33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Jupe Manis Jadi Penambang Pasir

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

MUNGKID – Para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Perempuan Magelang Eksis (Jupe Manis) memperingati Hari Kartini, di Sungai Pabelan, tepatnya di bawah jembatan Srowol , Kabupaten Magelang, Kamis (20/4). Peringatan kali ini, jauh dari busana tradisional atau riasan.

Mereka mencoba merasakan sebagai perempuan buruh penambang pasir tradisional. Mulai dari mencebur ke sungai untuk mencari pasir, hingga mengangkut keranjang pasir yang digendong dengan jarit. “Kita mencari pasir secara manual dengan slenggrong (sekop pasir, red),” kata Ambar, salah satu anggota Jupe Manis, kemarin.

Ia merasakan, pekerjaan para penambang pasir memang cukup berat. Apalagi, bila dikerjakan oleh perempuan. “Kami baru merasakan satu jam, sudah sangat lelah. Tetapi mereka melakoni pekerjaan ini setiap hari, dari pagi sampai siang,” akunya.

Di sepanjang Sungai Pabelan banyak ditemui penambang pasir. Pekerjaan ini juga dilakoni kaum hawa. Meski zaman sudah modern, namun masih banyak perempuan yang berjuang keras untuk menyambung hidupnya. Mereka rela menjadi buruh kasar, demi bertahan hidup.

Seperti diceritakan Mundariyah, 45, warga setempat yang sudah 30 tahun menjadi penambang pasir. Ia tak bisa mencoba pekerjaan lain, karena tak memiliki keterampilan yang bisa diandalkan. “Saya juga tidak pernah sekolah,” akunya sambil menangis.

Setiap hari, dia berangkat pukul 06.00 WIB dan mencari pasir sampai 14.00. Ia mampu mengumpulkan hingga 50 keranjang pasir atau 50 kali pengangkutan. Dia juga sudah kebal dengan teriknya matahari dan dinginnya air sungai. Terkadang, pasir-pasir yang ia kumpulkan tidak laku. “Jadi kalau misal laku, uangnya pas-pasan. Ya gali lubang tutup lubang,” tuturnya lirih.

Dalam kesempatan ini, Jupe Manis menyalurkan bantuan kepada para penambang pasir perempuan. Bantuan ini terkumpul dari para donatur. Yakni, Universitas Muhammadiyah Magelang dan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB). (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Membatik Sekaring Tlatah Tidar

MAGELANG—Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober kemarin, diperingati oleh sejumlah seniman kontemporer dari Magelang Art Potpourri (MAP) Fine Art dan perajin batik...

Kelola Sampah, Kendal Jajaki Kerjasama dengan Bulgaria

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Permasalahan penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, menjadi permasalahan pelik bagi warga. Pasalnya, TPA yang tidak...

Gandeng JFE Engineering Jepang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) bekerjasama dengan JFE Engineering Jepang  membangun Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) di Pabrik Tuban. Proyek...

Debat Normatif

Oleh: Dahlan Iskan Sudah begitu jelasnya moderator menuntun: agar di sesi penutup masing-masing paslon cooling down. Dengan cara menyampaikan yang sejuk-sejuk. Dan saling memberi apresiasi. Padahal...

2017, Wali Kota Targetkan Belanja Langsung 70 Persen

SEMARANG - Sejumlah proyek pembangunan fisik di lingkungan Pemkot Semarang tahun anggaran 2016, diresmikan oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Selasa (17/1). Seperti peresmian...

Memiliki Modal Segudang Prestasi

KENDAL - SDN  2 Bebengan, Kecamatan Boja  tergolong sekolah yang  memiliki banyak  prestasi baik akademik maupun non akademik. Diantara  sederet  prestasi yang telah ditorehkan,...