33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Kalah dengan Vietnam dan Thailand

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SECARA keseluruhan, minat baca masyarakat Indonesia, masih kalah dengan negara lain. Berdasarkan hasil survei lembaga independen, Indonesia menduduki peringkat ke 61 dari 65 negera. “Minat baca kita masih rendah. Indonesia masih kalah dengan negara Vietnam dan Thailand,” kata Kepala Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah M Masrofi kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Jawa Tengah, imbuhnya, memiliki perpustakaan wilayah milik Pemprov Jateng dengan koleksi ratusan ribu buku. Meliputi buku pendidikan, agama, praktik, termasuk buku anak anak. “Perpustakaan buku yang ada di Jalan Sriwijaya, ada sekitar 300 ribuan koleksi buku. Masyarakat Jawa Tengah dan Kota Semarang bisa meminjam dan membaca di perpustakaan,” terangnya.

Sedangkan jumlah pengunjung di perpustakaan, diakuinya, selalu meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat, di tahun 2014 terdapat 14.313 ribu, tahun 2015 meningkat menjadi 16.717 orang, dan tahun 2016 sebanyak 17.366 ribu orang. Sampai dengan tahun 2017 mulai Januari sampai akhir Pebruari, ada tambahan keanggotaan baru sebanyak 1.889 ribu.

“Kalau melihat data, animo masyarakat yang meminjam buku sangat tinggi. Kami berharap tahun demi tahun akan terus meningkat. Itu belum dihitung dengan jumlah pengunjung website, yang akhir tahun 2016 sebanyak 537.582 pengunjung,” katanya.

Menanggapi maraknya gerobak maupun warung perpustakaan atau pojok baca, Masrofi menyambut positif. Bahkan, pihaknya turut mendorong agar sampai ke desa-desa hingga tingkat RT dan RW. Tentu saja, tetap dalam pembinaannya selaku petugas perpustakaan. “Kami juga memberikan bantuan buku dan rak buku melalui APBD Jateng maupun pembantuan dari pemerintah pusat. Kami mendorong supaya di desa-desa ada buku bacaan,” terangnya.

Bahkan, melalui Dinas Pendidikan atau Dinas Kearsipan dan Perpustakaan kabupaten/kota, disediakan jam khusus bagi sekolah agar siswa-siswinya masuk ke perpustakaan untuk membaca. “Harus mendorong anak didik gemar membaca sejak dini. Mungkin pas hari Jumat atau Sabtu, diberikan waktu satu sampai dua jam untuk membaca di perpustakaan,” jelasnya.

Terkait peminjam buku pada perpustakaan desa atau pojok baca yang mengalami penurunan, pihaknya siap memberikan bantuan peminjaman bukusampai batas waktu yang ditentukan. “Ssetelah dipinjam, tetap harus dikembalikan, terus dipinjam lagi. Sebab, kalau memberikan bantuan pembelian buku, ada keterbatasan anggaran. Makanya, cara membantunya begitu sehingga buku perpustakaan bisa bergulir ke daerah lain,” terangnya.

Selain itu, pihaknya telah memiliki enam mobil perpustakaan keliling yang telah dioperasikan setiap hari dan Sabtu Minggu buka. Bahkan, sudah ada langganan, seperti di Semarang Barat dan Semarang Utara. “Masyarakat bisa mendaftar menjadi anggota dan pinjam buku di mobil keliling. Di wilayah kota atau kabupaten juga sama,” terangnya.

Sementara itu, di tengah gempuran teknologi informasi, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Jateng juga berusaha melakukan inovasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Yakni, dengan meluncurkan perpustakaan digital yang memudahkan masyarakat atau pengunjung dalam meminjam buku di perpustakaan. “Perpustakaan digital ini masih terbatas. Namun demikian, tidak semua buku yang ada di perpustakaan di-upload dengan alasan buku yang ada masih dilindungi oleh hak cipta ataupun penerbit,” katanya.

Saat ini, jelasnya, yang sudah di-upload ke e book adalah buku-buku yang memiliki sejarah di Jawa Tengah. “Perpustakaan Digital ini, baru akan kami launching setelah Lebaran. Kami sudah bekerjasama dengan penerbit agar semua buku yang up to date dimasukan ke dalam digital,” terangnya.

Harapannya, masyarakat yang menggunakan gadget atau handphone bisa tetap mengakses melalui teknologi tersebut. Sehingga jauh lebih mudah dalam membaca buku. “Nantinya ada dua versi, buku yang cetak disimpan di perpustakaan dan satunya buku elektronik. Mungkin 200 buku akan masuk di perpustakaan digital,” katanya.

Selain itu, di dalam perpustakaan digital tersebut akan dibuatkan web agar masyarakat yang memiliki buku bisa meng-upload koleksi buku di web tersebut. Sehingga memudahkan masyarakat lain mengaksesnya. “Jadi disitu sudah ada petunjuknya. Tidak hanya perpustakaan daerah saja yang bisa muncul, tapi perpustakaan pribadi bisa juga masuk kesitu,” pungkasnya. (mha/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jumala Multazam, Ketua Yayasan Sekolah Alam Ar-Ridho yang Juga Motivator

Sebelum karirnya sukses saat ini, Jumala Multazam pernah mengalami masa kelam. Bahkan, Ketua Yayasan Sekolah Alam Ar-Ridho yang juga motivator ini pernah meminta Allah SWT...

Alibi Bar & Food Tempat Nongkrong Asik

ALIBI Bar & Food yang berlokasi di Jl. Veteran No.8, Randusari, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah (Depan KPU Jateng) menyasar segala segmentasi pengunjung...

Jaga Kerukunan dan Toleransi Antar Etnis

RADARSEMARANG.COM - KOTA Salatiga merupakan mininya Indonesia. Meski wilayahnya kecil, masyarakatnya sangat majemuk. Berbagai etnis dari Indonesia tinggal di kota yang berada di lereng...

Pemprov Didesak Perbaiki Infrastruktur Pariwisata

SEMARANG – Jateng dikenal memiliki potensi wisata yang komplet. Mulai dari wisata alam, tradisi dan budaya, religi, hingga wisata buatan. Potensi yang luar biasa...

Korsel Inginkan Kerjasama Sektor Perkebunan

UNGARAN–Luasnya area perkebunan di Indonesia, membuat Korea Selatan (Korsel) kepincut melakukan kerjasama. Terlihat dari Perwakilan dari Korea Selatan (Korsel), yaitu Wakil Wali Kota Junggu...

Tepergok Mencuri Motor di Basecamp IPNU

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO — Seorang pria tepergok hendak mencuri motor di basecamp Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) di Desa Pangenjurutengah, Kecamatan Purworejo. Atas perbuatannya, BD,...