32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Mahasiswa Tolak Aksi Perusak Lingkungan

MAGELANG – Puluhan mahasiswa dari Universitas Tidar (Untidar), Sabtu (22/4) lalu, menggelar aksi damai di Alun-alun Kota Magelang. Mereka kemudian long march mengitari alun-alun sambil memunguti sampah dan menebar bibit ikan di Kali Samban.

Syam Khoiru Bahri, koordinator lapangan mengatakan aksi tersebut sebagai bagian memperingati Hari Bumi pada 22 April. “Kegiatan ini sebagai upaya untuk merefleksikan diri tentang bumi yang semakin tua. Sudah sepantasnya kita sebagai umat manusia selalu menjaga bumi ini sebagai titipan Tuhan,” tandas Syam.

Ia mengungkapkan, sesuai pasal 33 ayat 3 UUD 1945 yang menetapkan bahwasanya bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat, maka pemerintah wajib untuk menjaganya.

“Kita sebagai mahasiswa dan bagian dari masyarakat Indonesia harus senantiasa menjaga dan mencintai alam. Kami para mahasiswa juga menyatakan sikap yaitu menolak segala bentuk kegiatan yang tidak memperhatikan keberlangsungan lingkungan dan negara,” tegasnya.

Mahasiswa meminta pemerintah untuk mempertegas kembali daerah-daerah konservasi yang harusnya dijaga sebagai upaya mencegah kerusakan alam.

“Cabut perizinan-perizinan yang dibuat seyogyanya tidak memenuhi izin amdal. Pemerintah harus melakukan pengelolaan daerah dan membuka sebanyak-banyaknya ruang terbuka hijau. Pemerintah harus tegas dalam menegakkan hukum terkait perundang-undangan mengenai sumberdaya alam,” tegas Syam

Peserta aksi yang long march mulai dari kampus Untidar hingga alun-alun tersebut juga membawa berbagai tulisan tentang lingkungan. Mereka lalu memungut sampah yang bertebaran di sepanjang Alun-alun Kota Magelang, dan ditutup dengan tebar benih ikan.

Sementara, peringatan Hari Bumi di SMA Tarakanita diadakan dengan nuansa berbeda. Siswa SMA kelas XII membungkus kepalanya dengan tas plastik kresek. Salah satu siswa dibungkus seluruh tubuhnya dengan kantong plastik dan diibaratkan sebagai bumi.

“Ini sebagai simbol bahwa bumi dari waktu ke waktu dipenuhi sampah plastik akibat ketidakpedulian manusia. Ketidakpedulian kepada lingkungan, harus membuat bumi menderita,” ungkap Oka Lingga, siswa kelas X SMA Tarakanita.

Ketua Komite SMA Tarakanita Magelang, Ladrang Kunto Anugrah, menyambut baik aksi tersebut. “Diharapkan siswa semakin cinta dengan lingkungan dan alam sekitar dan mau menjaga kelestarian lingkungan,” bebernya. (cr3/lis)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here