33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Targetkan Poin Maksimal

Sore Ini, Persipur v PSIS

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG PSIS Semarang akan melakoni laga perdana Grup 4 gelaran Liga 2 musim 2017 versus Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Sabtu (22/4) sore ini. Target memperoleh poin maksimal, menurut head coach PSIS, Subangkit, cukup penting untuk mengangkat mental bertanding, meskipun Johan Yoga dkk akan tampil di bawah tekanan publik Purwodadi.

”Pertandingan perdana bagi tim mana pun sangat penting. Karena itu, kami harus bisa mencuri poin dari Persipur meskipun tidak mudah, dan anak-anak wajib kerja keras,” kata Subangkit kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Setidaknya di laga sore ini, tim Mahesa Jenar diuntungkan oleh rekor pertemuan di kandang Persipur. Pada gelaran ISC B musim 2016 lalu, PSIS berhasil menahan imbang Persipur 0-0 kendati saat itu PSIS menargetkan bisa mencuri tiga poin.

Namun beda musim tentu beda kekuatan. Skuad Persipur yang berjuluk Laskar Petir banyak merombak timnya musim ini. Beberapa pemain lama tersisa, seperti kiper Yoga Wahyu dan Hery Susilo yang musim ini didaulat sebagai kapten.

Yang menarik, Persipur juga banyak dihuni oleh eks punggawa PSIS. Selain Yoga Wahyu dan Hery Susilo, juga terdapat nama Alfebta Dewangga serta dua pemain anyar mereka, Hasan Basri Lohy dan Jordan Foranda sama-sama pernah ber-homebase di Jatidiri.

Secara mental bertanding, barisan mantan pemain PSIS itu tentunya memiliki motivasi lebih untuk menunjukkan kualitas sebenarnya. Hal itu yang menurut coach Subangkit perlu diwaspadai oleh Johan Yoga dkk.

”Secara kekuatan tentu kami cukup tahu dengan pemain-pemain yang pernah bergabung di PSIS. Untuk selebihnya kami masih cukup buta dengan kekuatan Persipur. Yang penting kami harus tetap tampil fight,” ujarnya.

Tim Mahesa Jenar sendiri berkekuatan 20 pemain dalam tour ke Purwodadi kali ini. Dua pemain yang sebelumnya cedera, yakni center bek M. Rio Saputra dan breaker M. Yunus dibawa dalam rombongan dengan harapan keduanya bisa segera fit hari ini.

Selain itu, gelandang anyar M. Ridwan juga dibawa serta oleh Subangkit. Rekrutan terakhir yang juga menjadi pemain termuda PSIS, Tegar Infantrie Sukamto, juga diangkut dalam rombongan. Bisa jadi pemain berusia 17 tahun itu akan melakoni debutnya sore ini.

”Untuk komposisi tentunya kami akan menurunkan siapa yang siap tampil, entah itu menggunakan tiga bek atau empat bek. Hanya saja di latihan terakhir kami cenderung menggunakan empat bek, karena transisinya lebih bagus,” katanya.

Di kubu tuan rumah, juru taktik Persipur, Wahyu Teguh, berharap Hery Susilo dkk bisa tampil lepas untuk bisa meraih hasil maksimal di laga kandang perdana. Pihaknya tidak ingin kehilangan poin percuma di hadapan publik sendiri. (bas/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penyalahgunaan Internet Rusak Norma Pelajar

RADARSEMARANG.COM - DI era globalisasi ini  internet sudah menjadi hal yang penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia yaitu untuk kepentingan bisnis, berita, media...

Capek Mudik, Bisa Mampir di Koramil

WONOSOBO - Menjelang Lebaran, Muspika Kecamatan Kejajar dan Koramil 05/Kejajar meninjau lokasi wisata Dieng. Hal ini dimaksudkan untuk melihat secara langsung kondisi lokasi yang...

Siapkan Banana Boat di Wadaslintang

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Pemerintah Desa Kumejing Kecamatan Wadaslintang terus meningkatkan sarana layanan wisata. Desa yang berada di tepi Waduk Wadaslintang itu telah dilengkapi beberapa...

Pemkab Dukung Penuh Pembangunan Lemdiklat Polri

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mendampingi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri Komjen Pol Unggung Cahyono dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono...

Cukup Seri, Lolos Semifinal

BANDUNG– Raihan poin menjadi harga mati yang harus didapatkan tim PSIS Semarang saat melakoni laga pamungkas Grup Y babak delapan besar Liga 2 versus...

Gerluti Modeling dan Tukang Ojek

PARAS cantik dan perawakan Syaikh Hasina Candrika Yudistira memang cocok menjadi seorang model. Namun siapa sangka, gadis kelahiran Pati 1997, ini tertarik menjadi seorang...