33 C
Semarang
Minggu, 25 Oktober 2020

Eks Kantor Kawedanan Diubah Jadi Museum

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN – Pemkab Semarang akan membangun sebuah museum penyimpanan benda purbakala pada tahun 2017 ini. Menyusul banyaknya benda purbakala yang tersebar di wilayah Kabupaten Semarang yang kekurangan tempat penyimpanan.

Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan bahwa pembangunan museum akan dilakukan di Desa Candirejo Kecamatan Tuntang. Lokasi tepatnya yaitu eks kantor Kawedanan Tuntang. “Saat ini memang banyak benda purbakala di Kabupaten Semarang yang tak bertuan, sehingga perlu sebuah museum,” ujar Mundjirin, Selasa (18/4) kemarin.

Dikatakan dia, dengan dibangun sebuah museum, benda purbakala tersebut dapat terawat dengan baik. Pembangunan museum juga salahsatu dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang. “Syukur museum itu bisa dikembangkan menjadi tempat wisata, kami akan mengumpulkkan benda purbakala yang tak bertuan di museum,” katanya.

Pemkab Semarang termotivasi membangun museum setelah adanya penemuan Yoni di Kelurahan Harjosari Bawen beberapa waktu lalu. Saat ditemukan, Pemkab mengalami kesulitan melakukan penyimpanan. Proses pemindahan Yoni tersebut ke eks Kawedanan Tuntang juga menuai kontra dari warga setempat dimana Yoni tersebut ditemukan.

“Masyarakat merasa khawatir, kehidupannya akan terganggu dengan pemindahan Yoni. Itu kepercayaan masyarakat. Sebetulnya kami beruntung, kalau masyarakat mau merawat benda peninggalan purbakala, karena mereka merasa handerbeni,” ujarnya.

Malihat hal itu, Mundjirin mengimbau setiap pihak apabila di tempat usahanya ditemukan benda purbakala, dapat dilaporkan ke Pemkab Semarang. Selanjutnya akan dilakukan penyimpanan di museum yang hendak dibangun tersebut.

Apabila masyarakat melakukan penolakan ketika benda purbakala hendak dipindah, ia juga mengimbau agar masyarakat setempat membuatkan tempat khusus untuk penyimpanan. “Adanya benda purbakala di lingkungan pabrik sebagai tempat wisata juga boleh, asal tidak mengganggu pabrik. Tapi kalau mau dipindahkan ke tempat lain ya silahkan,” ujarnya.

Ditemui terpisah, Sekretarit Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang, Sukaton Purtomo menambahkan, pembangunan museum di Tuntang akan dilakukan dalam dua tahap. Pendanaannya melalui APBD Kabupaten Semarang. Untuk tahap pertama, akan dilaksanakan pada 2017 ini, sedangkan tahap kedua akan dilakukan pada 2018 mendatang. “Pembangunan tahap pertama dianggarkan Rp 1,5 miliar. April ini DED selesai, dilanjutkan lelang pembangunan fisik. Targetnya pekerjaan fisik selesai November 2017,” jelasnya.

DijelaskanSukaton lebih lanjut, luas lahan eks kantor Kawedanan Tuntang yang akan dibangun museum yaitu 3 ribu meter persegi. “Pada pembangunan tahap pertama, keberadaan pendapa depan tetap dipertahankan, hanya ditinggikan bangunannya,” ujarnya.

Pada pembangunan tahap kedua, khusus untuk museum bagian belakang akan dibangun setinggi dua lantai. “Rencananya khusus untuk menyimpan benda-benda purbakala,” ungkapnya. Selain sebagai museum, eks kantor Kawedanan Tuntang akan digunakan sebagai tempat pameran, karena lokasinya luas da besar. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...