33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pesimistis Tol Batang-Semarang Segera Dibuka

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Keinginan pemerintah pusat untuk segera membuka operasional jalan tol Batang-Semarang sepertinya sulit terealisasi. Sampai saat ini, masih ada sekitar 40 persen lahan tol di Kabupaten Kendal yang belum dibebaskan.

Anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainirrichardl mengatakan, persoalan pembebasan lahan sampai sekarang belum selesai. Selain di Kendal, masih ada bangunan satu rumah di tengah-tengah jalan tol di Batang. ”Harusnya ini semua tidak terjadi jika pembebasan berjalan lancar. Artinya ada kendala dalam pembebasannya,” katanya.

Ia menambahkan, megaproyek tol Batang-Semarang sepanjang 74,2 kilometer tersebut dimulai sejak Agustus 2016 dengan target waktu pelaksanaan 793 hari. Proyek tersebut terdiri atas 5 seksi yakni seksi pertama Batang-Tulis sepanjang 3,2 kilometer, seksi 2 Tulis-Weleri sepanjang 36,35 kilometer, seksi 3 Weleri-Kendal 11,05 kilometer, seksi 4 Kendal-Kaliwungu 13,5 kilometer, dan seksi 5 Kaliwungu-Semarang sepanjang 10,1 kilometer. ”Pemerintah jangan memaksakan, kalau memang tidak siap dilalui ya sudah. Jangan karena pencitraan dipaksakan,” ujarnya.

Di Jateng, memang persoalan pembebasan lahan tol selalu mendapat kendala. Tidak hanya tol Batang-Semarang, tol Semarang-Solo maupun Semarang-Demak terkendala pembebasan lahan. ”Tim pembebasan lahan harus mencari inovasi agar pembebasan tidak bertele-tele,” tambahnya.

Pembangunan tol Trans Jawa memang bagus dan bisa mempercepat serta mengurangi kemacetan. Tapi bukan berarti pemerintah mengabaikan infrastrukur jalan utama di Jateng yang sudah mulai rusak. ”Jangan sampai pembangunan tol malah menambah kemacetan, karena hanya memindahkan saja,” tambah anggota Komisi D DPRD Jateng, Mustolih.

Ia berharap pembangunan tol benar-benar maksimal dan jangan tersendat lagi. Sebab, masyarakat sudah menunggu terlalu lama dengan adanya pembangunan tol di Jateng. Dengan kondisi tersebut sangat sulit bagi Jateng untuk segera merealisasikan penggunaan tol Batang-Semarang. Terlebih dengan adanya keinginan pemerintah pusat untuk bisa menggunakan saat masa mudik Lebaran pada tahun ini. Meski begitu, ia berharap proyek tol Batang-Semarang segera diselesaikan sehingga bisa dinikmati para pengendara. (fth/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rudi-Dance Perkuat Peran Serta Masyarakat

SALATIGA – Pasangan Calon Wali Kota–Wakil Wali Kota Salatiga, Agus Rudianto–Dance Ishak Palit memastikan akan  memperkuat peran serta masyarakat jika terpilih memimpin Kota Salatiga....

Pedagang Ikan Tak Mau Pindah

SEMARANG – Berulangkali negosiasi, polemik pemindahan pedagang ikan basah Pasar Rejomulyo Semarang masih saja belum berhasil. Para pedagang tetap tidak mau pindah selama tuntutannya...

WISATAWAN ASING MULAI LIRIK SEMARANG

Sejumlah wisatawan Jerman menyusuri lorong bangunan di gedung Lawang Sewu, Semarang, Senin (13/3). Selain Lawang Sewu, sebanyak 190 wisatawan asal Jerman tersebut juga berkunjung...

Mahasiswa Dilatih Tanggulangi Kebakaran

MUNGKID—Ancaman kebakaran bisa terjadi sewaktu-waktu dan di mana saja. Untuk mengantisipasi hal itu, Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang menggelar pelatihan tanggap darurat kebakaran. Kegiatan ini...

Diskon Grand Opening Pringsewu Resto

RADARSEMARANG.COM - PRINGSEWU Resto di Jalan Suari No 10 – 12, Kota Lama, Semarang, menyambut grand opening memberikan diskon 30 persen untuk semua pembelian....

Dafam Hadirkan Imlek Promo Cengli

PEKALONGAN - Menyambut Hari Raya Imlek atau Chinese New Year, yang akan jatuh pada 28 Januari 2017 mendatang, Hotel Dafam Pekalongan yang terletak di...