33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Jangan Percaya Iming-Iming Kemudahan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG – Proses seleksi masuk Akademi Kepolisian (Akpol) tahun ajaran 2017 mendapat pengawasan ketat. Tujuannya untuk menghindari pungutan liar (pungli) dan nepotisme. Apabila calon peserta terbukti melakukan penyuapan, maka akan ditindak tegas.

Sebagai komitmen untuk menghindari segala bentuk kecurangan tersebut, Senin (17/4) kemarin, dilakukan penandatanganan pakta integritas, antara Polri dengan orang tua peserta.

”Penandatanganan pakta integritas ini juga menjadi awal rangkaian tes yang akan dijalani para calon polisi itu sendiri,” ujar Wakapolrestabes Semarang AKBP R Setijo Nugroho saat pelaksanaan penandatanganan Pakta Integritas seleksi masuk Akpol calon Brigadir dan calon Tamtama tahun ajaran 2017.

Penandatanganan yang diselenggarakan di lapangan Mapolrestabes Semarang tersebut diikuti sebanyak 794 calon polisi. Peserta didampingi orang tua.

Setijo Nugroho, menyampaikan kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari proses pendaftaran yang berakhir pada Sabtu (15/4) kemarin.
Menurutnya, pelaksanaan seleksi tersebut dilakukan secara ketat. Bahkan, pihak kepolisian bersama bagian pengawas eksternal seperti dosen ahli, LSM dan wartawan yang ditunjuk akan melakukan pengawalan hingga penerimaan anggota Polri tersebut benar-benar bersih.

”Kami akan pantau dan awasi terus. Jadi kepada siapa pun jangan coba-coba untuk berbuat curang, termasuk, anggota Polri kalau terbukti akan kami tindak tegas. Ini sesuai instruksi dari Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono. Clear and Clean, bersih dan transpran itu yang ada dalam seleksi ini,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Setijo Nugroho juga mengingatkan kepada para orang tua calon untuk mendukung pelaksanaan seleksi ini secara bersih. Diharapkan, orang tua tidak tergiur oleh bujuk rayu yang dilakukan oleh oknum dalam pelaksanaan seleksi ini.

”Jangan tergiur dengan rayuan atau janji-janji yang menawarkan akan membantu dalam seleksi supaya lulus tanpa rintangan. Jangan mudah percaya, karena itu semua akal-akalan dan tidak benar. Kalau ada yang berbuat seperti itu laporkan langsung ke kami (kepolisian),” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabag Sumber Daya (Sumda) Polrestabes Semarang AKBP Siti Rondhijah menambahkan dalam penerimaan anggota Polri tahun ini skala nasional dibutuhkan 275 orang. Sedangkan untuk Polda Jateng mendapat kuota 21 orang. (mha/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Era Digital, Banyak Pelajar Terkena Rabun Jauh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Era digitalisasi yang memudahkan banyak pihak mengakses informasi dan internet, termasuk akses bermain game di gadget atau smartphone, membawa dampak negatif....

Dua Santri Duel di Ponpes Modern Selamat Kendal, Seorang Tewas

KENDAL - Dunia pendidikan dan pesantren di Kendal tercoreng. Dua santri yang berstatus pelajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Selamat terlibat perkelahian hingga salah...

Aksi Bersama Melukis Pancasila

RADARSEMARANG.COM -  Hutomo salah satu seniman turut serta dalam aksi bersama melukis bertema Panorama Mural Pancasila di Tinjomoyo, Kota Semarang (1/6). Aksi yang diikuti...

Saparan Sebagai Ajang Silaturahmi

BRINGIN – Desa Truko Kecamatan Bringin memiliki tradisi Saparan yang dilaksanakan setiap 10 Sapar setiap tahunnya. Dalam tradisi ini dilakukan arak-arakan berbagai kesenian yang ada di...

Harumkan Batik Magelang ke Kancah Internasional

MAGELANG – Agus Nur Asikin, seorang perajin asal Kampung Ringin Anom RT 01 RW 05, Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang mampu memberikan energi positif...

Tanah Amblas Kalongan Butuh Penanganan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Tanah amblas kembali terjadi di Dusun Bandungan, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Karena belum ada penanganan, tanah yang amblas tersebut terus bergerak hingga...