31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Dewan Gedok Tiga Perda

SEMARANG – DPRD Jateng merampungkan tiga rancangan peraturan daerah dan langsung disahkan menjadi perda dalam rapat paripurna, Selasa (25/4). Yakni Raperda Sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran Terpadu; Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah; dan Raperda Rencana Pembangunan Industri Provinsi Jateng 2017-2035.

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan dihadiri Wakil Gubernur Heru Sudjatmoko. Rapat dihadiri sebanyak 75 anggota dewan. ”Dengan demikian rapat sudah memenuhi syarat kuorum. Dan tiga raperda disahkan menjadi perda,” kata Rukma.

Anggota Pansus Raperda Sistem Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran Terpadu, Abdul Azis mengatakan, raperda disusun untuk efisiensi penganggaran dalam pembangunan di daerah. Selain itu, raperda disusun sebagai upaya transparansi anggaran. ”Selama ini pansus sudah melakukan kunjungan ke beberapa daerah untuk meminta masukan soal penganggaran, sekaligus melakukan konsultasi ke Kemendagri,” katanya.

Ia berhadap dengan adanya perda tersebut bisa mempermudah Pemprov Jateng. Karena semua nanti akan langsung sinkron antara anggaran serta pembangunan di Jateng. ”Karena sistemnya terpadu, nantinya masyarakat juga bisa ikut melakukan pengawasan langsung,” tambahnya.

Anggota Pansus Raperda Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Jateng 2017-2035, Yudhi Sancoyo mengatakan, raperda itu merupakan inisiatif dari Komisi B dengan tujuan meningkatkan sejumlah industri yang ada di Jateng agar memiliki daya saing tinggi. ”Harapannya bisa menumbuhkan perekonomian di daerah, mempercepat penyebaran industri ke daerah, dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja yang ada di daerah,” katanya.

Perda RPIP Jateng diharapkan menjadi panduan perindustrian di Jateng. Sebab, aturan dan zonasi kawasan industri bakal diatur sehingga bisa benar-benar memaksimalkan potensi yang ada di daerah. Seperti Demak, Semarang, dan Kendal direncanakan menjadi pusat pengembangan kawasan industri hingga 2035 nanti. ”Kawasan perindustrian akan dibangun di wilayah pinggiran kota, karena harga tanah yang masih relatif terjangkau,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here