Beranda Berita Semarang Belum Bisa Atur Sistem Buruh Migran

Belum Bisa Atur Sistem Buruh Migran

Others

SEMARANG – Pelanggaran hak asasi manusia terhadap buruh migran di Indonesia saat ini masih belum bisa terselesaikan dengan baik oleh pemerintah. Bahkan pemerintah dianggap belum bisa mengatur sistem tentang buruh migran. Terlebih saat ini masih banyak buruh migran yang menjadi korban perdagangan manusia hingga korban kekerasan.

Kepala International Organization for Migration Hongkong (IOM), Nurul Qoiriah mengatakan persoalan buruh migran yang saat ini banyak terjadi sangatlah kompleks dengan berbagai dasar permasalahan. Padahal tidak bisa dimungkiri jika buruh migran menjadi salah satu sumber devisa bangsa.

”Banyak sekali buruh migran di luar negeri menjadi korban human trafficking. Beberapa di antara mereka masih di bawah umur. Human trafficking dialami buruh migran Indonesia khususnya buruh migran perempuan,” katanya dalam diskusi publik yang diselenggarakan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Vokal dengan tema ”Buruh Migran: Kemanusiaan, Pendidikan, dan Literasinya” di Ruang Seminar Gedung Pascasarjana Universitas PGRI Semarang, Selasa (18/4).

Dirinya menyebut, situasi tersebut terjadi lantaran iklim kerja tidak layak bagi buruh migran, ditambah lagi tempat kerja yang sarat akan kekerasan, tekanan fisik dan psikis, penganiayaan, ancaman kekerasan, ketidaktahuan tehadap hukum dan budaya bahkan bahasa. Menurutnya perlindungan tidak cukup hanya dari Indonesia saja, lantaran di lapangan banyak sekali buruh yang datang kepada IOM dan meminta untuk diselamatkan.

Contohnya di Hongkong, lebih dari 150.000 buruh yang harus diperhatikan kesejahteraannya. ”Saat ini pemerintah yang belum bisa mengatur sistem buruh migran dengan baik. Pemerintah masih menganggap buruh migran sebagai masalah bagi negara, padahal, buruh migran turut andil menopang pembangunan ekonomi negara,” jelasnya. (den/ric/ce1)

Stay Connected

12,287FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here