32 C
Semarang
Rabu, 23 Juni 2021

Pemilik Kios dan Los Di-Deadline Juli

”Jika mereka tidak bisa membuktikan bukti hingga bulan Juli mendatang, kami akan mengalihkan ke pedagang lain. Apalagi saat ini sudah banyak warga yang menyatakan bersedia menempati.”

Fajar Purwoto

SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang fokus menghidupkan Pasar Banjardowo, Genuk, yang sudah diresmikan dan berubah nama menjadi Pasar Satwa Kota Semarang. Pihak dinas meminta siapa saja yang merasa memiliki kios maupun los di Pasar Banjardowo diminta menunjukkan bukti kepemilikan.  Sebab, pasar tersebut segera akan difungsikan sebagai pusat pasar satwa. Termasuk para pedagang ayam bangkok di Jalan Sendowo, Kawasan Kota Lama Semarang, akan dipindahkan ke pasar tersebut.

Kondisi Pasar Banjardowo tersebut sebelumnya dikelola investor PT Pratama Sarana Mandiri. Namun mangkrak sejak 2004. Fasilitas sebanyak 241 kios dan 240 los tidak digunakan. Bahkan di dalam pasar digunakan arena judi sabung ayam.  Saat ini, status pasar tersebut telah diambil alih pengelolaannya oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang.

”Kami mengajak masyarakat dan para pedagang yang dulunya memiliki kios dan meninggalkan Pasar Banjardowo untuk kembali lagi,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kemarin.

Karena itu, pihaknya meminta agar pemilik kios lama yang memiliki bukti kepemilikan, dipersilakan datang ke Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk menunjukkan bukti kepemilikan kios dan los. Selama ini, banyak kios dan los di pasar tersebut tidak diketahui siapa pemiliknya.

”Jika mereka tidak bisa membuktikan bukti hingga bulan Juli mendatang, kami akan mengalihkan ke pedagang lain. Apalagi saat ini sudah banyak warga yang menyatakan bersedia menempati,” ujarnya.

Pihaknya meyakini, pasar tersebut akan ramai. Sebab, konsep tematik pasar satwa baru ini satu-satunya di Kota Semarang. ”Kami melihat, minat masyarakat untuk berdagang di Pasar Satwa Banjardowo ini sangat tinggi, terbukti banyak warga yang antusias mau menempati pasar ini,” katanya.

Pihaknya juga akan membebaskan tarikan retribusi bagi pedagang selama dua bulan pertama. ”Kami juga akan menertibkan para PKL yang berada di luar pasar ataupun PKL yang berada di sepanjang Jalan Banjardowo agar masuk ke dalam pasar. Termasuk memindahkan para pedagang ayam di Jalan Sendowo Kota Lama ke Pasar Satwa Banjardowo,” ujarnya.

Selain Pasar Satwa Banjardowo, dalam waktu dekat pihaknya juga akan membuka klaster handphone dan komputer di lantai 3 Pasar Sampangan. Lantai 3 Pasar Sampangan bertahun-tahun mangkrak tidak ditempati.

”Secara bertahap, kami akan menghidupkan pasar-pasar mangkrak yang selama ini tidak pernah digunakan. Saat ini, sudah ada 49 pedagang yang siap untuk menempati lantai 3 Pasar Sampangan,” katanya.

Sekretaris Komisi C DPRD Kota Semarang, Wachid Nurmiyanto, mengapresiasi langkah Dinas Perdagangan yang berusaha memasukkan pedagang ke dalam pasar. Namun persoalannya sebenarnya bukan sekadar memasukkan pedagang ke dalam pasar, tetapi harus dibarengi dengan manajemen pengelolaan pasar tradisional secara baik.

”Kalau hanya dimasukkan saja tidak cukup. Hari ini pedagang bisa saja masuk, tapi besok keluar lagi. Makanya butuh dikelola secara baik. Ini menjadi tantangan Dinas Perdagangan Kota Semarang bagaimana menghidupkan pasar mangkrak,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here