Babae Dijerat Pasal Berlapis

Residivis Narkoba Lapas Nusakambangan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Residivis yang menjadi otak peredaran narkoba jenis sabu seberat 1 kg di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Sutrisno alias Babae harus kembali duduk di kursi persidangan Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (25/4). Ia dijerat tiga pasal sekaligus oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jateng. Yakni, pasal 114 jo pasal 132, pasal 114 dan pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Babae sendiri tercatat sebagai narapidana kasus narkotika dengan vonis hukuman 6 tahun dan 8 bulan penjara. Selain Babae, tiga kurir yang juga pengedar turut dijerat dengan pasal berlapis. Ketiganya, Sulistyo Wibowo, Fendi Suryo dan Mudikta Delina.

”Ketiga terdakwa lain (Sulistyo, Fendi dan Mudikta) kami jerat pasal 114 ayat 2 Jo pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan pasal 112 dalam undang-undang yang sama,” kata JPU Kejati Jateng, Kurnia, di hadapan majelis hakim yang dipimpin Ahmad Dimyanti.

Adapun kejadian yang dilakukan para terdakwa, lanjut JPU Kurnia, bermula saat Sutrisno bertemu Sulistyo Wibowo dan Muhdita di Lapas Nusakambangan. Setelah itu, terdakwa Sutrisno sering menghubungi terdakwa Sulistyono untuk mengambil paket sabu-sabu dari Jakarta, dan diedarkan di daerah Surakarta.

”Terdakwa Sulistyo Wibowo ini sudah berkali-kali disuruh Sutrisno mengambil sabu-sabu dari Jakarta, dan diedarkan di Surakarta. Dari kegiatan itu, Sulistyo mendapat upah antara Rp 3,5 juta hingga Rp 15 juta,” bebernya.

Setelah mendapatkan barang, Sulistyo kemudian pulang ke Surakarta menggunakan kereta api. Sesampainya di Stasiun Solo Balapan, ia ditelepon oleh Sutrisno untuk menyerahkan barang itu ke terdakwa Fendi. Selain itu, di Stasiun Solo Balapan tersebut terdakwa juga ditemui Muhdita yang tidak lain adalah pacar terdakwa.

Terakhir, Sutrisno meminta Sulistyo Wibowo mengambil sabu-sabu seberat 1 kg di Jakarta. Sulistyo dijanjikan akan diberi upah Rp 15 juta. Kemudian Sulistyo berangkat sendiri ke Jakarta untuk mengambil pesanan itu yang diketahui berasal dari jaringan internasional dengan pengirim warga Nigeria.

Dalam kasus ini, ketiga terdakwa kemudian ditangkap petugas BNNP Jateng, sementara di Lapas Nusakambangan dilakukan pemeriksaan terhadap Babae dan ditemukan handphone sebagai alat komunikasi mengendalikan peredaran narkotika oleh Sutrisno.

”Ketiganya ditangkap petugas BNNP Jateng saat bertransaksi di Stasiun Balapan. Dari tangan para terdakwa, diamankan narkotika jenis sabu seberat 1 kg,” ujarnya. (jks/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -