Tepis Anggapan Wani Piro

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

TEMANGGUNG—Anggapan wani piro yang berkembang di tengah masyarakat ketika mendaftar rekrutmen anggota Polri, ditepis oleh Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwa. Maesa menjamin, tidak ada kompromi, main-main atau KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme) dalam proses rekrutmen anggota Polri 2017 ini. Baik Tamtama, Secaba, maupun Akademi Kepolisian (Akpol).

“Sesuai arahan Presiden dan Kapolri, tidak ada istilah main-main saat rekrutmen. Oleh sebab itu, saya tegaskan jangan sampai ada panitia eksternal maupun internal yang mencoba melanggar prinsip transparansi saat proses seleksi berlangsung,” tegasnya saat memimpin penandatanganan Pakta Integritas Rekrutmen Polri yang bersih, transparan, akuntabel, humanis, clear and clear di Pendopo Pengayoman, Temanggung, Senin (17/4) kemarin.

Penandatanganan Pakta Integritas Rekrutmen Polri diikuti 136 peserta seleksi, didampingi orang tua masing-masing. AKBP Maesa meminta kepada semua pihak untuk mengawal agar tidak ada oknum yang mencoba memanfaatkan situasi. Menurut Maesa, panitia seleksi akan terus melakukan pengawasan secara ketat dalam setiap tahapan seleksi.

Ia juga meminta kepada setiap calon siswa maupun orang tua yang menemukan adanya kejanggalan untuk melapor ke pihaknya. Seperti indikasi pungutan liar (pungli), menawarkan jasa dengan timbal balik membayar nominal khusus, hingga mengaku kenal pejabat Polri agar si anak diterima menjadi anggota kepolisian.

“Percayalah, tidak ada istilah masuk polisi membayar karena semua serba transparan. Rezeki itu datangnya dari Allah SWT. Kalau boleh saya sarankan, alangkah baiknya peserta dan orang tua yang beragama muslim untuk rutin melakukan salat Tahajud setiap malam agar doanya terkabul.” Maesa menambahkan, diterima atau tidaknya seorang menjadi anggota polisi, tergantung kemampuan masing-masing. Baik dari sisi kesehatan jasmani, psikotes, hingga kemampuan akademik. (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This