33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

2 Warga Terserang Kaki Gajah

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO – Pembasmian wabah kaki gajah (filariasis) di Kabupaten Wonosobo dengan cara minum obat serentak, akan dilaksanakan bulan Juli 2017. Rencana pencegahan dan pembasmian endemik kaki gajah ini, sempat tertunda. Sebelumnya dijadwalkan pada Oktober 2016 namun mundur karena belum tersedianya obat.

Pengobatan kaki gajah serentak ini menjadi prioritas setelah sebelumnya dilakukan survei, kemudian hasilnya menunjukkan 2 warga Wonosobo dinyatakan positif filariasis secara klinis. “Dengan 2 penemuan itu kita dinyatakan endemik filariasis. Guna membasmi itu, satu satunya dengan pengobatan masal anti-filaria,” kata Sudiman, programer P2B2, Seksi P2PM Dinkes Wonosobo belum lama ini.

Seluruh masyarakat, mulai dari usia 2 tahun sampai usia 70 tahun diwajibkan mengikuti program pengobatan masal ini. Pengecualian, bagi warga yang mengidap penyakit tertentu seperti kelainan fungsi ginjal, epilepsi, jantung, sakit berat, fillaria kronis, anak dengan marasmus (gizi buruk) disarankan tidak meminum obat anti-filaria ini.

“Teknisnya di lapangan, nanti tetap dikasih, cuma ditunda sampai sembuh dulu,” katanya.

Kendati obat anti-fillaria ini tidak disarankan untuk masyarakat dengan penyakit tertentu, namun masyarakaat diimbau tak perlu khawatir. Pasalnya, sebelum hari H pelaksanaan, sudah dilakukan pendataan oleh kader dan petugas setempat. Jadi petugas telah membaca riwayat kesehatan yang akan diberi obat.

“Saya pastikan tidak akan ada kesalahan pemberian obat semacam itu. Semua kita data dengan jelas,” ucapnya.

Dikatakan, rentang waktu sebulan masa pemberian obat bisa dimanfaatkan oleh petugas untuk menunda pemberian obat anti-fillaria. Selain pengecualian kepada masyarakat dengan penyakit yang telah disebutkan, penundaan juga berlaku bagi ibu yang baru saja melahirkan.

Mengingat waktu pelaksanaan sudah dekat, ia berharap petugas kesehatan desa/kecamatan mulai menyosialisasikan kegiatan ini. Di beberapa puskesmas sudah mulai terlaksana seperti di Puskesmas 2, Kecamatan Selomerto.

“Kegiatan di puskesmas kemarin diikuti oleh kades 8 desa, ibu-bu PKK dan camat. Semoga bisa dicontoh oleh puskesmas lain,” katanya. (cr2/lis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Salurkan Zakat Pegawai, PLN Santuni 100 Anak Yatim

SEMARANG– PLN kembali mewujudkan kepedulian di bulan suci Ramadhan dengan memberikan santunan kepada anak yatim, Jumat (2/6) di Masjid An Nur PLN Distribusi Jawa...

BPR Arto Moro Belajar ke Tiongkok

RADARSEMARANG.COM - BERBAGAI upaya manajemen BPR Arto Moro Semarang untuk lebih meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan usahanya, dilakukan dengan melakukan kegiatan studi banding. Sharing informasi, inhouse...

Petugas Kewalahan, Hendi Turun Tangan

SEMARANG- Selang sehari program Universal Health Coverage (UHC) dijalankan, tepatnya tanggal 1 November lalu, Kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, langsung diserbu ratusan warga...

Genjot Fisik Pemain

MAGELANG – PPSM Sakti Magelang harus segera melupakan kekalahan melawan Persis Solo akhir pekan lalu. Laga lanjutan Liga 2 grup 4 melawan Persiba Bantu,...

4 Catar Akpol Dipulangkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Empat peserta pendaftar Calon Taruna (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) tidak lolos seleksi tingkat pusat tahapan kedua. "Ada 4 catar yang tidak memenuhi...

Budi Pekerti Gantikan Mapel Muatan Lokal

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten Batang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) meluncurkan Gerakan Penguatan Budi Pekerti. Tidak sekadar seremonial, gerakan tersebut akan diterapkan...