33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Glamor tapi Tetap Elegan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sepuluh model wanita dan tiga model pria memamerkan busana pengantin yang glamor namun tetap elegan. Mereka berjalan dengan anggun di atas catwalk. Para pengunjung pun tampak antusias menyaksikan peragaan busana dalam wedding expo yang digelar di lantai dasar Mal Ciputra Semarang tersebut, Sabtu (15/4).

Kamalia Yasmin owner Yasmine Wedding mengatakan, ada 10 busana pengantin yang dipamerkan dalam fashion show bertajuk Kidung Kasmaran itu. Tujuh di antaranya busana pengantin modern, dan tiga busana tradisional. Ia berkolaborasi dengan desainer Yunius Mujianto. ”Busana pengantin itu didesain glamor, namun tetap elegan,” katanya.

Dikatakan, busana pengantin yang diusung terinspirasi dari busana pengantin nusantara yang selalu menonjolkan sisi tradisional yang dipadupadankan dengan sentuhan modern.

Ia menambahkan, tren busana pengantin yang diminati masyarakat saat ini, di antaranya busana pengantin Solo Putri, Solo Basahan, Paes Ageng, dan Jogja corak putri. Namun yang paling diminati adalah model Paes Ageng dan Solo Putri.

”Seluruh baju pengantin nusantara itu bisa jadi inspirasi untuk dimodernkan. Baik untuk baju pengantin dari Jawa atau luar Jawa. Kami punya koleksi yang menarik, yakni perpaduan busana pengantin khas Lampung dan tradisional Jawa. Gaya Lampung tampak glamor, sedangkan Jawa memiliki gaya tradisional yang khas,” ujarnya.

Ia menambahkan, baju pengantin berkonsep modern untuk mengikuti tren pengantin sekarang. Menurutnya, masyarakat memiliki keinginan untuk tampil berbeda saat menikah, sehingga tidak ingin memakai busana yang begitu-begitu saja. Namun tetap mengikuti tren fashion terkini.

”Tapi, tidak melulu harus mahal. Dengan budget yang dimiliki masyarakat, kami bisa menyesuaikan. Karena ada paket-paket busana wedding dengan harga yang bersahabat,” katanya. (mg30/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Antara Pindah Kendal atau Magelang

SEMARANG – Selain tengah fokus menghadapi laga lanjutan Liga 2 musim 2017, PSIS juga harus memikirkan kepindahan homebase sementara mereka dari Stadion Jatidiri Semarang....

Pemudik Jalur Laut Turun 70 Persen

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Hingga H-3 Lebaran, jumlah pemudik di Pelabuhan Tanjung Kendal dari Pelabuhan Kumai, mengalami penurunan hingga 67 persen dibandingkan musim Lebaran tahun lalu. Kapal...

Berharap Harga Tembakau Semakin Baik

TEMANGGUNG– Ribuan warga Temanggung berebut dua gunungan hasil bumi di Jalan Jenderal S Parman, tepatnya depan Pasar Kliwon Temanggung, Sabtu (9/12) siang. Aktivitas ini...

Pernah Menangis, karena Tak Bisa Kumpul Keluarga

HAL yang sama dirasakan juga perawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang. Adalah Elva Widya Pribadi, 29, warga Bledak Anggur Semarang yang...

Politik Uang Awal dari Korupsi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten (Panwaskab) Magelang bertekad meminimalkan praktik politik uang dalam gelaran Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Pemilihan Bupati-Wakil...

Waspadai Kampanye Hitam di Medsos

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Hingga kini pelaksanaan kampanye pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng di Kabupaten Semarang, Panwaslu belum menemukan pelanggaran. Meski begitu, pengawasan ketat tetap dilakukan terutama kampanye...