32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Dorong Kembangkan Kawasan Industri

SEMARANG – Kalangan legislatif Jateng mendorong agar pemerintah setempat memperbanyak kawasan industri guna memperluas lapangan pekerjaan. Dengan begitu, angka pengangguran di Jateng bisa dipangkas sekaligus mengentaskan kemiskinan.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Ferry Firmawan menjelaskan salah satu strategi mengurangi kemiskinan dan pengangguran adalah dengan menyediakan industri padat karya dengan skala besar. ”Karena melalui industri besar akan membutuhkan banyak tenaga kerja. Industri juga bisa diambil pajaknya,” jelasnya.

Dengan didorongnya banyak industri skala besar, akan butuh banyak kawasan industri agar perusahaan tersebut bisa dikontrol. Penyatuan perusahaan di sebuah kantong kawasan industri tersebut juga mampu mengendalikan populasinya.

Ferry mengaku, pihaknya sudah membuat peraturan daerah (Perda) tentang Rencana Pembangun Industri Provinsi (RPIP). Aturan itu untuk memberi kepastian aturan kepada pelaku industri. Perda tersebut mengatur investasi dari penanam modal asing harus ditempatkan di kawasan industri. ”Saat ini sudah mulai banyak muncul kawasan industri baru, seperti di Kendal, Demak, dan lainnya. Kami berharap pemerintah bisa mengakselerasi industri padat karya,” katanya.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichald menambahkan, sebentar lagi para wakil rakyat Jateng  akan melakukan revisi Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jateng. Lewat revisi itu, dia berharap kawasan industri menjadi skala prioritas dalam penentuan wilayah ini. ”Karena pola masyarakat saat ini lebih suka bekerja di industri dari pada bekerja sebagai petani,” kata dia. Setelah sektor industri, lanjutnya, harus diarahkan ke sektor pariwisata dan pertanian modern. Dengan demikian, sektor-sektor itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko mengatakan, penambahan kawasan industri itu terkait dengan Perda RTRW. Menurut dia, ini momentum yang tepat seiring dengan akan ada revisi tentang Perda RTRW. ”Meski begitu, tidaklah mudah untuk mengatur itu,” jelasnya.

Karena, lanjutnya, penduduknya Jateng tergolong banyak. Praktis, kebutuhan pangan pun besar, dan pada saat yang sama, juga ingin industri maju. ”Tekanannya masing-masing daerah harapannya punya kearifan sendiri, industri penting, sektor lain juga penting. Nanti  akan kami pertimbangkan berbagai kepentingan baik sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” tegasnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here