33 C
Semarang
Senin, 26 Oktober 2020

Bayar 5 Orang, Diberi 3 Tiket

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

WONOSOBO –Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) Wonosobo dari sektor wisata masih saja terjadi. Kali ini dilaporkan dari pos pemungut retribusi wisata di gardu masuk Dieng, Pos Lembah Dieng, Kecamatan Garung. Rombongan wisatawan asal Jogjakarta mengeluhkan, mereka membayar untuk 5 orang tapi hanya diberi 3 lembar tiket.

Seperti dituturkan Bambang Muryanto, 40, wisatawan asal Jogjakarta yang datang bersama 4 keluarganya ke Dieng, Minggu (23/4). Mereka menggunakan satu mobil. Sampai di pos pemungutan retribusi Kalijeruk, Kecamatan Garung, mobil dihentikan, dan petugas penarik memungut lewat jendela mobil. Saat itu di dalam mobil ada 5 orang.

“Kami membayar Rp 50 ribu untuk membayar 5 orang, karena dalam tiket tertera Rp 10 ribu per orang,” ungkap Bambang kepada Jawa Pos Radar Kedu, Senin (24/4).

Setelah melakukan pembayaran, Bambang menerima tiket dan melanjutkan perjalanan. Saat dalam perjalanan ia menyempatkan mengecek jumlah tiket, ternyata hanya diberi 3 tiket. Nah untuk mengelabuhi wisatawan, pada tiket paling atas ada tulisan menggunakan pulpen menerangkan bahwa tiket untuk 5 orang.

“Saya bayar 5 tiket hanya dikasih 3 tiket, berarti yang 2 dikorupsi, kan laporan mereka ke kas daerah dari bukti tiket,” ungkap Bambang yang berprofesi sebagai jurnalis media nasional tersebut.

Saat itu ia memang tidak sempat komplain karena tiket distaples jadi satu. Kemudian petugas menyerahkan sambil bilang, tiket untuk 5 orang. “Saya baru sadar kalau hanya dikasih tiket 3, saat sudah melanjutkan perjalanan, jadi tidak sempat komplain,”tuturnya.

Terpisah Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo Sigit Sukarsana saat dikonfirmasi menyatakan akan mengambil tindakan tegas. Pihaknya akan segera memanggil semua petugas di Pos Garung. Upaya ini untuk mengklarifikasi sekaligus penertiban para petugas pemungut retribusi wisata. “Besok (hari ini, red) pengelola akan kami panggil semua ke kantor,” katanya.

Ketua Komisi A DPRD Wonosobo Suwondo Yudhistiro menyayangkan kejadian ini. Menurutnya perilaku seperti itu tidak bisa dibenarkan karena sangat merugikan pemasukan retribusi daerah.

“Perilaku seperti itu bukan hanya terjadi di Pos Garung tapi juga terjadi di Jembatan Merah Putih yang dikelola oleh BUMDes Desa Jojogan, di mana saya bayar 6 orang juga hanya dikasih 3 tiket. Ketika saya tanyakan, jawabannya ndak papa masuk saja sudah sore,” kata Suwondo menirukan petugas penarik retribusi.

Suwondo menegaskan, DPRD sudah memberikan masukan kepada eksekutif untuk meninjau keberadaan Pos Garung dan pos-pos penarikan tiket yangg lain. Jumlah pos yang terlalu banyak dirasa memberatkan wisatawan yang datang ke kawasan Dieng. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...