan, cepat capek dan lain sebagainya,” bebernya.

Dikatakan, upaya pencegahannya sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun perlu upaya menyadarkan masyarakat supaya gemar berolahraga, mengonsumsi makanan yang sesuai, kemudian berkonsultasi kepada dokter.

Nur Anna menjelaskan, untuk menghindari penyakit ini, perlunya menormalkan berat badan, rutin berolahraga, kebiasaan hidup sehat, dan mengecek gula darah secara rutin. ”Seseorang dikatakan diabetes kalau gula darahnya tinggi, kalau dicek di atas 200, atau kalau sedang puasa di atas 126. Itu perlu dilakukan antisipasi,” katanya.

Diabetes merupakan penyakit seumur hidup, lanjut dia, karena itu perlu dilakukan kontrol secara terus-menerus atau rutin. Termasuk meminum obat secara teratur. Selain itu juga perlu konsultasi dokter secara teratur agar jangan sampai menimbulkan komplikasi yang serius.

”Ternyata penderita gagal ginjal itu terbanyak penyebabnya adalah diabetes yang tidak terkontrol. Jika parah, akan mengalami ketergantungan cuci darah, kan kasihan. Tidak hanya itu, diabetes yang tidak terkontrol juga bisa mengakibatkan komplikasi penyakit jantung koroner hingga stoke. Ini perlu diwaspadai,” tegasnya.

Secara bijak, lanjutnya, orang awam harus mengetahui cara diet secara benar. Bukan masalah pantangan, tapi pembatasan makan. Tentunya dengan memilih makanan yang sesuai. Sebelumnya, bisa konsultasi ke dokter dan ahli gizi terlebih dulu untuk menentukan jenis makanan yang sesuai dengan kebutuhan penderita diabetes.

Makanan untuk penderita diabetes yang harus diatur adalah 3J: jumlah, jadwal dan jenis. Maka dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung sayur-sayuran dan buah-buahan. Bukan karbohidratnya. Penyebab diabetes selama ini dianggap sebagai gula saja. Padahal sebenarnya tidak hanya gula, tapi juga karbohidrat. ”Jadi, perlu pembatasan karbohidrat, dengan pemilihan jenis makanan secara benar. Misalnya, memilih nasi yang mengandung serat maupun gandum berserat tinggi,” katanya.

Zabidah, 60, mengaku selama ini awam soal identifikasi penyakit diabetes. Dia mengaku bukan penderita diabetes. ”Saya baru butuh seluk-beluk penanganan diabetes setelah suami saya terkena penyakit ini. Pengetahuan seperti ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, biar paham. Apalagi suami saya penderita diabetes,” ujarnya. (*/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Infrastruktur Rusak Akibat Proyek Tol

KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi bersama jajarannya dan Ketua DPRD, Kabupaten Pekalongan melakukan sidak sejumlah proyek perbaikan infrastruktur, belum lama ini. Sidak dilakukan...

Hadirkan Nuansa Heritage dan Menu Khas

Memiliki kekhususan dan kekhasan. Baik pilihan menu, konsep maupun tema outlet. Inilah yang diunggulkan oleh Restoran Pringsewu Group, beserta jaringannya. Salah satunya adalah Restoran...

Cekcok, “Bom” Meledak

TEMANGGUNG—Pada Rabu (22/11) malam, sekitar pukul 23.00, warga Dusun Pandesari RT  03 RW 08 Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan, Temanggung, dikejutkan dengan suara ledakan...

Rp 6,4 M untuk Pengembangan Hortikultura

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang mendapat hadiah menjelang hari ulang tahun ke-52. Yakni mendapatkan alokasi kegiatan hortikultura oleh Kementerian Pertanian senilai Rp 6,4...

Aksioma Diikuti 252 Peserta dari 23 MI

DEMAK - Sebanyak 252 peserta dari 23 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, ambil bagian dalam Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah...

Asuransikan 10 Ribu Nelayan

KAJEN – Guna meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan yang ada di Kecamatan Wononerto, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, Senin (25/9) mengikutsertakan 10 ribu nelayan...