33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Sindikat Penjual Benda Pusaka Palsu Diringkus Polisi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN – Sindikat penipu dengan modus memperjualkan benda pusaka palsu diringkus jajaran Polres Semarang. Adalah Eko Kristiono, 47, warga Kabupaten Tulungagung Jawa Timur dan Jumaliana (Jamal), 40, warga Dusun Gedangan Kecamatan Takeran Kabupaten Magetan.

Keduanya diringkus jajaran Polres Semarang lantaran menjual Samurai roll palsu kepada Ahmad Sukeni, 47, warga Dusun Kalegen Kidul, Desa Dersansari, Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang. Sebelumnya, pelaku melakukan pertemuan dengan korban di Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Pada pertemuan tersebut, pelaku memperlihatkan kepada korban sebuah video samurai jenis roll yang bisa memotong paku baja. Karena kepincut dengan barang yang ada di dalam video tersebut, lantas pelaku mengaku memiliki samurai itu.

“Korban pun tertarik dan ingin membelinya serta mengajak pertemuan kembali di rumah korban. Dengan syarat, membawa Samurai roll tersebut,” ujar Kasat Reskrim AKP Hartono, Selasa (18/4) kemarin.

Kemudian, sebagai tanda jadi pembelian, korban menyetorkan Rp 200 juta kepada pelaku. Adapun kesepakatan harga untuk Samurai roll tersebut yaitu Rp 10 triliun. “Dengan syarat, barang samurai tersebut bisa digunakan sesuai dengan video yang sebelumnya diperlihatkan pelaku kepada korban,” lanjutnya.

Korban kemudian melakukan pengecekan terhadap samurai tersebut, namun tidak sesuai ekspestasi. Samurai tersebut tidak dapat memanjang seperti yang diperlihatkan di dalam video. “Korban langsung melaporkan hal itu ke Polsek Suruh, dan langsung kami proses,” ujarnya.

Pelaku berhasil diringkus jajaran petugas Polres Semarang di rumahnya di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Satu pelaku lain yaitu Jamal juga diringkus di rumahnya di Kabupaten Magetan Jawa Timur. “Laporan korban ke Polsek Suruh sebenarnya sudah dilakukan sejak Desember 2016 lalu, namun baru berhasil kami tangkap,” lanjutnya.

Ia juga meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan jual beli barang pusaka. Modus tersebut, lanjutnya, sudah marak dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. “Bahwa barang ini ternyata tidak dapat memanjang dan memotong paku,” katanya.

Saat di Polres Semarang, Eko mengaku jika ia hanya perantara saja. Dalam pengakuannya, barang tersebut berasal dari seorang warga Kota Malang bernama Paijo. “Barang dari Malang. Saya sebagai perantara untuk menjualkan ini,” kata Eko.

Ia berkilah jika diberikannya barang palsu tersebut lantaran korban hanya memberikan uang tanda jadi saja. “Harga yang menentukan korban. Saya sudah tahu kalau barang ini palsu, kami sengaja. Barang aslinya ada di tempat pemilik,” katanya.

Lantas uang hasil menipu tersebut ia bagi bertiga, yaitu Eko, Jamal dan seseorang yang diketahui bernama Paijo warga Kota Malang. “Dari Rp 200 juta saya dapat Rp 25 juta, Jamal dapat Rp 25 juta, Pak Paijo dapat Rp 140 juta dan sisanya untuk operasional,” katanya.

Dari tangan pelaku, petugas juga mengamankan beberapa barang bukti antaralain samurai roll palsu, sertifikat samurai berbahasa Jepang, kotak penyimpan samurai, dan kwitansi bermaterai yang tertera Rp 200 juta sebagai tanda jadi. Untuk mempertanggungjawabkan, pelaku disangka dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dan diancam dengan hukuman 4 tahun penjara. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ada Dugaan Perintah Atasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Berkas perkara dugaan pencurian uang senilai Rp 2,3 miliar milik PT Nawakara Arta Kencana Semarang, yang merupakan perusahaan jasa layanan pengamanan pendistribusian uang tunai mulai...

Pembiayaan BRI Syariah Tumbuh Signifikan

SEMARANG – BRI Syariah Kantor Cabang Semarang menargetkan pembiayaan tahun ini dapat menembus hingga Rp 500 miliar, meningkat dari penyaluran tahun sebelumnya yang sebesar...

Siap Tempur di Berbagai Medan

Memodifikasi motor kesayangan menjadi hal wajib bagi pecinta otomotif. Berbagai aliran modifikasi pun menjadi acuan, mulai gaya thailook, racing, cafe racer, japstyle, scrambler hingga...

Targetkan 356.747 Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Animo masyarakat berkunjung ke Candi Borobudur Magelang cukup tinggi. Pada H-2 Lebaran tahun ini, ribuan wisatawan asing dan domestik sudah mengunjungi...

Senang dapat Kacamata Gratis

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Magelang mendapat bantuan kacamata gratis dari Rumah Sakit ‘Aisyiyah Muntilan (RSAM) bekerjasama dengan Persatuan...

Mahasiswi FK Unissula Tewas Terlindas Truk

SEMARANG - Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) tewas mengenaskan akibat terlindas truk bermuatan pupuk organik. Kecelakaan tragis itu terjadi...