Lebih Menghargai Arti Kehidupan

  • Bagikan

SEMARANG – Pemprov terus melakukan upaya untuk mengurangi para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Jateng. Sebab, sampai saat ini tercatat masih ada sekitar 4,5 juta PMKS. Mulai dari PGOT, waria, lansia telantar, eks pengguna narkoba dan lainnya. Berbagai langkah dilakukan pemprov, salah satunya dengan membekali waria dengan karakter bela negara.

Kegiatan ”Pembinaan Karakter dalam Rangka Penanganan PMKS Pemprov Jateng 2017” berlangsung di Rindam IV Diponegoro selama 10 hari dengan menggandeng Himpunan Waria Solo (Hiwaso). ”Kami terima kasih karena sudah dibekali dengan pembinaan karakter,” kata seorang peserta, Sukat usai penutupan kegiatan tersebut.

Ia mengaku banyak pelajaran berharga selama mengikuti pelatihan. Bahkan, ia mulai mengerti hidup disiplin dan etika dalam kehidupan. Karena selama ini, sebagai seorang waria kehidupannya lebih akrab dengan jalanan dan urakan. ”Awalnya terasa berat, tetapi setelah 10 hari digembleng bisa lebih disiplin dalam hidup,” tambahnya yang mengaku lebih akrab dipanggil Sintia tersebut.

Kedisiplinan yang diperoleh selama pelatihan, akan terus dipegang. Ia ingin berubah dan bisa berguna untuk masyarakat sekitar. Sebab, semua itu merupakan pengalaman terbaru yang selama ini tidak pernah didapatkan. ”Luar biasa hikmahnya saya jadi lebih paham apa arti kehidupan dan kedisiplinan. Ini akan terus saya jaga,” tambahnya.

Kepala Dinas Sosial Pemprov Jateng, Nur Hadi Amiyanto mengaku akan terus berupaya untuk menangani masalah PMKS di Jateng. Saat ini tercatat ada sekitar 4,5 juta PMKS yang masih menjadi perhatian. Tetapi karena masalah keterbatasan anggaran, penanganan dilakukan bertahap. ”Pemprov sudah ada panti 52, dan swasta ada sekitar 911. Tetapi memang masih belum cukup,” katanya.

Ia menambahkan, Pembinaan Karakter dalam Rangka Penanganan PMKS Pemprov Jateng 2017 sebagai upaya untuk membekali karakter bagi waria di Jateng. Harapannya, pembinaan dilakukan sebagai salah satu upaya agar waria bisa bermanfaat dan berbaur dengan masyarakat. Mereka dibekali dengan pendidikan karakter dan bela negara. ”Ke depan kami ingin mereka bukan lagi PMKS, dan bisa lebih baik. Ini bekal bagus untuk kehidupan mereka (waria),” tambahnya. (fth/adv/ric/ce1)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *