33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Lapak Dagangan Bermunculan, Pengunjung Asyik Berfoto

Ketika Jalan Anyar jadi Primadona Pelancong

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Salah satu kebutuhan untuk memenuhi tuntutan bermedia sosial adalah berswafoto. Maka, kadang berwisata tak lagi penting untuk dinikmati. Terpenting, lebih dulu foto-foto narsis untuk diunggah di media sosial. Di Wonosobo, jalan anyar beton yang baru dibangun pun, jadi jujukan warga sekadar untuk memenuhi kebutuhan medsos. Seperti apa?

ZAIN ZAINUDIN, Kertek

JALAN lingkar luar Kertek, yakni jalan penghubung Desa Candiyasan-Desa Keseneng, memberi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Sebab, betonisasi jalan sepanjang 900 meter itu, mendadak jadi wisata terkenal yang digandrungi ratusan pengunjung saat sore hari.

Melihat peluang itu, ibu-ibu warga sekitar (Dukuh Kaliurip, Damarkasihan, Kertek), membuka lapak dagangan. Alhasil, pundit-pundi rupiah terus mengalir dampak hadirnya wisata. Sedikitnya, ada 15 lapak yang berderet di samping kiri kanan beton seanjang 900 meter. Jualannya beragam. Semua lapak dagangan terpantau laris manis.

Informasi yang dihimpun koran ini, muncul silang pendapat mengenai wisata ungulan di jalan anyar itu. Ada yang berpendapat, sunset yang jadi unggulan. Ada juga suasana sejuk yang ditawarkan ke pengunjung.

Lepas dari pendapat para pemuda sekitar, jalan beton warna putih yang membentang berliku, menjadi pemandangan yang khas. Terlebih, di sekitar kiri beton, tampak hamparan hijau teh tambi, sehingga bagus untuk berswa foto. “Viewnya yang bagus. Disukai muda-mudi yang datang kesini,” ucap Jalil, pemuda setempat.

Soal suguhan sunset, kadang muncul sesekali. Hanya saja, karena cuaca sore kerap mendung, sunset sangat jarang terlihat. “Sudah 3 kali ke sini, cuma nggak pernah dapat sunset,” kata Yunita, 19, pengunjung dari Sapuran.

Seorang penjual jajanan, Aprilia, 34, menyebut, setiap sore sedikitnya 700 sampai 800 pengunjung berwisata ke tempat itu. Pada hari libur atau akhir pekan, pengunjung wisata jalan anyar Blembem membeludak, bisa mencapai 1.000-1.500 orang. “Kalau pas ramai sampai kewalahan melayani pembeli.”

Pengunjung tidak ditarik tiket untuk menikmati suasana sore di objek wisata tersebut. Untuk menuju lokasi, rata-rata pengunjung melintasi pertigaan pasar kentang, Binangun Wringinanom, karena jalannya bagus. (*/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati dan Pejabat Dicurhati Warga

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Bertemu dengan warganya Bupati Batang Wihaji, wakilnya Suyono beserta pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batang, dicurhati warganya.  Hal tersebut terjadi saat...

Tewas Dibantai Bapak-Anak

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Watusetugel, Desa Krandon Lor, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Selasa (3/4) petang. Pelakunya bapak-anak, Trimo dan Wiwid....

Gali Lubang Kabel, Pekerja Tertimbun

KEBUMEN—Seorang pekerja proyek penggali lubang untuk pemasangan kabel salah satu provider telekomunikasi, akhir pekan lalu, tertimbun tanah. Korban bernama Riki Nur Hadi, 28, asal...

Pencuri Satroni Rumah Polwan

SALATIGA – Trio Comsaeni, 25, warga Mutiara Candiwesi Kelurahan Bugel Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga ditangkap jajaran Resmob Polres Salatiga. Penangkapan dilakukan setelah pelaku mencuri...

Bisnis Hijab dari Tugas Kuliah

RADARSEMARANG.COM - DI balik parasnya yang cantik dan anggun, Uswatul Khoeriyah memiliki jiwa wirausaha yang luar biasa. Perempuan kelahiran Kendal, 2 Oktober 1995 ini...

Pindah Pedagang Kanjengan Ditunda 2019

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Meski pembangunan Pasar Johar Baru tahap I di lahan eks Kanjengan telah 100 persen, pedagang tidak jadi dipindah tahun 2018 ini....