33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Pendidikan Sebagai Sarana Terwujudnya Toleransi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sebagai negara kesatuan yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama dan bahasa, Indoensia merupakan negara multikultural atau negara yang majemuk. Sayangnya toleransi dan kesadaran akan keberagaman saat ini kian memudar, sehingga diperlukan pendidikan tentang kebhinekaan lewat landasan Pacasila untuk menjaga keutuhuhan bangsa.

Direktur Program Pascasarjana Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara Prof Franz Magnis Suseno mengatakan, agar keutuhan bangsa bisa terus terjaga, setiap warga harus menjaga konsensus dasar Pancasila. Setiap warga negara harus memiliki kesediaan untuk saling menerima dalam kekhasan, pluralisme atau keberagaman.

“Tantangan ketahanan bangsa ini datang bukan dari luar, melainkan dari bangsa itu sendiri. Paling tidak ada tiga sudut ancaman yang dari dalam bangsa yakni  sudut konsumerisme, dari ketegangan antar etnis dan budaya lokal yang berbeda, serta dari ideologi radikalisme agama,” katanya usai  Seminar Nasional Keindonesiaan II dengan tema “Strategi Kebudayaan dan Tantangan Ketahanan Nassional Kontemporer” di Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kemarin.

Menurutnya, Indonesia adalah negara yang majemuk dan mampu bersatu dalam sebuah beragaman walaupun memiliki latar belakang yang berbeda. Hal tersebut bisa terjadi lantaran bangsa Indonesia menjaga dan memegang teguh filsafat Pancasila walaupun dengan identitas budaya yang begitu kuat.

“Pancasila merupakan unsur kunci mengembalikan ketahanan nasional. Masing-masing sila pada Pancasila memiliki nilai-nilai dasar dan cita-cita bangsa yang luhur yang jika satu saja diabaikan, akan mengancam kebersamaan bangsa,” paparnya.

Terpisah Prof. Dr Armaidy Armawi praktisi dari Universitas Gajahmada (UGM) menjelaskan, saat ini toleransi kian memudar lantaran ditribusi sumber daya manusia tidak berjalan dengan baik, ibaratnya 1 persen orang bisa menguasai 50 persen hajat hidup orang banyak yang disebabkan pemerintah tidak bisa mendistribusikan hak dan peluang yang sama kepada setiap warga negara.

“Ada yang mengandalkan power sehingga kesempatannya tidak sama walaupun hak dan peluang yang diberikan sama, hingga terjadi kesenjangan sosial yang begitu besar, yang menyebabkan intoleransi dan perbuatan radikal,” tambahnya. (den/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

HPP Rendah, Petani Tolak Diserap Bulog

BATANG - Rendahnya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) dibanding harga pasar membuat petani di Kabupaten Batang menolak beras hasil panennya diserap Badan Urusan Logistik (Bulog)....

Pak Dirman Dapat Doa Mantan Wagub Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bakal Calon Gubernur Jateng, Sudirman Said, Kamis (25/1) kemarin, melakukan kunjungan silaturahim kepada Mantan Wakil Gubernur Jateng era Gubernur Mardiyanto, KH Achmad, di...

Ratusan Mahasiswa Tuntut Kedaulatan Pangan

SEMARANG - Ratusan petani dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Simpanglima Semarang, Minggu (24/9). Aksi demonstrasi tersebut dilakukan dalam rangka memperingati Hari...

Pemeriksaan IVA Gratis, Minim Peserta

KAJEN – Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) gratis di Puskesmas Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/12) kemarin, sepi peminat. Salah satu faktor, masih kurangnya...

UM Magelang Juarai Robotik di Malaysia

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Prestasi membanggakan diukir oleh tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang. Mereka berhasil meraih juara pertama kontes robotik di ajang   4th TMAC Design Workshop...

Pedagang Diminta Berperilaku Bersih

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pedagang di kawasan wisata religi Kadilangu dan Tembiring, Kecamatan Demak Kota diminta berperilaku bersih, termasuk bersih dari sampah dan WC atau...