33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Lima Saksi Diperiksa Bersamaan

Dugaan Korupsi Benih Tebu

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

SEMARANG – Lima saksi diperiksa dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan benih tebu pola II tahap II di Kabupaten Pati pada Dinas Perkebunan (Dinbun) Provinsi Jateng 2013 di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (25/4) petang. Dalam perkara itu, yang didudukkan sebagai terdakwa adalah Hamim Teja Permana, Direktur CV Intraco Pratama (IP), dan Andri Priyanto, panitia pelaksana.

Kelima saksi itu adalah Dr Moelyono, Kepala Seksi Lahan dan Air Sarpas Dinas Perkebunan Provinsi Jateng yang juga ketua panitia pengadaan; Abdul Ghofur, Staf Bagian Umum Dinas Perkebunan Provinsi Jateng yang juga sekretaris bagian pengadaan, dan Dr Hermono Budi Santoso, mantan Kepala Biro Pusat Penelitian Perkebunan Pabrik Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan.  Dua saksi lainnya adalah Sutarman, Wakil Kepala Divisi Teknik PT Asuransi Mega Paratama dan Surono, Staf Kasi Perangkat Desa Bumiayu.

Dalam perkara itu, para saksi diperiksa secara bersama sesuai usulan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng. Menurut JPU, keterlibatan para saksi saling berkaitan. Saat ditanya majelis hakim, para saksi juga kompak menyatakan sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi di penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng. Saksi juga mengaku sudah meneliti Berita Cara Pemeriksaan (BAP) dan mengakui keterangannya, kemudian ditandatangani.

”Tidak ada BAP yang mau diralat dan diubah yang mulia,” kata kelima saksi saat ditanya majelis hakim yang dipimpin Sunarso SH.

Dalam dakwaannya, JPU Kejati Jateng, Maliki, mengungkapkan, dugaan korupsi dilakukan kedua terdakwa bersama Ir Mahfudi Husodo, pemilik CV IP, dan Ir Soesiati Rahayu MM, Kepala Seksi Teknologi Benih Bidang Produksi pada Dinbun Provinsi Jateng. Soesiati merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek. (keduanya belum diproses hukum, Red).

JPU menguraikan, pengadaan benih tebu pada 2013 dilaksanakan berpagu Rp 17.902.400.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 13.721.600.000. Atas pengadaan itu, Mahfudi menemui Teguh Winarno Haruno, Kepala Dinbun Jateng menanyakan syarat dan prosesnya. Kemudian, Mahfudi membentuk tim pengurus yang terdiri atas kedua terdakwa dan anak buahnya.

Pemilik PT Indonesia Teknologi Multi (ITM) itu bersama timnya, dan Direktur PT Hidayah Nur Wahana (HNW), Sutrisno, meminjam sejumlah nama perusahaan untuk lelang. Lima panitia pengadaan menetapkan HPS dan proses lelang. Lelang diikuti PT HNW, PT Hidup Indah Utama,  CV Datrias Manru Sejahtera (DMS), PT Unisari Adiprima, PT Karya Mudajaya,P T Bumi Wanabakti dan PT ITM. Akhirnya, PT ITM dinyatakan sebagai pemenang lelang.

”Kemenangan itu mendapat sanggahan dari CV DMS. DMS menilai terjadi rekayasa lelang dan melapor ke Dinbun Jateng dan Kementerian. Dari investigasi, kementerian menyatakan digelar lelang ulang,” jelas Maliki.

Lelang ulang digelar dan diikuti 19 perusahaan. Empat lolos, dua di antaranya CV IP dan PT Putra Pribumi Nusantara (PPN). Keduanya diketahui kongkalikong. PT PPN yang menang, dibatalkan, dan diganti CV IP sebagai pelaksana pengadaan.

”Jadi, sebanyak 171.520 kuintal seharga satuan Rp 78,4 ribu per kuintal. Sebagai kelompok tani penerima bantuan, yakni Makmur Mandiri, Makmur Jaya, Tani Makmur dan Subur Makmur,” ungkapnya.

Dalam perkara itu, kedua terdakwa dijerat primer pasal 2 ayat 1 dan subsider pasal 3 jo pasal 8 UU No 31/1999 sebagaimana diubah UU No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP. (jks/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Loloskan 41 Proposal

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID— Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang mendapatkan 41 pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa dari dana hibah Kemenristek Dikti 2018. Jumlah itu merupakan terbanyak ketiga secara...

Tolak Aksi Rohingya di Candi Borobudur

MUNGKID— Rencana aksi peduli Rohingya yang akan dilakukan oleh sejumlah organisasi Islam di kawasan Candi Borobudur pada 8 September medatang, akhirnya batal. Selain lokasi...

KONI Semarang Gelar Workshop Pelatih

SEMARANG  - Sebanyak 50 pelatih yang akan turun mendampingi atlet Kota Semarang di kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), mendapat pembekalan program latihan tingkat dasar,...

Untuk Biaya Hidup, Cuci Pakaian Teman Kos

Kisah hidup Nur Riwayati bisa jadi inspirasi. Ia berasal dari keluarga miskin. Namun semangatnya untuk mengejar cita-cita tak pernah surut. Kini, dia sudah menyandang...

Siapkan Dua Zona Taksi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Monopoli taksi di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang berakhir. Ini setelah diizinkannya sejumlah taksi berargometer mengangkut penumpang di bandara megah tersebut sejak Sabtu...

Mahesa Jenar Tunda Pesta

MEDAN –  PSIS sebenarnya hanya butuh tambahan satu poin untuk mengantongi tiket ke babak 8 Besar Liga 2 2017 dari Grup B. Namun dalam...