33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Lima Saksi Diperiksa Bersamaan

Dugaan Korupsi Benih Tebu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Lima saksi diperiksa dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan benih tebu pola II tahap II di Kabupaten Pati pada Dinas Perkebunan (Dinbun) Provinsi Jateng 2013 di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (25/4) petang. Dalam perkara itu, yang didudukkan sebagai terdakwa adalah Hamim Teja Permana, Direktur CV Intraco Pratama (IP), dan Andri Priyanto, panitia pelaksana.

Kelima saksi itu adalah Dr Moelyono, Kepala Seksi Lahan dan Air Sarpas Dinas Perkebunan Provinsi Jateng yang juga ketua panitia pengadaan; Abdul Ghofur, Staf Bagian Umum Dinas Perkebunan Provinsi Jateng yang juga sekretaris bagian pengadaan, dan Dr Hermono Budi Santoso, mantan Kepala Biro Pusat Penelitian Perkebunan Pabrik Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan.  Dua saksi lainnya adalah Sutarman, Wakil Kepala Divisi Teknik PT Asuransi Mega Paratama dan Surono, Staf Kasi Perangkat Desa Bumiayu.

Dalam perkara itu, para saksi diperiksa secara bersama sesuai usulan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng. Menurut JPU, keterlibatan para saksi saling berkaitan. Saat ditanya majelis hakim, para saksi juga kompak menyatakan sebelumnya pernah diperiksa sebagai saksi di penyidik Ditreskrimsus Polda Jateng. Saksi juga mengaku sudah meneliti Berita Cara Pemeriksaan (BAP) dan mengakui keterangannya, kemudian ditandatangani.

”Tidak ada BAP yang mau diralat dan diubah yang mulia,” kata kelima saksi saat ditanya majelis hakim yang dipimpin Sunarso SH.

Dalam dakwaannya, JPU Kejati Jateng, Maliki, mengungkapkan, dugaan korupsi dilakukan kedua terdakwa bersama Ir Mahfudi Husodo, pemilik CV IP, dan Ir Soesiati Rahayu MM, Kepala Seksi Teknologi Benih Bidang Produksi pada Dinbun Provinsi Jateng. Soesiati merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek. (keduanya belum diproses hukum, Red).

JPU menguraikan, pengadaan benih tebu pada 2013 dilaksanakan berpagu Rp 17.902.400.000 dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 13.721.600.000. Atas pengadaan itu, Mahfudi menemui Teguh Winarno Haruno, Kepala Dinbun Jateng menanyakan syarat dan prosesnya. Kemudian, Mahfudi membentuk tim pengurus yang terdiri atas kedua terdakwa dan anak buahnya.

Pemilik PT Indonesia Teknologi Multi (ITM) itu bersama timnya, dan Direktur PT Hidayah Nur Wahana (HNW), Sutrisno, meminjam sejumlah nama perusahaan untuk lelang. Lima panitia pengadaan menetapkan HPS dan proses lelang. Lelang diikuti PT HNW, PT Hidup Indah Utama,  CV Datrias Manru Sejahtera (DMS), PT Unisari Adiprima, PT Karya Mudajaya,P T Bumi Wanabakti dan PT ITM. Akhirnya, PT ITM dinyatakan sebagai pemenang lelang.

”Kemenangan itu mendapat sanggahan dari CV DMS. DMS menilai terjadi rekayasa lelang dan melapor ke Dinbun Jateng dan Kementerian. Dari investigasi, kementerian menyatakan digelar lelang ulang,” jelas Maliki.

Lelang ulang digelar dan diikuti 19 perusahaan. Empat lolos, dua di antaranya CV IP dan PT Putra Pribumi Nusantara (PPN). Keduanya diketahui kongkalikong. PT PPN yang menang, dibatalkan, dan diganti CV IP sebagai pelaksana pengadaan.

”Jadi, sebanyak 171.520 kuintal seharga satuan Rp 78,4 ribu per kuintal. Sebagai kelompok tani penerima bantuan, yakni Makmur Mandiri, Makmur Jaya, Tani Makmur dan Subur Makmur,” ungkapnya.

Dalam perkara itu, kedua terdakwa dijerat primer pasal 2 ayat 1 dan subsider pasal 3 jo pasal 8 UU No 31/1999 sebagaimana diubah UU No 20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP. (jks/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tak Buru-Buru Tambah Pemain Asing

RADARSEMARANG.COM, MALANG – Dua pemain asing pelamar yaitu striker asal Serbia, Nemanja Vidakovic dan gelandang asal Jepang, Reo Nakamura masih belum mampu mencuri perhatian...

Polisi Siapkan Amankan Gereja

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA ­– Pengamanan gereja-gereja di Kota Salatiga jelang perayaan Natal 2017 sudah mulai dipersiapkan oleh jajaran Polres Salatiga. Apel gelar pasukan jajaran Polres...

RSUD Tidar Buat Parkir Sementara

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – RSUD Tidar akhirnya menyediakan area parkir di halaman SMK Satya Persada yang hanya menampung 235 motor khusus pengunjung. Lokasi parkir sementara...

Kivlan Zain: Komunis Sudah Terang-Terangan

MAGELANG—Peringatan G 30 S adalah upaya untuk memberikan gambaran sejarah kelam bangsa Indonesia. Sekaligus, sebagai pengingat bahwa generasi muda harus mewaspadai gerakan komunis. Sebab,...

Jembatan Sewu Kembali Dibangun

RADARSEMARANG.COM, KAJEN-Setelah sempat mangkrak selama dua tahun, Jembatan Kalikupang yang berada di Desa Karangdadap, Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan kembali dibangun. Jembatan yang juga dikenal...

Vario Nyalip Bus, Laka Karambol, Satu Tewas

MAGELANG—Kecelakaan karambol yang melibatkan sejumlah mobil, Sabtu (11/11) pagi, terjadi di ruas jalan raya Borobudur-Salaman. Tepatnya, di area lapangan Tembak, Desa Ngadirejo, Kecamatan Salaman,...