33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Glamor tapi Tetap Elegan

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

SEMARANG – Sepuluh model wanita dan tiga model pria memamerkan busana pengantin yang glamor namun tetap elegan. Mereka berjalan dengan anggun di atas catwalk. Para pengunjung pun tampak antusias menyaksikan peragaan busana dalam wedding expo yang digelar di lantai dasar Mal Ciputra Semarang tersebut, Sabtu (15/4).

Kamalia Yasmin owner Yasmine Wedding mengatakan, ada 10 busana pengantin yang dipamerkan dalam fashion show bertajuk Kidung Kasmaran itu. Tujuh di antaranya busana pengantin modern, dan tiga busana tradisional. Ia berkolaborasi dengan desainer Yunius Mujianto. ”Busana pengantin itu didesain glamor, namun tetap elegan,” katanya.

Dikatakan, busana pengantin yang diusung terinspirasi dari busana pengantin nusantara yang selalu menonjolkan sisi tradisional yang dipadupadankan dengan sentuhan modern.

Ia menambahkan, tren busana pengantin yang diminati masyarakat saat ini, di antaranya busana pengantin Solo Putri, Solo Basahan, Paes Ageng, dan Jogja corak putri. Namun yang paling diminati adalah model Paes Ageng dan Solo Putri.

”Seluruh baju pengantin nusantara itu bisa jadi inspirasi untuk dimodernkan. Baik untuk baju pengantin dari Jawa atau luar Jawa. Kami punya koleksi yang menarik, yakni perpaduan busana pengantin khas Lampung dan tradisional Jawa. Gaya Lampung tampak glamor, sedangkan Jawa memiliki gaya tradisional yang khas,” ujarnya.

Ia menambahkan, baju pengantin berkonsep modern untuk mengikuti tren pengantin sekarang. Menurutnya, masyarakat memiliki keinginan untuk tampil berbeda saat menikah, sehingga tidak ingin memakai busana yang begitu-begitu saja. Namun tetap mengikuti tren fashion terkini.

”Tapi, tidak melulu harus mahal. Dengan budget yang dimiliki masyarakat, kami bisa menyesuaikan. Karena ada paket-paket busana wedding dengan harga yang bersahabat,” katanya. (mg30/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Kiprah BRI Peduli-Ramadan Salurkan Bantuan ke Pondok Pesantren Di Wonosobo

WONOSOBO -  Komitmen BRI sebagai BUMN penopang ekonomi masyarakat terus diwujudkan. Melalui BRI Peduli selama Ramadan ini, menyalurkan bantuan kepada masyarakat berupa sembako serta bantuan...

Wilayah Perbatasan Prioritas Fasilitas PJU

UNGARAN – Wilayah perbatasan Kabupaten Semarang akan menjadi prioritas pemberian fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU). Mengingat banyaknya laporan dari masyarakat yang mengeluhkan kerawanan akses...

Kos Dirazia, Puluhan PL Kabur

KAJEN – Polsek Kajen, Polres Pekalongan bersama Satpol PP Kabupaten Pekalongan menggelar razia kos-kosan di Desa Tanjungkulon yang sebagian dihuni para pemandu lagu (PL). ...

Godok Raperda Desa Wisata

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Belum optimalnya desa wisata menjadi perhatian serius DPRD Jateng. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat Raperda Pengembangan Desa Wisata....

Beli Paksa Tanah Untuk Pelebaran Jalan

Pertanyaan : RADARSEMARANG.COM - Assalamu’alaikum Yth. Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan saya takdzimkan. Bagaimanakah hukumnya jual...

Ngidam Es, Lahirkan Bayi Kembar 4

MAGELANG – Sari Nur Yani, 25, warga Tidar Dudan RT 3 RW 12 Kelurahan Tidar Utara, Kecamatan Magelang Selatan sedang diselimuti rasa bahagia. Pada...