33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Hemat Energi Itu Keren

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

Tentu kita sepakat bahwa hidup manusia sekarang jauh lebih mudah dan nyaman, dibandingkan orang-orang yang hidup pada zaman baheula. Pingin cepat pergi ke lintas provinsi, tinggal terbang pakai pesawat. Mau cepat-cepat beli shampo di warung kampung sebelah, ambil motor, starter, dan wussss….sampai deh. Mau leyeh-leyeh menghindari panas di dalam rumah, cukup nyalakan AC.

Mau apa lagi? Mau ngomong penting dengan kerabat di luar negeri sekalipun, tinggal pegang handphone, dan ngobrol sepuas-puasnya. Atau, mau menulis artikel seperti yang saya lakukan? Tinggal buka laptop dan menulis sesukamu. Mudah kan? Kita sangat terbantu dengan produk-produk berteknologi modern. Tapi, ya kudu diingat, penggunaan produk-produk seperti itu tentu butuh asupan energi. Produk-produk elektronik perlu energi listrik. Pun, moda transportasi sangat bergantung pada energi bahan bakar minyak. Maka, logikanya, semakin banyak manusia yang menggunakan energi—bahkan secara berlebihan—artinya meningkatkan pula kebutuhan energi.

Padahal, setahu saya nih, diperkirahan 90 persen pembangkit listrik bersumber dari bahan bakar minyak dan batubara. Satu sisi, gejala menuju krisis energi dan bahan bakar minyak—serta semakin tingginya harga minyak dunia—sudah lama dirasakan oleh manusia. Nah, pada situasi seperti ini, tentu sangat bijak kalau kita semua—termasuk kamu, iya…kamu (seperti ucapaan khas Dodit Mulyanto, si stand up commedy)—musti hemat energi. Logika sederhananya begini. Hemat energi berarti bisa menghemat biaya. Hemat energi juga berarti mengurangi dampak emisi yang berlebihan.

Hemat energi mudah sekali kita ucapkan. Namun, kadang sulit kita lakukan. Atau, memang kita yang sudah tidak peduli? Ayolah teman, mulai sekarang action nyata: hemat energi! Tidak usah muluk-muluk dulu bicara teori hemat energi yang aneh-aneh. Kita mulai dari sekolah. Ya, sekolah. Rumah kedua kamu saat menimba ilmu sehari-hari (saya lebih senang pakai kata menimba ilmu, daripada menuntut ilmu. Sebab, kata Cak Lontong, lha ilmu tidak salah kok dituntut, hehehe)

Di sekolah saya, di SMA Negeri 3 Magelang, saya dan sejumlah teman yang tergabung dalam sebuah tim, sedang giat mengampanyekan gerakan hemat energi di lingkup sekolah. Bahasa kerennya, Duta Hemat Energi. Wuihhh….mantap. Apa yang kami lakukan di sekolah? Sederhana saja, mengajak kawan-kawan kami untuk lebih care pada upaya atau gerakan-gerakan hemat energi. Kami juga berusaha memberi masukan kepada pihak sekolah. Ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan terkait gerakan hemat energi di sekolah.

Pertama, yang mudah kita lakukan adalah menempelkan tulisan di setiap sudut sekolah, berupa imbauan matikan lampu dan kran air jika tidak diperlukan. Kelihatannya sederhana. Tapi, ini penting. Membiasakan menyalakan lampu dan kran air hanya pada saat kita butuhkan, harus dilakukan mulai saat ini. Ini masalah kepedulian. Karena itu, kepedulian harus selalu diingatkan agar menjadi kebiasaan.

Kedua, mengganti semua lampu sekolah dengan lampu LED. Lampu jenis ini terbukti bisa menghemat energi. Dibandingkan lampu biasa, harga lampu LED sudah pasti lebih mahal. Tapi, bukankah mahal di depan, tapi bisa menghemat pengeluaran anggaran yang signifikan?

Ketiga, ini yang juga penting, saya melihat masih banyak teman sekolah yang membawa handphone dan menge-charge HP di dalam kelas. Bergantian lagi. Malah, kadang juga berebut. Hehehe…saya juga pernah. Please deh, mulai sekarang kita perlu gerakan one day, no charge (sehari tanpa nge-charge HP, juga laptop ya) di sekolah. Logika sederhananya, dalam sehari, pasti banyak teman yang nge-charge HP. Katakanlah, satu kelas ada 5 orang yang nge-charge HP.

Coba kalikan ada berapa kelas. Kelas 10 saja 8 kelas. Kelas 11 juga sama, belum yang kelas 12. Atau malah guru dan staf TU juga melakukan hal yang sama, hehehe. Sehari tanpa charge, tentu akan ngirit pemakaian listrik sekolah. Artinya, juga akan menghemat anggaran pemerintah. Gerakan ini tentu butuh sikap tegas. Siswa yang tergabung dalam Penegak Disiplin Sekolah (PDS) musti mengambil paksa HP atau laptop yang sengaja di-charge oleh para pelajar, pada hari tertentu yang disepakati sebagai gerakan one day no charge.

Keempat, hal yang perlu dilakukan untuk mengurangi penggunaan lampu, proyektor, kipas angin, maupun AC, di dalam kelas adalah belajar di luar kelas. Pada hari tertentu, pada tiga jam pertama, misalnya, siswa bisa belajar di taman-taman yang ada di Kota Magelang. Belajar di ruang terbuka, saya kira teman-teman lebih fresh pikirannya, karena menghidup udara segar. Tapi, yang penting, ya itu tadi, bisa menghemat penggunaan lampu di dalam kelas, proyektor, kipas angin, maupun AC.

Kelima, sudah saatnya pihak sekolah, ke depan, mengganti energi listrik dengan teknologi energi tenaga surya. Investasi awal memang mahal. Tapi, untuk kepentingan ke depan, peralihan ini musti dilakukan. Selain mengurangi penggunaan energi listrik, juga bisa menghemat anggaran. Sehingga anggaran bisa dialihkan untuk kegiatan siswa.

Keenam, perlu adanya gerakan menggunakan angkutan umum. Semisal, sehari dalam seminggu, ada program sehari tanpa motor. Para murid maupun guru bisa datang ke sekolah dengan menggunakan angkutan umum. Atau, malah, yang ideal, pihak sekolah menyediakan minibus sekolah untuk mengangkut siswa saat berangkat ke sekolah. Selain upaya mengurangi polusi asap kendaraan bermotor, juga menghemat anggaran siswa mengeluarkan pembelian BBM. Artinya pula, menghemat penggunaan bahan bakar minyak.

Ketujuh, melakukan gerakan prohijau di lingkungan sekolah untuk mengurangi efek panas matahari, sekaligus membuat adem sekolah. Upaya ini perlu didukung bangunan sekolah yang berdesain prolingkungan. Semisal, membuat banyak ventilasi pada ruangan sekolah, sehingga udara segar bisa keluar masuk.

Well, tujuh poin itu, jika kita konsisten, konsekuen, dan berkomitmen untuk melakukannya, Insya Allah, gerakan hemat energi tidak sekadar menjadi pemanis bibir semata. Ini langkah nyata, sis and bro. Ini langkah kami di SMA 3 Magelang yang keren. Ini aksi kami, tunjukkan aksi kalian!! (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Satpol Gerebek Rumah Penampungan Miras

DEMAK - Aparat Satpol PP Pemkab Demak menggerebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat menampung minuman keras (miras). Rumah yang berada di Desa Tlogorejo,...

Gali Potensi Desa

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Magelang diminta ikut menggali dan mendorong potensi di desa-desa untuk dijadikan objek wisata yang menarik. Tujuannya untuk memperluas kawasan wisata. Permintaan itu...

Gubernur NTB Puji Toleransi Beragama di Salatiga

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) dua periode, Dr. TGB. M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang bersilaturahmi ke Kota Salatiga....

Polres Terima Rp 56 Miliar

MAGELANG - Anggaran untuk Kepolisian Resor (Polres) Magelang Kota pada 2017 naik 24 persen. Tahun ini, Polres Magelang Kota mendapatkan anggaran Rp 56.876.319.000 atau...

Siapkan 45 Petugas Kebersihan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang akan menerjunkan sekitar 45 petugas kebersihan untuk membersihkan sampah pada malam takbiran hingga libur Lebaran...

Warga Tangkap Pelaku Curanmor

MAGELANG—Warga Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, akhir pekan lalu, berhasil menangkap seorang residivis berinisial MNY, 35, warga Desa Susukan, Grabag. MNY ditangkap warga pukul 11.00...