33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

UU Kebudayaan Perkuat Identitas Bangsa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MUNGKID — Anggota DPR RI Abdul Kadir Karding menyatakan perkembangan era teknologi dan informasi yang begitu pesat, bisa mengancam nilai-nilai kebudayaan bangsa. Sebagai salah satu benteng memperkuat identitas bangsa, DPR RI saat ini sedang menyelesaikan pembahasan undang-undang tentang kebudayaan.

“Semangat UU Kebudayaan ini adalah untuk menjaga dan memperkuat identitas dan ciri khas bangsa. Undang-undang ini sedang kita bahas dan segera disahkan,” kata Abdul Kadir Karding di sela-sela mengikuti acara rangkaian Ruwat Rawat Borobudur di lapangan Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, kemarin.

Menurut Karding, melalui undang-undang ini, pemerintah ingin memajukan dan menjaga kebudayaan bangsa di tengah peradaban dunia yang semakin kuat. “Jadi kita ke depankan kebhinekaan, keanekaragaman sebagai kekuatan. Kebudayaan daerah dan nasional, menjadi dasar pemikiran,” kata Ferdiansyah.

Karding juga merasa prihatin melihat kondisi masyarakat sekarang yang sudah sangat dipengaruhi oleh kebudayaan luar, tidak ada lagi etika sopan-santun di tengah masyarakat. “Budaya bangsa kita harus diperkuat. Seperti hari ini (kemarin) kebudayan luar biasa menjaga dan merawat tradisi peninggalan bangsa oleh seniman dan warga di Magelang.”

Menurutnya, acara ini memperkaya khasanah budaya Kabupaten Magelang. Karding menilai, Ruwat Rawat Borobudur memiliki dua nilai. Yakni, aspek kebudayaan yang perlu dilestarikan dan pariwisata yang perlu dikembangkan. “Seperti ini juga bisa dijual secara pariwisata. Di negara lain, tidak lebih baik dari ini, tapi justru mampu menyedot wisatawan yang banyak. Maka ssaya berharap ini dikelola dengan baik.”

Pengaggas Ruwat-Rawat Borobudur Sucoro Setrodiharjo mengatakan, pembukaan kegiatan diawali ritual. Setelah itu dilanjutkan kirab budaya diikuti 50 kelompok kesenian. Mereka tampil bergantian menghibur masyararakat di lapangan Sutopati.

Selain Karding, kegiatan ini dihadiri Staf Ahli Menpar Bidang Multikultural, Hari Untoro Dradjat, Kabid Pemasaran Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Trenggono, muspida, dan ribuan masyarakat. Sejumlah mahasiswa asal Tiongkok juga hadir.

Menurut Sucoro, acara ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengembangan nilai budaya lokal di kawasan Candi Borobudur. Ruwat-Rawat Borobudur digelar mulai 18 April hingga 21 Mei 2017 di kompleks Candi Borobudur dan sejumlah desa di Kabupaten Magelang. Kegiatan ini sekaligus untuk memperingati Hari Pusaka Dunia 2017. (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dilengkapi Sensor Jarak, Klaim Lebih Efisien dari Tongkat

Empat mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan jaket khusus tunanetra. Jaket berwarna merah menyala ini diberi nama Jetnet, singkatan dark Jaket Tunanetra. Seperti apa? AJIE...

Wisata Alam Desa Lolong Pekalongan

Jika kalian suka tantangan dan berpetualang, cobalah wisata alam di Desa Lolong, Kecamatan Karanganyer, Pekalongan, Jawa Tengah. Anda bakal disuguhi pemandangan alam yang begitu...

86,94 Persen Warga Terdaftar JKN-KIS

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Ratusan peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) mengikuti senam kolosal yang dilaksanakan halaman kantor Pemkot Salatiga, kemarin pagi....

Targetkan Transaksi PRK Rp 12 Miliar

KAJEN-Pekan Raya Kajen (PRK) 2017 yang diresmikan Bupati Pekalongan, Kamis (24/8) kemarin, ditargetkan mampu melakukan nilai transaksi hingga Rp 12 miliar. Jumlah tersebut, naik...

Warga Datangi Bank Mandiri Demak

DEMAK-Sejumlah warga  kemarin mendatangi kantor Bank Mandiri di Jalan Sultan Fatah, Kota Demak. Mereka mempertanyakan legalitas voucher M1 yang diduga diterbitkan oleh lembaga  UN...

Bolos Sekolah Malah Pesta Miras

MAGELANG – Tiga siswa sebuah SMK di Kota Magelang diciduk dan digiring Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Magelang. Pasalnya, mereka kedapatan membolos...