33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Tafsirkan Alquran secara Kontekstual, Tak akan Ada Kekerasan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Ketegangan yang memicu konflik atas nama agama di tengah masyarakat, lebih banyak disebabkan karena penafsiran Alquran secara tekstual dan menafikan kontekstual ayat saat diturunkan. Padahal, untuk bisa memahami Alquran secara kaffah atau sempurna, harus memahami sebab-sebab diturunkannya ayat tersebut. Hasilnya, Alquran justru mengajarkan cinta kasih, keadilan, dan kasih sayang kepada seluruh umat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Prof Dr H Imam Taufiq M.Ag dalam pidato pengukuhan sebagai guru besar Fakultas Ushulidin dan Humaniora (FUH) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang ke-18, di hadapan sidang senat di Aula II Kampus 3 UIN Walisongo, Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, Semarang, Selasa (18/4) kemarin. Prof Imam mengambil tema Al-Quran dan Perdamaian Profetik dalam Bingkai Kebhinekaan (Pembacaan Tafsir Maqasidi).

”Untuk menunjukkan bagaimana pentingnya membangun masyarakat di tengah potensi-potensi ketegangan konflik dan kemungkinan-kemungkinan yang tidak harmonis. Maka saya mengajak melihat peran Alquran dalam merespons konflik dengan penafsiran secara Maqasidi (tujuan utama),” kata Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Be-Songo Semarang ini.

Prof Imam menegaskan penelitiannya kali ini tak terkait dengan kepentingan politik. Hanya berusaha mengingatkan semua pihak untuk kembali menafsirkan ayat-ayat Alquran secara tepat. ”Coba kita bayangkan, kalau kita membaca teks Alquran dengan mengedepankan maksud dan tujuan, maka akan merasa nyaman dan tidak ada kepentingan,” kupasnya.

Dosen Ilmu Tafsir ini mengingatkan kembali, tidak tepat bila membaca dan mengartikan Alquran secara tekstual. Harus melihat konteks sosial, bagaimana tujuan ketika ayat Alquran tersebut diturunkan. ”Salah satu kegalauan saya, bila Alquran digunakan untuk kepentingan tertentu. Memahami Alquran harus melihat setting sosialnya mengapa ayat itu diturunkan. Kalau sudah melihat kenapa ayat itu turun, kita bisa mengerti makna proporsionalnya,” tegasnya.

Saat ini, kata Prof Imam Taufiq, banyak yang menafsirkan Alquran secara sepihak. Sehingga Alquran dimaknai salah kaprah dan digunakan sebagai dasar untuk menghujat antar sesama. Hal tersebut sangat menyesatkan dan dapat merusak makna, karena mereka menafsirkan tidak memakai ilmu. ”Tugas kita menjaga Alquran agar tidak dipolitisasi. Mengedepankan Alquran yang rahmatal lil alamin bukan menjadi patokan untuk menakut-nakuti pihak tertentu,” ulasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Walisongo, Prof DR Muhibbin MA menambahkan bahwa hampir semua orang ingin menafsirkan sendiri Alquran. Padahal belum memadai dan belum memiliki ilmu yang dipersyaratkan. ”Fatalnya, Alquran ditafsirkan untuk kepentingan yang keliru, akibatnya meresahkan masyarakat. Konflik-konflik muncul karena pemahaman yang dangkal,” katanya.

Penggunaan Tafsir Maqasidi, kata Muhibbin, sudah tepat untuk tujuan syariat. Tafsir akan semakin bermanfaat, untuk keadilan bersama. Tafsir yang benar mendukung kehidupan lebih bermanfaat, karena tidak ada perbedaan dengan Pancasila dan Kebinekaan.

Dalam pengukuhan guru besar ini, dilakukan pembagian bibit tanaman buah dan bunga sebanyak 300-an bibit. ”Ini sebagai hadiah kepada para tamu undangan yang hadir, agar turut memakmurkan bumi dengan menanam tanaman yang bermanfaat,” tambah istri Prof Imam Taufi, Arikhah. (mg30/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...