33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Sajikan Nasi Jagung Mirip di Desa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SULASTRI, pemilik Kedai Aprilia yang berlokasi di dekat jembatan Semagung, atau berhadap-hadapan dengan SMK Informatika, pantas disebut sebagai pekerja keras. Ia pernah dikenal sebagai pedagang barang antik yang sukses di era 1980-1990-an. Bahkan saking suksesnya, namanya sampai kondang sebagai kolektor barang antik asal Sirandu Wonosobo.

Namun, seiring berjalannya waktu, permintaan akan barang antik diakuinya terus meredup. Banyak pelaku usaha barang antik yang akhirnya pailit dan menutup usahanya. Namun tidak bagi Sulastri. Ia tetap bertahan sembari membaca peluang-peluang baru yang dirasa bakal menguntungkan.

Tepatnya 2016, ia membaca peluang usaha baru. “Permintaan makanan nasi selain beras makin tinggi karena alasan kesehatan,” jelasnya. Ia lantas membuka kedai Aprilia dengan menu andalan nasi jagung. Berkat kejeliannya itu, lagi-lagi ia berhasil membentuk pasar nasi jagung di Wonosobo.

Setahun berjalan, setiap hari sedikitnya 200 porsi sampai 250 porsi nasi jagung terjual di kedainya. Peminatnya cukup beragam. Mulai dari kalangan pejabat, karyawan kantor sampai warga yang menganggap nasi jagung sebagai klangenan. “Nasi jagung itu murah. Cuma proses pembuatannya sulit makanya lebih suka beli ketimbang harus buat sendiri,” katanya.

Nasi jagung, dikatakan dia, selain baik bagi pengidap diabetes juga kerap dijadikan sebagai tombo kangen bagi masyarakat desa yang sekarang sudah menetap di kota. “Makanya di kedai kami sengaja dibuat ubo rampe yang mirip sama penyajian nasi jagung di desa. Ada sayur, rese, dan sambal. Pokoknya lengkap,” katanya.

Tak bermaksud meninggalkan usaha lamanya, di setiap sudut kedai masih terpampang barang-barang antik. Sesekali ada yang laku dibeli pengunjung. Kalaupun belum laku, kata dia, barang-barang antik tetap memperindah ruangan.

Setting-an kedai kami memang dibikin hommy. Mirip di rumah berikut pernak perniknya. Makanya banyak pengunjung yang betah lama lama. Ada yang menggarap pekerjaan di sini. Ada yang sekedar ingin santai,” jelasnya. (cr2/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bisnis Butuh Inovasi dan Pembeda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep, berbagi ilmu bisnis kepada sejumlah siswa SMA/SMK di Indonesia, serta mahasiswa Universitas Dian Nuswantoro...

Batik Printing Banyak Diburu

RADARSEMARANG.COM - PENGUNJUNG Sedang memilih Batik Printing di UMKM Centre Jawa Tengah,Kota Semarang, Kemarin(14/3). Tren Batik Printing atau proses produksi batik yang teknis pembuatannya...

Pemasangan LPJU Surya Dikebut

PURBALINGGA – Proyek Pembangunan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Tenaga Surya akan berakhir pada 25 November mendatang. Untuk itu, pemasangan 506 LPJU Tenaga Surya...

13 Tersangka Pil PCC Jalani Reka Ulang

SEMARANG- Bos pabrik pil Paracetamol Caffeine Caresoprodol (PCC) di Jalan Halmahera Raya No 27 Semarang, Joni, 38, dan 12 karyawannya menjalani rekonstruksi yang digelar...

Teaching Factory Tumbuhkan Karakter Kerja

RADARSEMARANG.COM - SMK sebagai pemasok calon tenaga kerja menengah perlu membekali siswanya dengan karakter kerja yang berorientasi pada industri. Salah satu model pembelajaran yang...

HIV/AIDS Anak Punk Mengkhawatirkan

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Penularan virus HIV/AIDS di kalangan anak jalanan (anjal) atau komunitas anak punk sangat menghawatirkan. Pasalnya, pergaulan bebas, seks bebas serta pemakaian narkoba...