33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

IAIN Salatiga Wisuda 287 Mahasiswa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SALATIGA – Pagi ini (22/4) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Wisuda V IAIN Salatiga tahun 2017. Pada wisuda ke-5 ini, IAIN Salatiga mewisuda sebanyak 287 (dua ratus delapan puluh tujuh) mahasiswa. Dari jumlah tersebut terdapat 79 (tujuh puluh sembilan) orang memperoleh nilai cumlaude/pujian

Para wisudawan berasal dari S.2 Program Studi Pendidikan Agama Islam sebanyak 19 orang; S.1 Jurusan Pendidikan Agama Islam sebanyak 104 orang; S.1 Jurusan Pendidikan Bahasa Arab sebanyak 24 orang; S.1 Jurusan Tadris Bahasa Inggris sebanyak 42 orang; S1 Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah sebanyak 22 orang; S.1 Jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) sebanyak 19 orang; S.1 Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah (Mu`amalah) sebanyak 8 orang dan S.1 Jurusan Perbankan Syariah sebanyak 49 orang.

Peraih IPK tertinggi untuk Program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam diraih Fauzi Annur (IPK 3,76); jurusan Pendidikan Agama Islam diraih Muhammad Rifqi Munif (3,91); Jurusan Pendidikan Bahasa Arab diraih Irma Ariyani (3,62); Jurusan Tadris Bahasa Inggris diraih Sefty Hanida Fitriyani (3,78); Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah diraih Peni Nur Hidayati binti Abdul Hadi (3,77); Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah diraih Muhammad Imron (3,76); Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah diraih Khoirotun Nisak (3,53); dan Jurusan Perbankan Syariah Program S1 diraih Marita Ana Fatonah (3,67).

Wisudawan termuda berasal dari Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan yakni Lu’luk Suroya yang berusia 20 tahun, 7 bulan, 14 hari. Sementara wisudawan tertua adalah Nuryahman, dari program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam berusia 51 tahun, 8 bulan, 9 hari. Sampai dengan wisuda ke-5 IAIN Salatiga ini, sejak statusnya masih sebagai Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo di Salatiga sampai sekarang telah meluluskan 10.039 (sepuluh ribu tiga puluh sembilan) alumni.

Rektor IAIN Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd mengucapkan selamat kepada para wisudawan/wisudawati yang telah menyelesaikan studinya. “Pada hari ini kami serahkan kembali putra-putri Bapak/Ibu, semoga mereka membawa bekal ilmu yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan di masyarakat dan meraih keberhasilan hidup di dunia dan akhirat,” sambut Rahmad.

Ia memapar sebuah ungkapan “Every story has end, but in life every ending is just a new begining”. Maksudnya, semua kisah itu pasti ada akhirnya, namun dalam hidup ini setiap akhir dari sesuatu, maka berarti pada saat itu ada permulaan sesuatu yang baru. Sesuatu itu bisa berupa keadaan, perjalanan, aktivitas, status, dan sebagainya. Hal ini mungkin merupakan bagian dari sunnatullah yang berkenaan dengan segenap entitas yang terikat oleh ruang dan waktu di dunia ini.

“Para wisudawan hakikatnya telah sampai pada akhir (studinya), dan (pasti) akan memasuki suatu permulaan. Mereka telah berakhir statusnya sebagai mahasiswa, dan mulai menyandang gelar sarjana. Mereka telah mengakhiri kuliahnya, dan mulai menerapkan ilmunya,” jelas dia.

Bentuk kesyukuran dan tanggung jawab atas status saudara saat ini adalah dengan bekerja dan beraktivitas apa saja untuk mengembangkan dan mengamalkan ilmu yang miliki, baik itu di lembaga formal yang memberikan insentif, maupun di tengah-tengah masyarakat di mana berada. (sas/sct/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ungkap Peredaran Sabu Jaringan Lapas

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang berhasil mengungkap pengedaran sabu di Kawasan Wisata Bandungan yang dikendalikan melalui lembaga permasyarakatan (lapas) Kedung Pane Kota Semarang. Wakapolres Semarang,...

Dua Pekan Ngemis Bisa Beli Smartphone

RADARSEMARANG.COM, SOLO - Meningkatnya aktivitas sosial termasuk beramal pada bulan Ramadan menjadi lahan basah bagi pengemis. Tidak sedikit dari mereka hanya berpura-pura memelas. Meskipun...

Melihat Rancangan Konsep Baru Jalur KA Gerbangkertosusila

JawaPos.com – Konsep pengembangan moda transportasi jalur kereta di wilayah Gerbangkertosusila sudah lama disiapkan pemerintah. Program itu masuk rencana jangka panjang pembangunan di Jatim. Kini...

KPU Pastikan Surat Suara Pilgub Jateng Utuh

Komisioner KPU Surakarta bidang logistik Suryo Baruno menjelaskan ratusan ribu surat suara tersebut dikemas dalam 206 dus. "Tiap dusnya diisi 2.000 lembar. Pengirimannya bersama surat...

Jadi Saksi Ahli HTI, Gubes Undip Disidang Etik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Lantaran dianggap memicu ujaran kebencian di media sosial, Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Diponegoro (Undip), Prof Suteki, harus menghadapi sidang etik. Yakni, pembelaan...

Ganjar Ngonthel sampai Grobogan

SEMARANG – Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo ditemani sang istri, Siti Atikoh ngonthel menggunakan sepeda jadul dari Jalan Pahlawan Semarang menuju Stasiun Gubug, Kabupaten Grobogan,...