33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Sindikat Penjual Benda Pusaka Palsu Diringkus Polisi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

UNGARAN – Sindikat penipu dengan modus memperjualkan benda pusaka palsu diringkus jajaran Polres Semarang. Adalah Eko Kristiono, 47, warga Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dan Jumaliana (Jamal), 40, warga Dusun Gedangan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.

Keduanya diringkus jajaran Polres Semarang lantaran menjual Samurai roll palsu kepada Ahmad Sukeni, 47, warga Dusun Kalegen Kidul, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Sebelumnya, pelaku melakukan pertemuan dengan korban di Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Pada pertemuan tersebut, pelaku memperlihatkan kepada korban sebuah video samurai jenis roll yang bisa memotong paku baja. Karena kepincut dengan barang yang ada di dalam video tersebut, lantas pelaku mengaku memiliki samurai itu.

“Korban pun tertarik dan ingin membelinya serta mengajak pertemuan kembali di rumah korban. Dengan syarat, membawa Samurai roll tersebut,” ujar Kasat Reskrim AKP Hartono, Selasa (18/4) kemarin.

Kemudian, sebagai tanda jadi pembelian, korban menyetorkan Rp 200 juta kepada pelaku. Adapun kesepakatan harga untuk Samurai roll tersebut yaitu Rp 10 triliun. “Dengan syarat, barang samurai tersebut bisa digunakan sesuai dengan video yang sebelumnya diperlihatkan pelaku kepada korban,” lanjutnya.

Korban kemudian melakukan pengecekan terhadap samurai tersebut, namun tidak sesuai ekspestasi. Samurai tersebut tidak dapat memanjang seperti yang diperlihatkan di dalam video. “Korban langsung melaporkan hal itu ke Polsek Suruh, dan langsung kami proses,” ujarnya.

Pelaku berhasil diringkus jajaran petugas Polres Semarang di rumahnya di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Satu pelaku lain yaitu Jamal juga diringkus di rumahnya di Kabupaten Magetan Jawa Timur. “Laporan korban ke Polsek Suruh sebenarnya sudah dilakukan sejak Desember 2016 lalu, namun baru berhasil kami tangkap,” lanjutnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan jual beli barang pusaka. Modus tersebut, lanjutnya, sudah marak dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. “Bahwa barang ini ternyata tidak dapat memanjang dan memotong paku,” katanya.

Saat di Polres Semarang, Eko mengaku jika ia hanya perantara saja. Dalam pengakuannya, barang tersebut berasal dari seorang warga Kota Malang bernama Paijo. “Barang dari Malang. Saya sebagai perantara untuk menjualkan ini,” kata Eko.

Ia berkilah jika diberikannya barang palsu tersebut lantaran korban hanya memberikan uang tanda jadi saja. “Harga yang menentukan korban. Saya sudah tahu kalau barang ini palsu, kami sengaja. Barang aslinya ada di tempat pemilik,” katanya.

Lantas uang hasil menipu tersebut ia bagi bertiga, yaitu Eko, Jamal dan seseorang yang diketahui bernama Paijo warga Kota Malang. “Dari Rp 200 juta saya dapat Rp 25 juta, Jamal dapat Rp 25 juta, Pak Paijo dapat Rp 140 juta dan sisanya untuk operasional,” katanya.

Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti antaralain samurai roll palsu, sertifikat samurai berbahasa Jepang, kotak penyimpan samurai, dan kwitansi bermaterai yang tertera Rp 200 juta sebagai tanda jadi. Untuk mempertanggungjawabkan, pelaku disangka dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan diancam dengan hukuman 4 tahun penjara. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Fasilitasi Lulusan, Unika Gelar Job Fair

SEMARANG – Universitas Khatolik (Unika) Soegijapranata akan menggelar Unika Job Fair XXVI, selama dua hari, Kamis-Jumat (16-17/11). Pada event kali ini, tercatat ada 32...

Dukung Perpustakaan dengan Pohon Salak

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Perpustakaan Muda Bhakti di Dusun Purwosari, Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang maju mengikuti lomba perpustakaan desa terbaik di tingkat nasional....

Dibayarkan APBD, Bukan APBN

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN) dialiokasikan dari APBD, tidak lagi diambilkan dari APBN. Pemprov Jateng memang...

Marhaban Ya Ramadan

“HAI orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al-Baqarah: 183) Kedatangan bulan Ramadan, selayaknya disambut...

Targetkan 40 Kreator

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Badan Pengembangan dan Penelitian (Balitbang) Kota Magelang kembali mengadakan lomba Kreasi dan Inovasi (Krenova). Ada 9 kategori yang diperlombakan. Yakni bidang...

Guru dan Siswa SMAN 12 Semarang Raih Juara Nasional

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Guru dan siswa SMA Negeri 12 Semarang meraih prestasi tingkat nasional. Keduanya adalah Heri Gunawan, guru bimbingan karir (BK) dan Zakiyatul Maghfiroh, siswi...