Bambang Pojokkan Bupati Klaten

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

SEMARANG – Kasus operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Klaten non aktif, Sri Hartini mulai terkuak. Hal itu diketahui setelah agenda pemeriksaan saksi Kepala Bidang SD pada Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Bambang Teguh Setyo atas terdakwa Suramlan di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (19/4).

Dalam kesaksiannya, Bambang memojokkan Bupati Sri Hartini. Ia mengaku bupati meminta ‘uang syukuran’ untuk promosi jabatan dalam Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang digelar pada akhir tahun 2016. Ia juga mengakui bahwa dirinya dipanggil menghadap bupati di rumah dinas. Pemanggilan itu untuk memberitahu soal pengisian formasi SOTK di beberapa dinas di Klaten.

“Besarannya mulai dari Rp 30 juta untuk Kepala Seksi dan Rp 200 juta sampai Rp 250 juta untuk Kepala Bidang,” kata Bambang di hadapan ketua majelis hakim Antonius Widjantono.

Bambang juga mengungkapkan kalau dirinya langsung memanggil terdakwa Suramlan ke kantornya untuk menginformasikan hal itu. Menurutnya, Suramlan merupakan kandidat yang pas untuk mengisi posisi Kepala Bidang SMP Disdik Klaten. Kepada Suramlan, Bambang meminta uang Rp 200 juta. Dalam pejalanannya, Suramlan hanya mampu menyediakan Rp. 50 juta, sehingga, lanjut Bambang, dirinya mencarikan pinjaman dana.

“Saya minta pinjaman dari saudara Dedi rekanan yang sering ikut proyek pengadaan. Awalnya dipinjami Rp. 50 juta lalu saya minta lagi Rp. 100 juta. Soalnya bupati mibta terus kekurangannya,” sebutnya.

Saksi lain, Kepala Bidang Mutasi pada BKP Klaten, Slamet menjelaskan kalau pihaknya memang menampung uang syukuran untuk Bupati Sri Hartini. Dia menjelaskan besaran uang tersebut mulai dari Rp. 5 juta sampai Rp. 55 juta. Slamet bahkan mengatakan sepengetahuannya, uang syukuran ini telah terjadi sebelumnya. “Saya juga tidak terlalu paham, hanya mengikuti perintah dan saya baru kali ini melakukannya,” katanya..

Sedangkan saksi, ajudan pribadi Sri Hartini, Nina Puspitasari mengatakan kalau dirinya beberapa kali menerima titipan uang dari PNS Klaten. Katanya, uang itu merupakan perintah dari bupati. “Saya cuma menerima kalau bupati tidak berkenan menemui jadi dititipkan ke saya,” ujarnya.

Menanggapi kesaksian para saksi, terdakwa Suramlan membantah kesaksian Bambang. Ia mengaku kalau saat ditawari posisi Kabid SMP, sebenarnya ia sudah mengatakan kalau tidak memiliki uang. Namun saksi Bambang mengatakan nanti bisa diusahakan.

“Setelah itu ya sudah saya ngikut. Saya cuma ada Rp 50 juta saja,” katanya. (jks/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -