33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Dorong Kembangkan Kawasan Industri

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Kalangan legislatif Jateng mendorong agar pemerintah setempat memperbanyak kawasan industri guna memperluas lapangan pekerjaan. Dengan begitu, angka pengangguran di Jateng bisa dipangkas sekaligus mengentaskan kemiskinan.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ferry Firmawan menjelaskan salah satu strategi mengurangi kemiskinan dan pengangguran adalah dengan menyediakan industri padat karya dengan skala besar. ”Karena melalui industri besar akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Industri juga bisa diambil pajaknya,” jelasnya.

Dengan didorongnya banyak industri skala besar, akan butuh banyak kawasan industri agar perusahaan tersebut bisa dikontrol. Penyatuan perusahaan di sebuah kantong kawasan industri tersebut juga mampu mengendalikan populasinya.

Ferry mengaku, pihaknya sudah membuat peraturan daerah (Perda) tentang Rencana Pembangun Industri Provinsi (RPIP). Aturan itu untuk memberi kepastian aturan kepada pelaku industri. Perda tersebut mengatur investasi dari penanam modal asing harus ditempatkan di kawasan industri. ”Saat ini sudah mulai banyak muncul kawasan industri baru, seperti di Kendal, Demak, dan lainnya. Kami berharap pemerintah bisa mengakselerasi industri padat karya,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald menambahkan, sebentar lagi para wakil rakyat Jateng  akan melakukan revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jateng. Lewat revisi itu, dia berharap kawasan industri menjadi skala prioritas dalam penentuan wilayah ini. ”Karena pola masyarakat saat ini lebih suka bekerja di industri dari pada bekerja sebagai petani,” kata dia. Setelah sektor industri, lanjutnya, harus diarahkan ke sektor pariwisata dan pertanian modern. Dengan demikian, sektor-sektor itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko mengatakan, penambahan kawasan industri itu terkait dengan Perda RTRW. Menurut dia, ini momentum yang tepat seiring dengan akan ada revisi tentang Perda RTRW. ”Meski begitu, tidaklah mudah untuk mengatur itu,” jelasnya.

Karena, lanjutnya, penduduknya Jateng tergolong banyak. Praktis, kebutuhan pangan pun besar, dan pada saat yang sama, juga ingin industri maju. ”Tekanannya masing-masing daerah harapannya punya kearifan sendiri, industri penting, sektor lain juga penting. Nanti  akan kami pertimbangkan berbagai kepentingan baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Utamakan Kemanfaatan Masyarakat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD meminta agar rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jateng 2019 benar-benar disemangati prinsip kemanfaatan bagi masyarakat. Prinsip tersebut hanya...

Diselundupkan Bareng Marerial

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Peredaran narkotika di dalam lembaga pemasyarakatan bukan isapan jempol. Personel gabungan Polres Pekalongan Kota bersama Kodim 0710 Pekalongan berhasil mengamankan narkotika...

Ke Karimunjawa Cukup 30 Menit

RADARSEMARANG.COM-Wisata ke Karimunjawa, Jepara, kini semakin nyaman. Perjalanan dari Semarang cukup setengah jam. Malah kurang. Bukan lagi tergantung kapal. Sekarang bisa naik pesawat terbang. Kemarin...

Komet UM Magelang Gelar Lomba Pidato

MUNGKID-- Komunitas Mahasiswa Enterpreneur (Komet) Fakultas Ekonomi Universitas Muhammdiyah (UM) Magelang menggelar lomba pidato tentang pengusaha sukses Islam. Peserta yang berasal dari kalangan pelajar...

KPU Coret 23 Ribu Pemilih

RADARSEMARANG.COM - KPU Jateng mencoret 23 ribu daftar pemilih tetap (DPT). Pencoretan dilakukan setelah dikoreksi lagi ternyata terdapat daftar pemilih ganda dan data invalid....

Kasus Stunting Masih Jadi Perhatian

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Di kota Salatiga ditemukan kasus stunting (gangguan pertumbuhan anak karena kekurangan asupan gizi) pada anak-anak berjumlah 279 kasus. Jumlah ini hanya...