32 C
Semarang
Sabtu, 19 Juni 2021

Nasdem Tanam 40 Ribu Mangrove

DEMAK-Partai Nasdem melakukan gerakan peduli lingkungan di pesisir Pantai Utara Jawa (Pantura), termasuk di Demak. Sabtu (22/4) kemarin, penanaman yang dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi ini, secara simbolis dimulai dan dipusatkan di Pantai Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Ada 40 ribu batang mangrove yang ditanam secara masal dan serentak di 14 wilayah DPD Partai NasDem tersebut. Meliputi, Brebes, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Pemalang, Kendal, Kota Semarang, Demak, Pati, Jepara, Kudus, dan Rembang.

Hadir dalam kegiatan penghijauan ini, Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Jaksa Agung HM Prasetyo, Siswono Yudo Husodo mewakili Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh, Enggartiasto Lukita, Ketua DPW Nasdem Jateng Setyo Maharso, Wabup Demak Joko Sutanto, dan sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem. Di antaranya, Habib Ali Mahir, Fadholi, dan lainnya.

Ketua DPW Nasdem Jateng, Setyo Maharso mengatakan bahwa abrasi yang terjadi di pesisir Pantura Jateng termasuk di Demak perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat. Karena itu, dengan kondisi lingkungan pesisir yang kena abrasi dan rob ini, Partai Nasdem telah mempelopori untuk merestorasi lingkungan tersebut.

“Penanaman mangrove ini menjadi bukti nyata bahwa Partai Nasdem sangat peduli lingkungan. Kita harus tahu bahwa 453,9 kilometer pesisir Pantura Berbes sampai Rembang terkena abrasi. Karena itu, sepanjang pesisir Pantura Jateng ini kita restorasi,” ujarnya.

Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya menambahkan, eksosistem hutan mangrove menjadi komunitas tumbuhan pesisir yang memiliki manfaat besar. Selain untuk pemijahan jenis ikan tertentu, termasuk menjaga daerah pesisir dari abrasi serta sebagai wujud keanekaragaman hayati.

“Secara umum ada kekhawatiran terkait kondisi lingkungan kita khususnya di pesisir. Setidaknya ada 257 daerah kabupaten dan kota yang memiliki mangrove, termasuk di Demak Jateng ini. Namun, dari luas 3,49 juta hektare, 200 ribu lebih kondisinya menurun,” jelasnya.

Dalam catatan Kementerian Lingkungan Hidup, 48 persen mangrove dalam keadaan baik, dan 52 persen dalam kondisi kurang baik. Ini terjadi, kata dia, akibat banyak faktor. Antara lain, dampak reklamasi pantai, polusi budidaya pesisir yang cenderung merusak lingkungan serta akibat rob.

“Karena itu, kita patut bersyukur karena Partai Nasdem berupaya ikut menjaga lingkungan. Penanaman mangrove harus dikelola secara berkelanjutan. Dan, apa yang dilakukan Nasdem kali ini, bagian dari restorasi lingkungan yang akan dilakukan terus menerus,” katanya.

Sementara itu, Siswono Yudi Husodo menyampaikan bahwa kualitas alam sudah turun drastis. Ini karena makin bertambahnya jumlah manusia di bumi. “Kalau tidak ada manusia, barangkali alam dunia ini tidak ada masalah,” katanya.

Dia memberikan gambaran, di Indonesia jumlah penduduk pada 1945 masih sekitar 61 juta jiwa. Sekarang, jumlah penduduk Indonesia sudah mencapai 255 juta jiwa. Adapun, penduduk dunia pada 1900 masih 1,6 miliar jiwa, kemudian pada 1950 sekitar 2,5 miliar jiwa dan sekarang penduduk dunia sudah mencapai 8 miliar jiwa. Artinya, 4 kali lipat jumlah penduduk dunia meningkat. Sebab, setiap 12 tahun penduduk tambah 1 miliar jiwa. “Karenanya, kita prihatin lantaran kualitas bumi menurun,” ungkap Siswono.

Wakil Bupati Demak Joko Sutanto juga menuturkan bahwa panjang pesisir Demak mencapai 34 kilometer memanjang antara Sayung hingga Wedung. Dari sepanjang pantai itu, tercatat 798,44 hektare sudah terkena abrasi dan rob. Di antaranya, lahan 420 hektare di Kecamatan Sayung, Karangtengah 57 hektare, Bonang 68 hektare dan Wedung seluas 250 hektare. “Dari itu semua, wilayah Kecamatan Sayung terkena rob paling tinggi. Bahkan, beberapa dukuh hilang termasuk di Desa Bedono warganya direlokasi,” katanya.

Beberapa desa di pesisir Sayung yang hancur kena abrasi dan rob antara lain, Desa Sriwulan, Bedono, Purwosari, Gemulak, Sidogemah, dan Timbulsloko. “Warga sekitar sudah tidak bisa hidup dengan dunia pertanian karena lahannya rusak kena abrasi dan rob,” jelas Wabup Joko Sutanto.

Untuk mengurangi dampak abrasi dan rob ini, Pemkab Demak terus melakukan penanaman mangrove. Karena itu, bantuan Partai Nasdem untuk ikut menanam mangrove dinilai sangat berarti untuk memperbaiki kondisi lingkungan ini. “Ada lahan seluas 337,54 hektare yang kita tanam mangrove dan dibutuhkan setidaknya 3.375.400 batang mangrove. Sebab, saat ini baru ditanam sekitar 605.150 mangrove sehingga masih diperlukan sebanyak 2.770.250 batang mangrove,” kata dia.

Penanaman mangrove oleh Partai Nasdem secara serentak ini mendapatkan penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (Leprid). Penghargaan atas kepedulian terhadap lingkungan pesisir ini diberikan kepada Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Partai Nasdem dan Pemkab Demak.

“Penanaman mangrove secara serentak di 14 kabupaten/kota ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Karena itu, kami apresiasi upaya Partai Nasdem yang telah berupaya merestorasi lingkungan pesisir Pantura Jawa Tengah ini,” katanya. (hib/bis/ida)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here