33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Bank Jateng Masih Setengah Hati

Salurkan Kredit Mitra 25

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Komisi B DPRD Jateng mendesak program penyaluran kredit ”Mitra 25” lewat Bank Jateng untuk UMKM bisa diperbaiki. Sebab, ada beberapa kendala internal dan eksternal yang menjadikan pelaksanaan program tersebut tidak begitu sukses di sejumlah tempat.

Ketua Komisi B DPRD Jateng M. Chamim Irfani mengatakan secara internal terkait target yang dibebankan masing-masing kantor cabang. Pasalnya masing-masing kantor cabang dialokasikan Rp 10 miliar. Ternyata tidak semua cabang bisa mencapai target itu. ”Seperti contoh di Salatiga atau daerah-daerah yang memiliki wilayah kecil seperti Kota Pekalongan, Solo, Kota Tegal. Semestinya alokasinya jangan Rp 10 miliar, terlalu besar untuk daerah kecil,” katanya.

Dia berharap tidak semua daerah dialokasikan sama. Masalah tersebut akan segera dibahas bersama Bank Jateng.

Sementara kendala eksternal terkait agunan atau jaminan. Masalah itu dilontarkan anggota Komisi B Riyono dan Romly Mubarok. Riyono mengemukakan, dari awal Bank Jateng tidak memberikan keputusan yang jelas apakah program Mitra 25 tersebut menggunakan agunan atau tidak. Masyarakat atau kelompok usaha yang ditemui di lapangan kerap kali mengaku sulit mengajukan pinjaman lewat Mitra 25 di Bank Jateng karena terbentur agunan. Padahal Gubernur Ganjar Pranowo sejak awal menyatakan program kredit bunga 7 persen itu tanpa agunan.

”Saat sosialisasi pun masalah agunan tidak pernah disinggung. Semestinya, kalau program ini tidak ada agunannya, bilang saja kepada masyarakat kalau tidak ada agunannya. Saya melihat, Bank Jateng masing setengah-setengah,” ucapnya.

Romly pun secara tegas mengemukakan, secara hukum Bank Jateng bisa salah dalam menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat. ”Ini program tanpa agunan, kenapa tidak dikemukakan sejak awal kepada masyarakat,” jelasnya.

Chamim menegaskan masalah agunan juga akan dibawa ke rapat besar dengan Bank Jateng. Dia berharap ada revisi peraturan untuk memudahkan masyarakat mengajukan kredit tanpa agunan. Demikian juga dengan Bank Jateng dalam menyosialisasikan program kredit, pertama yang dikemukakan adalah tidak ada agunan. (ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kembangkan 8 Wisata Alam dan 12 Wisata Budaya

KAJEN–Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Pekalongan melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), akan mengembangkan 8 objek wisata alam, 12 wisata budaya,...

Hilangkan Imej Satpam Sekadar Jaga Pintu

TEMANGGUNG-Keluarga Besar Satpam Temanggung (KSBT), Senin (18/12) kemarin, menggelar pelatihan kegawatdaruratan di Pendopo Pengayoman. Tujuannya, Untuk membekali satpam agar memiliki kemampuan pengetahuan dalam penanganan...

OCBC NISP Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

SEMARANG- Penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2017 Bank OCBC NISP mendapat respons positif para investor dengan menyerap seluruh penawaran dengan jumlah pokok sebesar Rp 2,2 triliun....

Antisipasi Terjadi Tawuran Susulan, Guru Sweeping Pelajar

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Paska terjadinya tawuran pelajar yang melibatkan siswa SMK Bina Utama dengan SMK Bhineka  Kendal, pihak sekolah melakukan sweaping kepada para siswanya....

Bahas Raperda, Banyak Dewan ’Bolos’

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Rapat paripurna DPRD Demak yang membahas persetujuan terhadap Raperda dan pencabutan tiga Perda kemarin tidak semulus yang diharapkan. Sebab, banyak kursi...

Hukum Pakaian Kedap Air Terkena Kencing

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Saya ingin bertanya, bila...