15.6 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Bangga Pakai Kebaya

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

BAGI Alifa Puspandini, sosok RA Kartini bukan sekadar pahlawan yang harus dikenang setiap 21 April. Baginya, Kartini adalah sosok panutan yang harus diteladani setiap hari. Sebab, berkat jasanya, saat ini wanita tidak lagi dipandang sebelah mata oleh siapapun.
”Beliau bisa menunjukkan jika wanita juga bisa bekerja dan sejajar dengan pria dari segala bidang. Saya ingin meniru jejak beliau dengan terus belajar dan berusaha meraih cita-cita,” kata dara yang akrab disapa Puspa ini.

Gadis kelahiran Manado, 17 Maret 2000 ini menjelaskan, perayaan Hari Kartini jangan sekadar memakai kebaya. Tapi, setiap hari harus bisa menghasilkan prestasi sesuai harapan Kartini. ”Ini wujud Kartini masa kini,” ujar siswi SMAN 3 Semarang kelas 11 IPA 4 ini.
Menurut dia, kurangnya rasa nasionalisme lah yang membuat generasi muda saat ini belum bisa mengilhami jasa Kartini. Selain itu, rasa apatis terhadap keadaan sekitar, dan gencarnya teknologi membuat generasi muda sekarang lupa akan identitas bangsanya.

”Jujur sih saya malah bangga jika pakai kebaya, bukan malah ribet dan mengeluh. Selain sebagai identitas bangsa, kebaya jadi busana warisan nenek moyang yang sudah diakui dunia,” katanya.

Ia berharap generasi muda terutama kaum wanita terus berkembang dan maju, serta  terus berjuang agar  sejajar dengan laki-laki secara fungsional, dengan memberikan kontribusi positif. Bahkan Puspa mengaku punya cita-cita untuk menjadi pengusaha. ”Artinya, wanita harus  bekerja di beberapa bidang strategis dan mampu bersaing  dengan kaum laki-laki. Wanita sekarang sudah banyak yang membuktikan bisa menjadi menteri, kepala daerah dan pengusaha,” tutur gadis yang hobi mendengarkan musik ini. (den/aro/ce1)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...