33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Jambu Getas Merah Cukup Prospektif

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

WONOSOBO–Bukan hanya Kecamatan Patehan dan Sukorejo, Kabupaten Kendal, saja yang lahannya cocok ditanami jambu Getas Merah. Wonosobo juga menyimpan potensi kurang lebih sama. Bahkan, konon buah yang dihasilkan berasa lebih manis. Satu hal paling menarik, buahnya tidak mudah diserang penyakit bolor.

Seperti tampak di kebun milik Nasihin, di Dusun Windusari, Desa Tligojati, Senin (24/4) kemarin. Kebun belakang rumahnya dipenuhi ratusan pohon jambu merah. Jarak tanamnya 2-4 meter, tidak memakai obat obatan. Hanya sedikit memakai pupuk.

Pohonnya memang tidak genap seribu. Namun, bisa menghasilkan uang ratusan ribu per hari dari jualan jambu hasil kebunnya. “Sehari bisa petik kurang lebih 2,5 sampai 3 ton. Dapat segitu dari 400 pohon,” kata Nasikin.

Hasil kebunnya, ia jual ke Pasar Induk. Sebagian dijual langsung ke pengecer buah. Harganya fluktuatif, kisaran Rp 1.500-3.000 ribu per kilogram, grade B. “Yang menarik, kita hanya butuh modal beli bibit, setiap satu pohon Rp 25 ribu. Ditambah biaya untuk pupuk.”

Naskini menjelaskan, pertumbuhan jambu Getas Merah cukup cepat. Dari tanam sampai buah pertama, hanya butuh waktu 8 bulan. Panen terbaik ada di tahun kedua masa tanam. Sedangkan harapan lama panen mencapai 10 tahun.

Setahun sejak waktu tanam, kata Nasihin, pohon akan terus-menerus berbuah. Karenanya, agar bisa panen setiap hari, memanennya dengan cara selang-seling. Intervalnya, per pohon 4 hari, sekali panen.

“Contoh dengan 400 pohon ini, yang saya panen hanya seratus pohon per hari. Kalau setiap pohon, 2 sampai 3 kilogram, kita bisa panen 3 kuintal per hari.”

Soal prospek jambu ke depannya, ia yakin akan semakin cerah. Jambu, kata dia, masih menjadi primadona masyarakat. “Bukan hanya murah, jambu Getas Merah ini juga kaya vitamin.” (cr2/isk)

Berita sebelumyaJalur Gunung Prau Ditutup
Berita berikutnyaPengunjung TKL Melonjak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...