33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Tarif Parkir Berjenjang, Dishub Lepas Tangan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

”Kami tidak memiliki kewenangan mengatur soal tarif parkir sistem berjenjang. Tarif dan pajak itu kewenangan Bapenda.”

Tri Wibowo – Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang

SEMARANG – Mahalnya tarif parkir sistem berjenjang atau sistem per jam yang dikeluhkan masyarakat karena tidak ada aturan jelas soal penetapan tarif, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang lepas tangan.  Dishub Kota Semarang mengaku hanya menangani perihal perizinannya saja, yakni terkait parkir sistem berjenjang tersebut. Setelah mendapat perizinan, maka mal, stasiun, bandara dan rumah sakit boleh menerapkan parkir sistem berjenjang dengan tarif hitungan jam.

”Kami tidak memiliki kewenangan mengatur soal tarif (parkir sistem berjenjang). Termasuk pajak parkir berjenjang seperti yang sering diterapkan di mal. Tarif dan pajak itu (wilayah kewenangan) DPKAD (sekarang Bapenda),” kata Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Tri Wibowo, saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (18/4).

Dikatakannya, Dishub memang menangani soal perizinannya. Tetapi Dishub tidak mengatur soal tarif maupun pajak. ”Izin itu sifatnya untuk kendali saja. Sedangkan untuk penarikan dan perputaran tarif serta pajak, itu Bapenda yang lebih tahu. Termasuk aturan-aturannya. Kalau saya ngomong nanti takut salah,” ujarnya.

Kepala Seksi Penataan dan Perizinan Parkir Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Danang Kurniawan, mengatakan, selama ini memang belum ada aturan soal penerapan tarif sistem berjenjang. Tetapi kebijakan daerah memperbolehkan penerapan parkir sistem tersebut dengan membayar pajak parkir ke Pemkot Semarang. ”Bayarnya pajak, bukan retribusi, sehingga itu menjadi wilayahnya Bapenda,” katanya.

Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana belum berhasil dikonfirmasi perihal prosedur maupun aturan mengenai tarif ataupun pajak parkir sistem berjenjang ini.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Agus Riyanto Slamet, mengatakan, penerapan parkir sistem tarif berjenjang dengan hitungan waktu ini tidak memiliki payung hukum alias ilegal. Parkir sistem ini juga tidak memiliki acuan tarif standar, karena tarif tersebut ditentukan oleh pengelola parkir sendiri.

”Setiap penyelenggara parkir bisa menerapkan kebijakan berbeda. Hal yang pasti dalam sistem parkir tersebut adalah semakin lama semakin mahal. Konsumen kerap dirugikan,” ujarnya.

Parkir sistem ini mengeruk banyak keuntungan bagi pengelola. Tetapi pengelola tidak membayar pajak Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kota Semarang sesuai dengan persentase pendapatan parkir sesungguhnya. Jika tidak ada dasar hukumnya, kata dia, seharusnya penerapan parkir sistem berjenjang ini harus dikaji ulang oleh Pemkot Semarang dan DPRD Kota Semarang. Sebab, tarif parkir yang dibebankan kepada masyarakat begitu besar karena berjenjang. Sebaliknya, pajak parkir yang harus dibayarkan oleh pengelola parkir ke pemerintah sangat kecil, karena pajaknya dilakukan manual alias tidak berjenjang sesuai dengan persentase omzet sesungguhnya. (amu/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Arus Pendek, 4 Rumah Ludes, 3 Terbakar Ringan

DEMAK-Empat rumah di Dukuh Demung Lor, RT 4 RW 4, Desa Pilangrejo, Kecamatan Wonosalam, kemarin siang ludes terbakar. Peristiwa ini menimpa rumah milik Suroso, 55;...

Ajeng Ayu Tunjungsari Promosikan Tarung Derajat

OLAHRAGA beladiri utamanya aliran full body contact identik dengan gambaran sosok pendekar yang tangguh dengan otot yang kuat. Namun di Salatiga, ketua salah satu...

Kantor Imigrasi Magelang Mulai Beroperasi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Kantor Imigrasi di Kabupaten Magelang, Selasa (3/4) kemarin, resmi dioperasionalkan. Hal itu tidak disia-siakan Plt Sekda Kabupaten Magelang, Eko Triyono, untuk memperpanjang paspor...

Kenang Masa Kuliah Sambil Kerja

SALATIGA--Upaya maksimal telah dilakukan Asisten Penghubung Komisi Yudisial (PKY) Jateng Muhammad Farhan sejak masa kuliah. Bapak satu anak ini harus bekerja sembari kuliah saat...

Tenaga Pendidik Non PNS Terima Insentif 

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebagai bentuk perhatian dan terimakasih Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan kepada para tenaga pendidik non PNS di Kabupaten Pekalongan Pemda Pekalongan memberikan bantuan kepada...

Bonbin Tambah Koleksi 33 Anak Buaya Muara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Taman Margasatwa Semarang menambah koleksinya berupa 33 anak Buaya Muara. Sebanyak 33 anak buaya tersebut hasil perkawinan Bagong, buaya jantan yang...